TUTUP!!! Klik 2x...

ASTAGHFIRULLAH............!!! Rukun Shalat Ini Sering Di Abaikan, Selamanya Sholatpun tidak Sah

Sholat ialah tiang agama, serupa penyangga satu bangunan prima tidaknya satu beribadah seorang muslim tentu diliat dari mutu sholatnya. bagaikan seorang hamba yang tidak dapat amati hasil ibadahnya serupa rapornya anak sekolah yang tiap semester dikasih karenanya ialah rahasia allah, telah benda tentu yang perlu dikerjakan ialah ikhtiar buat senantiasa menyempurnakan dan jalani setimpal sama tuntunan. pula dalam sholat, kita mengenali rukun - rukun shalat yang bila tidak dilampaui dengan baik hendak peruntukan sholat tsb tidak legal dengan kata lain percuma. na’udzubillah mudah - mudahan kita tercantum hamba yang senantiasa bertobat atas kekhilafan.

sahabat dekat ihram dengan memerhatikan cerita ini bisa jadi aja hati kita hendak terketuk gimana satu rukun shalat yang satu ini acapkali diabaikan, dan tanpa terdapat siuman berdampak begitu parah.

satu dikala terdapat seseorang yang masuk masjid kemudian shalat 2 rakaat. tuntas shalat, orang ini hampiri nabi saw yg waktu itu berposisi di masjid. tampaknya nabi menyuruh orang ini buat mengulangi shalatnya. seusai diulangi, orang ini balik lagi, dan dimohon mengulangi shalatnya lagi. ini berjalan hingga 3 kali. kemudian nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengarahkan padanya langkah shalat yang benar. tampaknya kasus amat utama yang menyebabkan shalatnya dinilai batal ialah kareka ia tidak tuma’ninah. ia bergerak rukuk dan sujud amat kilat. ” (hr. bukhari, muslim, ibn majah dan yang yang lain) super - ngebuut

dapat diliat gimana baginda rasul demikian waspada pada rukun shalat yang satu ini ialah tuma’ninah. lantaran kekeliruan besar yang berlangsung pada sebagian orang yang shalat : tidak tuma’ninah dikala shalat. nabishallallahu ‘alaihi wa sallam menganggapnya bagaikan pencuri yg amat kurang baik, serupa dipaparkan dalam musnad imam ahmad dari nabi saw, bahwa dia bersabda :

“sejahat - jahat pencuri ialah yang mencuri dari shalatnya”. sebagian kawan akrab ajukan persoalan, “wahai rasulullah, gimana mengambil dari sholat? ”. rasulullah mengatakan, “dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya” (hr ahmad nomor 11532, dishahihkan oleh angkatan laut (AL) albani dalam shahihul jami’ 986)

jadi nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berasumsi perbuatan mengambil dalam shalat ini lebih kurang baik dan lebih kronis daripada mengambil harta. mampu kita pikirkan apabila seorang muslim yang sejauh hidupnya telah jalani sholat 5 dikala tetapi menyepelehkan rukun shalat tuma’ninah, seumpama sejauh 40 th. sholat tanpa terdapat tuma’ninah, sepanjang 40 th. itu pula sholatnya ialah kesia - siaan lantaran tidak legal. na’udzubillah.

rukun shalatlalu apabila memanglah satu rukun shalat mesti dipadati serupa apakah ketentuan tuma’ninah dalam sholat itu, ayo kita membahasnya :

apakah itu tuma’ninah? ayo dimengerti dulu dari penafsiran dengan trik mendasar tentang tuma’ninah. sahabat dekat ihram, tuma’ninah ataupun diam sesaat ialah sarana mencapai tingkatan kesempurnaan shalat khasiat menghidupkan pemahaman diri, bahwa seorang hamba lagi berjumpa dengan zat yang maha kuasa.

tumaninah dapat diraih melalui trik santai dan tak
tergesa gesa dalam melaksanakan gerakan shalat, fikiran hanya terpokus pada apa yang tengah ditangani. tuma’ninah dalam sholat terdapat dalam berdiri sehabis takbiratul ikhram, ruku’, i’tidal, sujud, hingga bangkit dari sujud lagi.

dalam pengerjaannya ditafsirkan dengan oleh rasul saw

tumaninah dalam berdiri
berdirilah dengat tegak dan tenang dan juga tidak memandang kekiri ataupun kanan sampai apabila terdapat jama’ah yang tiba di sampingnya tidak ketahui siapa orangnya. pemikiran mata menghadap ketempat sujud.

“peliharalah seluruh salat (mu) , dan (peliharalah) shalat wusthaa. berdirilah lantaran allah (dalam salatmu) dengan khusyuk. (qs. angkatan laut (AL) baqarah : 238) “5 - memimpin - shalat

tuma’ninah dikala melaksanakan ruku
seusai usai membaca tulisan pendek, menyudahi sesaat sepanjang membaca “subhanallah” sesaat lalu angkat ke - 2 tangan serupa takbir dengan mengucap “allahu akbar” kemudian ruku dengan meletakan ke - 2 telapak tangannya pada ke - 2 lututnya seolah olah menggenggam. punggung diluruskan hingga rata, pemikiran mata kearah ujung jari kaki. kerjakan dengan tenang dan santai sampai terasa pada urat kaki dan pinggang, terdapat sela waktu sebentar baru kemudian membaca do’a ruku.

tuma’ninah dikala i’tidal seusai ruku
waktu ke - 2 tangan dinaikan serupa dikala takbir sambil membaca iftidal (sami’allahuliman hamiddah) kemudian tangan diletakan disisi kiri kanan sejajar dengan tubuh, dengan trik tenang dan tidak tergesa gesa sampai kepalanya tega lurus dan posisi tubuh berdiri tegap serupa dini mulanya sampai punggunnya dan seluruh sendi sendi tulang berulang serupa dini mulanya, kemudian diam sesaat lalu membaca do’a iftidal. lantaran nabi muhammad melaksanakan i’tidal lamanya nyaris sama pula dengan lamanya dikala dia ruku, bagikan sela waktu (jarak) sebentar kemudian sujud.

“dari ibnu umar radliyallaahu ‘anhu bahwa nabi saw mengangkut ke 2 tangannya lurus dengan ke - 2 bahunya dikala dia memulai shalat dikala bertakbir buat ruku’ dan dikala mengangkut kepalanya dari ruku’. muttafaq alaihi.

tuma’ninah dikala mengerjakan sujud
seusai bangkit dari ruku terdapat sela waktu sebentar kemudian mengucap takbir “allahu akbar” dan kerjakan sujud dengan tenang dengan meletakan ke 2 tungkak lebih dulu baru menyusul ke - 2 telapak tangan diletakkan di tempat sujud dengan jari jari dirapatkan menghadap ke kiblat, demikian halnya jari jari kaki dilekuk tujukan ke kiblat, dahi dan hidung memegang tempat sujud, siku tangan dinaikan tidak memegang tempat sujud dan janganlah dirapat kan ketubuh.

dari ibnu abbas radliyallaahu ‘anhu bahwa rasulullah saw bersabda : “aku diperintahkan buat bersujud diatas 7 tulang pada dahi. dia menunjuk dengan tangannya pada hidungnya ke - 2 tangan ke - 2 lutut dan ujung - ujung jari ke - 2 kaki. ” muttafaq alaihi. sholat hajat

tuma’ninah duduk di antara 2 sujud
seusai usai membaca do’a sujud bangkitlah lambat - laun tempat dengan duduk dengan trik tenang di atas ke - 2 tungkak, badan diluruskan hingga sendi tulang berulang ke tempatnya.

لاَتَتِمُّ صَلاَ ةُ اَحَدِكُم� حَتَّى يَف�عَل ذَ لِكَ

“tidak prima salah seorang diantara kamu sampai dia melaksanakan sekian itu”

tuma’ninah dikala bangkit dari sujud
dikala hendak bangkit dari sujud buat memulai rakaat berikutnya, tekankan ke - 2 telapak tangan ke tempat sujud lalu mengucap takbir “allahu akbar” kemudian bangkit berdiri hingga benar benar tegak dan santai menyudahi sesaat baru kemudian melanjutkanya ke rakaat berikutnya.

kita memanglah tidak sempat tau serupa apa pahala yang kita peroleh bagaikan balasan beribadah, namun sekurang - kurangnya kita tau. hamba yang baika ialah hamba yang senantiasa menyempurnakan beribadah setimpal sama tuntunan dan ketentuan syariah. mudah - mudahan kit tercantum kalangan yang demikian. amin…





(sumber: layarberita. com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman