TUTUP!!! Klik 2x...

Kisah Sunan Ampel Yang Berjalan di Atas Air

Dalam ekspedisi dakwahnya, kanjeng sunan ampel berjumpa dengan seseorang pertapa di pinggir sungai. pria berpenampilan kusut masai ini nampak berlari dari pinggir ke tengah sungai. kembali kali. terus menerus. tiada henti. tiada ketiadaan antusias. terus menjadi kerap kandas, sesering itu pula ia berupaya dan juga terus berupaya.

“ki sanak, ” tegur kanjeng sunan ampel, “apa yang engkau jalani? ”

“apa urusanmu dengan perbuatanku ini? ” bentak sang pertapa. bola matanya kira - kira keluar.

“maaf bila pertanyaanku menggangumu. saya cuma mau mengenali apa yang engkau jalani. ” ucap kanjeng sunan ampel, santun.

“aku lagi belajar berjalan di atas air. ” jawab pria tidak bernama itu.

“oh.. sudah berapa lama engkau mempelajarinya? ” lanjut kanjeng sunan.

“dua belas tahun. ” seru sang pria dengan nada besar.

“engkau telah membuang - buang waktu sepanjang itu. ” ungkap salah satu sesepuh walisanga ini.

“apa kau bilang? saya tidak membuang - buang waktu. lihatlah, saya sudah dapat menggapai separuh lebar sungai sepanjang 2 belas tahun. ” bentak sang pria.

“jadi, engkau memerlukan 2 belas tahun lagi buat dapat menyeberangi sungai ini? ” sindir kanjeng sunan.

“apa urusanmu? enyahlah engkau, wahai orang tua! ” sang pria naik darah. ia tidak ketahui siapa yang diajak bicara.

***

kanjeng sunan ampel juga berangkat. tidak lama setelah itu, dari jarak yang tidak sangat jauh dengan sang pria, kanjeng sunan ampel nampak menyeberangi sungai seraya berdiri, tanpa memegang air. sang pertapa tidak yakin memandang panorama alam itu.

dia bergegas mendekat, kemudian berenang ke arah kanjeng sunan ampel yang menyeberangi sungai dengan santainya.

“tuan, ajari saya. maafkan kesalahanku. saya mau dapat melaksanakan ini sebagaimana engkau jalani. ” pinta sang pria.

***

cerita ini masyhur di golongan kalangan muslimin tanah air. banyak perihal ajaib yang kerap diucap karomah. sayangnya, terhadap cerita menyeberangnya sunan ampel di sungai tanpa memegang air ini salah dimengerti oleh banyak kalangan muslimin.

dalam bukunya dari dinding suatu kamar, rachmatullah oky dalammenyebutkan kalau kanjeng sunan ampel menyeberangi sungai dengan memakai sampan. beliu menggunakan beberapa barang yang terdapat berbentuk kayu dan juga batang tumbuhan pisang kemudian dirangkai dengan tangannya seorang diri.

sehabis sanggup menyeberangi sungai tanpa basah sedikit juga, kanjeng sunan memberitahukan kepada sang pria supaya memakai akalnya dengan baik, supaya menggunakan karunia yang dikasih oleh allah ta’ala dalam rangka ibadah kepada - nya.

lewat cerita ini, kanjeng sunan ampel bakal memberitahukan kepada kalangan muslimin kalau dakwah merupakan seni memperkenalkan pemecahan. dia tidak cukup dengan menyalahkan kemudian berpangku tangan. dakwah merupakan berikan ketahui, setelah itu memperkenalkan pemecahan atas perkara yang dialami umat. bukan mencaci tanpa donasi.

wallahu a’lam.





(sumber : kisahikmah. com/kisah - sunan - ampel/ )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman