TUTUP!!! Klik 2x...

Bagaimanakah Cara Nabi Bershalawat Kepada Dirinya Sendiri?

Shalawat jadi salah satu trik umat islam buat menyayangi rasulullah. dengan shalawat pula, hingga rasul hendak mengenali manakah umatnya nanti di hari kiamat. banyak sekali keutamaan yang didapat dengan membaca shalawat, tidak cuma buat akhirat, tetapi di dunia juga sudah dapat dialami.

sampai - sampai karenanya, tiap muslim berlomba - lomba buat mengucapkan shalawat sebanyak - banyak kepada nabi, baik sehabis shalat maupun dalam shalat itu seorang diri. salah satu kalimat shalawat ada dalam tasyahud ataupun tahiyat entah dini ataupun akhir.

karna jadi suatu teks harus buat umat islam, hingga timbul suatu persoalan, “bagaimanakah trik rasulullah membaca kalimat shalawat yang benar diperuntukan kepada pribadinya yang mulia? ”

saat sebelum menjawabnya, kita tahu dulu makna teks tasyahud yang tetap kita lantunkan tiap shalat supaya lebih mengerti hendak iktikad yang dituju.

“segala perkataan selamat, salawat dan juga kebaikan merupakan untuk allah. mudah - mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai nabi beserta rahmat allah dan juga barakahnya. mudah - mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan juga kepada segala hamba allah yang shalih. saya bersaksi kalau tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan allah dan juga saya bersaksi kalau muhammad itu merupakan hambanya dan juga utusannya. ”

serupa seperti itu terjemahan lafadz tasyahud yang di informasikan rasulullah kepada teman - temannya ialah ibnu mas’ud radhiyallahu ‘anhu yang ditulis dalam shahih bukhari.

di dalam kalimat tersebut ada sebagian kalimat yang melaporkan shalawat maupun yang menuju kepada diri nabi.

assalamu’alaika ayyuhan nabi (mudah - mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai nabi)

asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuuluh (saya bersaksi kalau muhammad merupakan hamba dan juga utusannya)

sehabis itu setelah itu kita mengucapkan shalawat serupa terjemahan berikut ini

“ya allah, mudah - mudahan shalawat tercurah kepada muhammad dan juga keluarga muhammad sebagaimana tercurah pada ibrahim dan juga keluarga ibrahim” (hr bukhari dan juga muslim)

lalu bagaimanakah nabi membaca shalawat ataupun kalimat yang menuju kepada pribadinya?

bersumber pada penjelasan dari imam zakaria  (AL) anshari melansir dalam kitab  (AL) adzan, ar rafii kalau rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca tasyahud dengan kalimat, “wa asyhadu annii rasulullah.. ” (aku bersaksi kalau aku merupakan utusan allah). hendak namun imam zakaria berkata kalau ini tidak bisa jadi dan juga melaporkan kalau trik rasul bertasyahud sama dengan trik kita saat ini ini. statment ini diriwayatkan oleh malik dalam  (AL) muwatha dan juga ibnu rifah dalam   (AL) kifayah.

mula ali qori yang menggambarkan ulama madzhab hanafi juga melaporkan kalau tasyahud nabi sama serupa umat islam saat ini ini dan juga kalimat “asyhadu annii muhammad” merupakan tertolak dan juga tidak mempunyai dasar.

salawat yang diucapkan oleh rasul bagi kepada perintah allah, “wahai orang - orang yang beriman, bagikan salawat dan juga salam kepadanya. ” (qs  (AL) ahzab 56)

dari firman allah tersebut, hingga baik rasul maupun orang yang beriman mengucapkan shalawat yang sama.

dalam riwayat ibnu abi hatim, imam as suyuthi mengatakan, “apabila allah berfirman, wahai orang - orang yang beriman, hingga lekas kerjakan, karna nabi shallallahu ‘alaihi wasallam penggalan dari mereka. ”

dengan penjelasan tersebut hingga dikenal kalau rasulullah mengucapkan shalawat sama serupa yang saat ini ini kita ucapkan. fatawa syabakah islamiyah juga melaporkan,

“mengingat perintah bersalawat pula mencakup nabi dan juga yang yang lain, hingga tidak diragukan kalau nabi bershalawat buat diri dia seorang diri. karna dia merupakan orang yang amat bersegera melakukan perintah rabbnya. ”

kesimpulan kesimpulannya merupakan nabi muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam membaca shalawat ataupun tasyahud sama persis dengan perkataan kita saat ini dan juga tidak terdapat yang butuh dianehkan dikala nabi menyebut namanya seorang diri tanpa mengubahnya dengan kata ubah “saya”.




(sumber: kabarmakkah. com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman