TUTUP!!! Klik 2x...

Hai Orang-Orang yang Beriman, Janganlah Kamu Mengambil Orang-Orang Yahudi dan Nasrani Menjadi Pemimpin-Pemimpinmu

Hai orang - orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang - orang yahudi dan juga nasrani jadi pemimpin - pemimpin (mu) ; sebahagian mereka merupakan pemimpin untuk sebahagian yang lain. barangsiapa diantara kalian mengambil mereka jadi pemimpin, hingga sebetulnya orang itu tercantum kalangan mereka. sebetulnya allah tidak berikan petunjuk kepada orang - orang yang zalim. hingga kalian hendak memandang orang - orang yang terdapat penyakit dalam hatinya (orang - orang munafik) bersegera mendekati mereka (yahudi dan juga nasrani) , seraya mengatakan: “kami cemas hendak menemukan bencana”. mudah - mudahan allah hendak mendatangkan kemenangan (kepada rasul - nya) , ataupun suatu keputusan dari sisi - nya. hingga karna itu, mereka jadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. dan juga orang - orang yang beriman hendak berkata: “inikah orang - orang yang bersumpah serius dengan nama allah, bahwasanya mereka betul - betul beserta kalian? ” rusak binasalah seluruh amal mereka, kemudian mereka jadi orang - orang yang merugi.  (qs. al - maa - idah: 51 - 53)


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘبَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ ﴿٥١﴾ فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰ أَن تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ ۚ فَعَسَى اللَّـهُ أَن يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِّنْ عِندِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا أَسَرُّوا فِي أَنفُسِهِمْ نَادِمِينَ ﴿٥٢﴾ وَيَقُولُ الَّذِينَ آمَنُوا أَهَـٰؤُلَاءِ الَّذِينَ أَقْسَمُوا بِاللَّـهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ ۙ إِنَّهُمْ لَمَعَكُمْ ۚ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَأَصْبَحُوا خَاسِرِينَ ﴿٥٣



allah melarang para hamba - nya yang beriman menjadikan kalangan yahudi dan juga nasrani bagaikan sahabat dekat. setelah itu allah mengabarkan kalau sebagian dari mereka merupakan sahabat untuk sebagian yang yang lain.

setelah itu ia mengecam siapa yang menjadikan kalangan yahudi dan juga nasrani bagaikan sahabat dekat, melalui firman - nya, “barangsiapa di antara kalian mengambil mereka jadi sahabat, hingga sebetulnya orang itu tercantum kalangan mereka. ” ibnu abi hatim meriwayatkan kalau ‘umar memerintahkan abu musa al - asy’ari supaya mengatakan kepadanya apa yang dia ambil dan juga yang dia bagikan dalam satu lembaran kulit yang disamak. sedangkan abu musa memiliki sekretaris beragama nasrani, dan juga dia juga mengatakan perihal itu kepadanya. ‘umar juga kagum (atas isi kabar itu) seraya berkata, “sesungguhnya isi lembaran itu betul - betul apik. ”

[pada peluang yang lain, ‘umar mengatakan kepada sekretaris abu musa itu], “apakah engkau dapat membaca tulisan yang tiba dari syam buat kami di masjid? ” abu musa menanggapi, “ia tidak dapat (masuk masjid). ” ‘umar bertanya, “apakah dia lagi junub? ” abu musa menanggapi, “tidak, namun dia nasrani. ”

abu musa berkata, “mengetahui perihal itu, dia menghardikku dan juga memukul pahaku. setelah itu dia berkata, ‘usirlah dia. ’ setelah itu dia membaca,

“hai orang - orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang - orang yahudi dan juga nasrani jadi sahabat dekatmu. ’”

setelah itu dia meriwayatkan dari ‘abdullah bin ‘utbah, dia berkata, “hendaklah salah seseorang dari kamu cemas apabila jadi yahudi ataupun nasrani sebaliknya dia tidak menyadari. ” dia (ibnu abi hatim) berkata: “aku menyangka kalau yang dia maksudkan merupakan isi ayat ini, ‘hai orang - orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang - orang yahudi dan juga nasrani jadi sahabat dekatmu. ’”

firman - nya, “maka kalian hendak memandang orang - orang yang terdapat penyakit dalam hatinya, ” ialah keraguan dan juga kemunafikan, “bersegera mendekati mereka (yahudi dan juga nasrani) , ” ialah bersegera mengasihi mereka dan juga menjadikan mereka bagaikan sahabat dekat, baik secara zhahir ataupun batin. “seraya mengatakan, ‘kami cemas hendak menemukan musibah. ” mereka mengemukakan sebab mengapa menyayangi dan juga mengasihi kalangan yahudi dan juga nasrani, ialah karna mereka takut sesuatu perihal hendak terjalin. mereka takut kalangan kafir sukses mengalahkan kalangan muslimin. oleh karna itu, mereka mau memperoleh dorongan dari yahudi dan juga nasrani, dan juga perihal itu dinilai menguntungkan untuk mereka.

kala seperti itu, allah berfirman, “mudah - mudahan allah hendak mendatangkan kemenangan (kepada rasul - nya). ” kata as - suddi, kemenangan yang diartikan merupakan penaklukan kota makkah. “atau suatu keputusan dari sisi - nya. ” kata as - suddi, ialah pewajiban membayar jizyah atas orang yahudi dan juga nasrani. “maka karna itu, mereka, ” ialah orang - orang munafik yang menjadikan kalangan yahudi dan juga nasrani bagaikan sahabat dekat, “terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka, ” ialah perbuatan menjadikan mereka bagaikan sahabat dekat, “menjadi menyesal. ”

mereka menyesal atas apa yang mereka jalani. sementara itu sesungguhnya orang - orang kafir itu tidak dapat mendatangkan khasiat sedikit juga dan juga tidak pula dapat menolak sesuatu mudharat. terlebih lagi perihal itu pada hakekatnya merupakan sesuatu mafsadah (kerugian) , karna aib mereka terbuka dan juga allah menampakkan hal - hal mereka di dunia kepada para hamba - nya yang beriman, sehabis sebelumnya aib mereka tertutup, tidak dikenal gimana kondisi mereka.

kala aib mereka terbuka, hingga masalah mereka jadi jelas di mata para hamba allah yang beriman. kalangan mukminin tercengang, bisa - bisanya mereka menampakkan diri bagaikan orang - orang yang beriman dan juga bersumpah atas keimanannya itu, sementara itu saat ini jelaslah kedustaan mereka. keheranan kalangan mukminin ini diterangkan dalam firman allah,

“dan orang - orang yang beriman hendak berkata, ‘inikah orang - orang yang bersumpah serius dengan nama allah, bahwasanya mereka betul - betul berserta kalian. ’ rusak binasalah seluruh amal mereka, kemudian mereka jadi orang - orang yang merugi. ” [syahida. com/anw]

==

sumber: kitab shahih tafsir ibnu katsir jilid 3, penerbit: pustaka ibnu katsir



(sumber: syahida. com/2016/09/25/5287/hai - orang - orang - beriman - janganlah - kamu - mengambil - orang - orang - yahudi - dan - nasrani - menjadi - pemimpin - pemimpinmu/#ixzz4lizmooz4)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman