TUTUP!!! Klik 2x...

Ini Jawaban Atas Pernyataan Buat Apa Berkerudung, Jika Kelakuan Rusak

Buat apa berkerudung bila kelakuan rusak’. statment ini kerap keluar dari mulut kalangan hawa dengan iktikad bagaikan pembenaran hendak prinsip hidupnya yang tidak ingin mengenakan kerudung. terlebih lagi statment itu dikuatkannya dengan mengatakan: “kan kasihan, islam nanti jadi kurang baik di mata dunia. jadi lebih baik kita perbaiki kelakuan kita aja dahulu saat sebelum memutuskan menggunakan kerudung”.

sekilas perkata ini terdengar benar dan juga bijak sampai banyak kalangan hawa yang menjajaki jalur ini. sementara itu dibalik perkata ini terdapat bahaya besar mengintai yang pada kesimpulannya mendatangkan kebinasaan demi kebinasaan untuk kalangan hawa itu seorang diri. terlebih lagi akibat mengganggu yang mencuat dari uraian ini pula berefek pada kalangan adam.

betapa tidak, terus menjadi hari terus menjadi banyak kalangan hawa yang tidak menutup auratnya. mereka terasa kalau rambut tidaklah rambut/aurat, sampai mereka santai aja keluar rumah tanpa menggunakan kerudung. ditambah lagi trend busana yang mereka kenakan menjajaki style para artis sinetron yang serba - serbi sedikit dan juga ketat. walhasil, lekuk - lekuk badan tergambar jelas. perihal ini jadi godaan besar untuk kalangan adam yang melihatnya.

saudariku muslimah marilah kita menyudahi dari berkata ‘kerudungin hati dahulu, baru deh kerudungin rambut’. bila juga hati benar belum seluruhnya dapat diperbaiki, hingga menutup rambut alias berkerudung merupakan senantiasa harus hukumnya. belum bisanya kita menata hati supaya jadi islami ataupun belum bisanya kita membetulkan kelakuan, tidak jadi karena gugurnya kewajiban tersebut.

dzat yang maha agung yang telah menghasilkan wanita, sudah keluarkan sk formal hendak perihal ini. firman - nya dalam alquran:

“wahai nabi, katakanlah kepada istri - istrimu, kanak - kanak perempuanmu dan juga istri - istri orang mukmin: ‘hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke segala badan mereka”. yang demikian itu biar mereka lebih gampang buat diketahui, karna itu mereka tidak diganggu. dan juga allah merupakan maha pengampun lagi maha penyayang. ” (qs. angkatan laut (AL) ahzaab: 59)

jadi perkenankan aja kerudung itu menempel di kepala dan juga menjuntai menutupi dada. karna dengan demikian, saudariku muslimah telah menunaikan salah satu kewajibannya terhadap si pencipta.

saat ini ayo kita amati dari sudut pandang lain. katakanlah mereka yang berpaham ‘perbaiki kelakuan dahulu, barulah berkerudung’ benar sukses jadi perempuan berkelakuan baik. mereka senantiasa mendirikan sholat yang 5 waktu plus sholat - sholat sunnah yang lain. tidak kurang ingat tiap hari mereka juga mengaji alquran. zakat, infaq dan juga sedekah juga senantiasa mereka keluarkan. mereka pula senantiasa ramah dan juga menjalakan silaturahmi dengan seluruh orang.

tetapi wahai saudariku, seluruh itu tidak jadi karena gugurnya dosa yang dipikul akibat dia tidak menutup auratnya. dia senantiasa dicatat bagaikan hamba allah yang berdosa karna tidak ingin melakukan salah satu perintah - nya. sementara itu perintah itu sudah begitu jelas terpampang di depan batang hidungnya dan juga tidak pula terdapat udzur yang menghalanginya.

coba kita bayangkan, kala ia tengah asik mengaji membaca ayat - ayat suci alquran, setelah itu dia hingga pada ayat ke - 59 tulisan angkatan laut (AL) ahzaab di atas:

“wahai nabi, katakanlah kepada istri - istrimu, kanak - kanak perempuanmu dan juga istri - istri orang mukmin: ‘hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke segala badan mereka”. yang demikian itu biar mereka lebih gampang buat diketahui, karna itu mereka tidak diganggu. dan juga allah merupakan maha pengampun lagi maha penyayang. ”

“emhh make jilbabnya ntar - ntar dahulu deh tuhan. hamba ingin perbaikin kelakuan dulu”. ucapnya.

tidak disangka cuma berselang hitungan hari, dia tutup umur. allah mencabut ruh dari raganya. kemudian sebab apa yang bakal dia sodorkan nanti di yaumul hisab menimpa keengganannya berkerudung dan juga menggunakan hijab?

‘buat apa berkerudung, bila kelakuan rusak’, sebaiknya tidak lagi jadi mengerti yang dianut oleh perempuan muslimah supaya tidak menutup auratnya. janganlah perbuatan rusak segelintir muslimah membikin kita menghitung suatu secara totalitas. ibarat pepatah, ‘karena nila setitik, rusak susu sebelanga’. tetaplah menggunakan kerudung meski belum dapat membetulkan diri. tetapi, dari hari ke hari hendaklah terdapat usaha buat mengarah ke arah revisi diri itu.

wallahu a’lam





(sumber: kabarmakkah. com)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman