TUTUP!!! Klik 2x...

Inilah Kenapa Doa Ibu Bisa Menembus Langit

Tidaklah tidak bisa jadi bila sangat banyak orang orang sukses di segala dunia ini lantaran memiliki ikatan yang baik dengan kedua orang tuanya terlebih kepada bunda. mengapa? karna ridha allah yakni ridha orang tua, dan juga doa bunda itu begitu tanpa jilbab di hadapan allah gampang menembus langit. sampai - sampai doa seseorang bunda yang dia dipanjatkan buat anaknya boleh jadi amat gampang buat allah kabulkan.

bisa jadi sebagian orang masih tidak siuman kalau mungkin kesuksesan - kesuksesannya sepanjang ini merupakan buah dari doa seseorang bunda kepada allah tanpa dia tahu. dan juga seseorang bunda itu tanpa disuruh tentu hendak senantiasa mendoakan anaknya di masing - masing nafasnya ketika bermunajat kepada allah. tetapi seseorang anak belum tentu senantiasa berdoa buat orang tuanya.

barangkali pula kita suka meringik tentang watak kurang baik orang tua, entah karna bunda nya cerewet, suka turut campur, suka nyuruh - nyuruh, tidak gaul dan juga lain sebagainya. bila serupa ini hingga tragis. mengapa tragis? karna sangat fokus dengan secuil ketiadaan orang tua dan juga melupakan segudang kebaikan yang telah dikasih kepada kita sepanjang ini.

di luar situ bisa jadi terdapat orang - orang di pinggir jalanan, di dasar kolong jembatan dan juga di tempat yang lain mereka pula suka meringik, tetapi yang mereka keluhkan yakni bukan karna watak orang tua ataupun bunda mereka, tetapi mereka meringik karna mereka tidak memiliki lagi orang tua.

bersyukurlah bila masih memiliki orang tua. bila mau ketahui kerasanya tidak memiliki bunda, coba tanyakan kepada mereka yang bunda nya telah tiada. bisa jadi perasaan mereka amat berkecil hati dan juga ketiadaan motivasi dalam hidup.

coba bayangkan bila kita tidak memiliki bunda, kala kita hendak berangkat ke luar rumah buat sekolah ataupun bekerja, tidak terdapat lagi tangan yang bias kita cium. bila tidak memiliki bunda bisa jadi tidak terdapat lagi santapan yang ada di meja makan dikala kita kembali. bila kita tidak memiliki bunda lagi kala hari lebaran rumah merasa hening dan juga lebaran merasa tanpa arti. bila kita tidak memiliki bunda barangkali kita cuma dapat membayangkan muka tulusnya di benak kita dan juga memandang pakaian - pakaiannya di lemarinya.

banyak di antara kita suka meringik tentang watak negatif bunda kita, tetapi kita tidak sempat berfikir bisa jadi kira - kira tiap malam bunda kita di keheningan sepertiga malam bangun buat shalat tahajud mendoakan kita hingga bercucuran air mata supaya sukses dunia dan juga akhirat.

bisa jadi di sesuatu malam dia sempat menghadiri kita dikala tidur dan juga mengucap dengan bisik “nak, maafkan bunda ya… bunda belum dapat jadi bunda yang baik bagimu” kita bisa jadi pula kurang ingat di dikala keadaan ekonomi rumah tangga kurang baik, bunda rela tidak makan supaya jatah makannya dapat dimakan anaknya. kala kita masih kecil bunda kira rela tidur dan juga lantai dan juga tanpa selimut, supaya kita dapat tidur aman di kasur dengan selimut yang hangat.

sehabis seluruh pengorbanan telah dikasih oleh bunda kita sepanjang ini, kemudian coba renungkan apa yang kita perbuat sepanjang ini kepada bunda kita? kapan terakhir kita membikin dosa kepadanya? kapan terakhir kita membentak - bentaknya? pantaskah kita membentak bunda kita yang sepanjang 9 bulan memiliki dengan penuh penderitaan? oleh karna itu hingga berusahalah buat berbakti kepada orang tuamu spesialnya kepada ibumu. karna masa depan kita terdapat di desah doa - doanya tiap malam. dan juga ingat sikap kita dengan orang tua kita dikala ini hendak mencerminkan sikap anak kita kepada diri kita nanti.

dan juga doa bunda itu sanggup menembus langit, amat mustajab di hadapan allah. hingga muliakanlah ibumu.




(sumber: islampos. com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman