TUTUP!!! Klik 2x...

Istriku, Bantulah Aku Untuk Taat Kepada Ibuku Agar Kita Bersama-sama Menjadi Penghuni Surga

Seseorang teman menuturkan cerita berikut;

“semoga allah subhanahu wa ta’ala membagikan balasan yang baik untuk suamiku. tiap kali dia mengucapkan perkata yang bernada jengkel pada ibunya yang telah lanjut umur, ataupun merasakan terdapat perilaku kurang berkenan, ataupun dia terasa hubunganku dengan ibunya melemas, dia berdiam diri, tidak bicara dan juga tidak pula berbuat suatu yang sekiranya melukai perasaanku ataupun berbuat durhaka. dia mengajakku meninggalkan rumah, dan juga berangkat ke pasar. suamiku mengatakan, “kita hendak membeli hadiah buat seseorang perempuan yang kau tahu dengan baik. saya memohon engkau memilihnya! ” saya mendesaknya buat berkata siapa perempuan itu, namun dia menolak dan juga menyerahkan yang sebanyak 5000 riyal dan juga memintaku buat membeli perhiasan emas.

kala datang di rumah saya bertanya berulang, siapa perempuan yang diartikan suamiku. suamiku mengatakan, “ibuku! ” saya terasa risih dan juga cuma terdiam, namun dalam hati saya mengatakan, “selama duit itu kepunyaan suamiku, kenapa saya mesti tidak mau berbuat baik, sementara itu saya tidak ketiadaan apa - apa! ” saya duduk di hadapan bunda mertuaku dan juga kukatakan kepadanya, “bu, ini terdapat bingkisan ala kadarnya dari kami buat bunda, barangkali sepanjang ini kami tidak seluruhnya mencermati bunda ataupun kami telah berbuat khilaf kepada bunda. ”

bunda mertuaku mengatakan, “aku tidak menginginkan apa - apa dari kamu. sepanjang kamu berdua baik aja, saya sudah terasa bahagia. ”

saya membukakan bingkisan dan juga kala dia memandang isinya bunda mertuaku meneteskan airmata di pipinya. saya bersimpuh, memeluk erat kedua kaki bunda mertuaku dan juga menciumnya. saya menangis dan juga dalam tangisku saya terasa dia tidak berubah dari bunda kandungku yang wafat dikala saya masih kecil. kondisi kami di rumah berbeda membaik berkat karunia allah subhanahu wa ta’ala dan juga berkat perilaku suamiku; keikhlasan dan juga kebaikannya. ”

# # # #

berteman dengan bunda memerlukan keahlian, seni dan juga kecerdasan. katakan kepada istri kamu, “suamimu merupakan jalur yang hendak mengantarkanmu ke surga, dan juga ibuku merupakan jalanku mencapai surga, hingga taatlah pada suamimu supaya masuk surga, dan juga bantulah saya buat taat kepada ibuku supaya kita bersama - sama jadi penunggu surga…” berilah penafsiran kepada istri kalau di situ banyak perihal yang nampak sepele tetapi memiliki arti yang besar untuk ibumu! ”

bagaikan contoh, dikala naik mobil, apa sebab kamu tidak mendudukan bunda di samping kamu di jok depan, namun kamu mendudukannya di balik? ! tidakkah kamu menyadari, aksi itu mampu menyinggung perasaan bunda? tidakkah kamu menyadari, bunda merupakan seseorang perempuan yang memiliki kerasa cemburu? apakah sepanjang ini kamu cuma ketahui kalau kerasa cemburu itu cuma terdapat dalam kehidupan suami - istri semata? bukankah sudah kami katakan, dalam pemikiran kamu dapat jadi perihal itu sangat sepel, namun untuk bunda kamu, perihal itu memiliki arti yang besar.

bila sesuatu waktu kamu mengantarkan bingkisan, hingga jangan mengistimewakan istri dengan memberinya hadiah yang berharga, lagi bunda kamu diberi hadiah yang sama dengan hadiah yang dikasih pada pembantu. beri peluang kepada bunda kamu buat memilah bingkisan yang dia mau, ataupun amat tidak bagikan bingkisan yang sama nilainya. usahakan berbarengan dengan istri kalau bingkisan itu diistimewakan buat bunda. kamu hendak meyakinkan kalau ibumu tidak tamak dengan bingkisan yang kamu bagikan dan juga dia hendak amat menyanjung sikapmu itu! [syahida. com]

sumber: musa bin muhammad hajjad az - zahrani (keramat hidup: orang tua)






(sumber: syahida. com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman