TUTUP!!! Klik 2x...

MasyaAllah ini Sebabnya Mengapa Jasad Nabi Dan Syuhada Tidak Membusuk

Dokter. abdul hamid (AL) qudhah menguraikan hasil studi ilmiah tentang mikroba dalam novel  (AL) mikrubat wa karamatusy syuhada yang telah diterjemahkan dengan judul jasad syuhada tidak membusuk.
 
diawali dari definisi dan juga uraian mikroba, keajaiban - keajaiban mikroba yang sukses ditemui lewat serangkaian studi sampai sarang - sarangnya. banyak gambar ditampilkan buat memenuhi dan juga menunjang data - data dalam novel itu.

berikutnya, dia mulai menarangkan kenapa jasad nabi dan juga syuhada tidak membusuk.

rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam sabdanya menarangkan kalau jasad para nabi tidak hendak dimakan (fauna) tanah. dia bersabda:

sebetulnya yang amat utama di antara hari kamu merupakan hari jumat. pada hari ini adam diciptakan dan juga dimatikan. pada hari ini pula terjalin peniupan sangkakala dan juga kematian massal. hingga perbanyaklah shalawat kepadaku

pada hari ini karna shalawat kamu itu hendak diperlihatkan kepadaku. mereka bertanya, wahai rasulullah, gimana shalawat kami hendak diperlihatkan kepadamu lagi jasadmu telah lapuk (remuk) hingga dia bersabda, sebetulnya allah azza wa jalla mengharamkan (fauna) tanah memakan jasad para nabi alaihimus salam (hr. an nasai dan juga ibnu majah)

sebaliknya menimpa para syuhada, allah subhanahu wa taala berfirman:

dan juga janganlah kalian berkata terhadap orang - orang yang gugur di jalur allah, (kalau mereka itu) mati; terlebih lagi (sesungguhnya) mereka itu hidup, namun kalian tidak menyadarinya. (qs.  (AL) baqarah: 154)

ayat ini banyak dimaknai kalau jasad syuhada tidak dimakan mikroba sebagaimana jasad para nabi. terlebih kala banyak ditemui dalil kalau jasad syuhada masih utuh. semisal jasad syuhada uhud dan juga mujahidin palestina yang ditampilkan dalam novel tersebut.

kemudian kenapa mikroba tidak mengganggu jasad para nabi dan juga syuhada? karena allah - lah yang memerintahkan mikroba berbuat demikian. allah yang menghasilkan mikroba, membikin sunnatullah kalau tugas mikroba menguraikan makhluk hidup yang telah mati, hingga ia pula yang dapat mengganti sunnatullah itu pada suatu yang dikehendakinya. jadi, mikroba merupakan makhluk yang amat patuh kepada penciptanya, simpul dokter. abdul hamid (AL) qudhah.
wallahu alam bish shawab.




(sumber : bersamadakwah. net)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman