TUTUP!!! Klik 2x...

Shalat Istikharah untuk Memilih Jodoh

Seseorang pria tiba kepada orang tua aku dengan iktikad mau memperistri aku. ini belum lamaran formal dari pihak keluarganya, namun baru sebatas menanyakan apakah aku bersedia bila dilamar. tentu aja aku tidak dapat menanggapi hari ini pula. aku memohon waktu buat shalat istikharah karna aku masih terdapat ganjalan apakah menerimanya ataupun tidak.

butuh dikenal, sebagian bulan yang kemudian terdapat pria lain yang melamar. namun aku menolaknya dengan sebab dia amat jauh dari kriteria aku. sesungguhnya pria yang saat ini tiba ke orang tua pula belum penuhi kriteria aku, tetapi tidak sangat jauh. aku takut bila menolaknya, hendak lebih lama lagi datangnya pria yang hendak melamar aku. sedangkan umur aku terus meningkat.

bagaimanakah trik shalat istikharah buat memilah jodoh sebagaimana kasus aku tersebut? terima kasih.
jawaban:

islam merupakan agama yang sempurna. dia mengarahkan dan juga membagikan tuntunan apa aja yang diperlukan oleh umat manusia. tercantum dalam urusan jodoh.

kala seseorang muslim ataupun muslimah wajib memilah satu diantara 2 ataupun banyak perihal, tercantum dalam perihal jodoh, islam menyarankan buat melaksanakan shalat istikharah. triknya, shalat 2 rakaat sebagaimana shalat sunnah yang lain yang 2 rakaat (serupa shalat tahiyyatul masjid ataupun shalat sunnah rawatib) , baik di siang hari ataupun juga di malam hari, setelah itu sehabis salam membaca doa yang dianjurkan rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى

“ya allah, sebetulnya saya meminta opsi kepada - mu dengan ilmu - mu, saya meminta kekuasaan - mu (buat menuntaskan urusanku) dengan kodrat - mu, dan juga saya meminta kepada - mu sebagian karunia - mu yang agung, karna sebetulnya engkau mahakuasa sebaliknya saya tidak berkuasa, engkau mahatahu sebaliknya saya tidak ketahui, dan juga engkau maha mengenali masalah yang gaib.
ya allah, bila engkau mengenali kalau urusan ini untukku, dalam agamaku, kehidupanku, dan juga dampaknya bagiku, hingga takdirkanlah dan juga mudahkanlah urusan ini bagiku, setelah itu berkahilah saya dalam urusan ini.
dan juga bila engkau mengenali kalau urusan ini kurang baik buat diriku, dalam agamaku, kehidupanku, dan juga dampaknya bagiku, hingga jauhkanlah urusan ini dariku, dan juga jauhkanlah saya dari urusan ini, dan juga takdirkanlah kebaikan untukku di mana juga, setelah itu jadikanlah saya ridha menerimanya. ” (hr. bukhari)

shalat istikharah tidak dibatasai berapa kali dicoba. maksudnya, bila hari ini shalat istikharah 2 rakaat, setelah itu besuk shalat istikharah 2 raka’at lagi, hingga tidak permasalahan. malah terus menjadi bagus bagaikan wujud taqarrub kepada allah dan juga meminta pertolongannya. sampai, kita menciptakan jawaban atas persoalan kita; kita mengambil keputusan atas pilihan - pilihan yang terdapat.

serupa dipaparkan sayyid sabiq dalam fiqih sunnah, teks shalat istikharah sehabis membaca tulisan (AL) fatihah bukanlah didefinisikan. jadi kamu dapat membaca tulisan ataupun ayat apa juga sehabis membaca tulisan (AL) fatihah.

gimana mengenali hasil shalat istikharah kalau kita dibimbing memilah a bukan b ataupun kebalikannya? tidak serupa kata sebagian orang kalau jawaban shalat istikharah dikirim allah dalam wujud mimpi, sebetulnya hasil istikharah merupakan kemantapan hati. ialah hati kita lebih cenderung ke opsi mana yang merasa lebih baik buat kita. hati kita mantap memilah apa, seperti itu hasil istikharah kita. tidak wajib berbentuk mimpi.

imam an nawawi menarangkan, “setelah istikharah, seorang wajib mengerjakan apa yang dirasa baik untuknya. di samping itu, sebaiknya dia betul - betul leluasa dari kehendak individu. jadi jangan hingga terdapat perasaan ini opsi tersadu, saat sebelum mengerjakan shalat istikharah. karna bila demikian, sama halnya tidak istikharah ataupun kurang tawakkal pada pengetahuan dan juga kekuasaan allah. wallahu a’lam bish shawab. []





(sumber: keluargacinta. com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman