TUTUP!!! Klik 2x...

Akhir Zaman, Ditandai Dengan Banyaknya Yang Memburu Dunia dan Menjual Akhirat

Dari abu hurairahra, rasulullah shallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

يَخْرُجُ
فِي آخِرِ الزَّمَانِ رِجَالٌ يَخْتِلُوْنَ الدُّنْيَا بِالدِّينِ
يَلْبَسُوْنَ لِلنَّاسِ جُلُوْدَ الضَّأْنِ مِنَ اللِّينِ، أَلْسِنَتُهُمْ
أَحْلَى مِنَ السُّكَّرِ، وَقُلُوْبُهُمْ قُلُوْبُ الذِّئَابِ، يَقُوْلُ
اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَبِي يَغْتَرُّوْنَ، أَمْ عَلَيَّ يَجْتَرِئُوْنَ؟
فَبِي حَلَفْتُ لَأَبْعَثَنَّ عَلَى أُولَئِكَ مِنْهُمْ فِتْنَةً تَدَعُ
الحَلِيْمَ مِنْهُمْ حَيْرَانًا

“akan keluar di akhir era nanti
sebagian orang yang mencari dunia dengan amalan din, mereka mengenakan
baju di tengah - tengah manusia dengan kulit kambing yang lembut, lisan
mereka lebih manis dari pada gula, namun hati mereka merupakan hati
srigala. allah subhanahu wata’ala berfirman, “apakah terhadap - ku mereka
berani menipu ataukah mereka berani melawan saya? hingga dengan
kebesaran - ku, saya bersumpah, saya betul - betul hendak mengirim kepada mereka
fitnah yang menyebabkan ulama yang teguh hati juga jadi bimbang. ”
[hr. at - tirmidzi, sunan at - tirmidzi, kitab az - zuhd, nomor. 2515]

hadits
ini, bila ditinjau dari seluruh jalur periwayatannya hingga tercantum hadits
dha‘if (lemah) , hendak namun tiap - tiap darinya memantapkan yang lain.
at - tirmidzi menetapkan kalau hadits ibnu umar rhuma itu berderajat
hasan. al - mundziri menukilkan penetapan hasan oleh at - tirmidzi ini dan
mengakui kebenarannya. oleh karna seperti itu peran hadits - hadits ini
merupakan hasan li ghairihi ataupun dha‘if yang dikuatkan.

bersegera beramal saat sebelum datangnya fitnah

rasulullah
shalalalahu ‘alaihi wassallam menggambarkan kalau fitnah akhir zaman
itu bagai sepotong malam yang hitam. serupa apabila kita berposisi di tengah
hutan pada waktu malam, tanpa lampu pencerah, tanpa rembulan dan
bintang, terlebih lagi sekadar sinar kunang - kunang. kegelapan yang membuat
seorang terlebih lagi tidak sanggup buat memandang tangannya seorang diri, apalagi
benda - benda di sekitarnya.

keadaan hidup yang semacam ini sangat
berpotensi buat menggelincirkan siapapun. dampak parah fitnah yang gulita
ini mampu membikin seseorang yang di pagi hari masih beriman tetapi di sore
hari jadi kafir. ataupun di sore hari beriman tetapi pada pagi harinya
kafir.

karenanya rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam
memerintahkan supaya seseorang hamba tidak menunda kebaikan dan juga amal shalih
yang mampu dikerjakannya:

bersegeralah kamu melaksanakan amal
shalih saat sebelum datangnya bermacam fitnah yang serupa potongan - potongan
malam yang hitam gulita. pada waktu pagi seseorang masih beriman, namun di
sore hari sudah jadi kafir; dan juga pada waktu sore hari seorang masih
beriman, setelah itu di pagi harinya sudah jadi kafir. ia menjual
agamanya dengan sekeping dunia” hr. muslim nomor. 169, tirmidzi nomor. 2121,
dan juga ahmad nomor. 7687. ]

fenomena penjual agama di akhir zaman

nubuwat
tentang keharusan buat bersegera beramal shalihmengisyaratkan tentang
datangnya masa di mana manusia hendak dengan amat gampang menjual
agamanya dengan dunia. fenomena ulama su’ merupakan cerminan yang paling
mewakili keadaan di atas. iming - iming harta, tahta, perempuan dan
popularitas dunia telah banyak menggelincirkan para ulama su’. di antara
mereka terdapat yang berkedok bagaikan ilmuan ataupun cendekiawan muslim, padahal
sejatinya merupakan para pengasong agama yang profesinya bagaikan tukang
permak ayat dan juga hadits setimpal tuntutan dan juga selera tuan besarnya. ada
pula yang awal mulanya da’i ataupun mubaligh yang proses kemunculannya melalui
semacam hawa di tassi ataupun ajang pencarian

bakat.
mereka seketika tenar karna skenari opera owner industry media. niat
berdakwah sudah beralih. kedudukannya di warga bukan lagi sebagai
pembimbing umat, tetapi sudah selevel dengan para selebritis papan atas;
penghibur dan juga jadi tontonan yang menyenangkan, yang tiap kali
manggung terdapat tawar - menawar tarif. moment ramadhan jadi ladang yang
menggiurkan. da’i - da’iselebritis ini melihatpeluang yang besar untuk
meraup keuntungan. karena, dikala semacam itu media tv memang
berlomba buat menaikkan rating iklannya dengan acara - acara intermezo yang
berbau spiritual. dan juga mereka hendak jadi tokoh utamanya.

namun
terdapat pula yang benar dari dini sudah didesain oleh sesuatu kelompok atau
lembaga tertentu supaya tokoh tersebut jadi mascot produknya. dengan
bekal gelar doktor ataupun ahli pakar, para tokoh itu dengan amat mudah
buat melegalkan yang haram dan juga mengharamkan yang halal. menebar fitnah,
memusuhi pembela syariah dan juga tiada henti menyesatkan manusia dari jalan
allah telah pekerjaan pokoknya. tentu aja dengan imbalan dan juga bayaran
yang amat menggiurkan.

terlebih lagi para ulama jujurpun dibuatnya bingung

dokter.
al - mubayyadh mengomentari hadits di atas; “hadits ini menunjukkan
sekelompok manusia yang menampakkan pribadinya bagaikan ahlii badah, zuhud,
dan juga lembut tutur katanya dan mengasyikkan. sementara itu mereka ini pada
hakikatnya pencari dunia. dunia merupakan cita - cita terbanyak mereka atau
jadi sesembahan mereka yang kesatu.

kondisi lahiriah mereka
sebaliknya dengan keadaan bathiniyah mereka. hati mereka menyelisih lisan
mereka. mereka mencari dunia dengan mengerjakan amalan akhirat. kelompok
manusia serupa inilah yang jadi pemicu fitnah di warga. fitnah
terlebih yang lebih besar daripada orang - orang yang nampak bagaikan ahli
ibadah secarala hiriah, ataupun nampak bagaikan pencari akhirat dalam
pemikiran orang, namun mereka sesungguhnya merupakan penyembah dunia? arahan
yang benar (bagi mereka) berbagai apakah yang hendak didapatkan
warga universal dari orang - orang serupa ini? [1]

hadits ini juga
mengisyaratkan kalau terdapatnya kelompok manusia berhati srigala ini di
tengah warga menggambarkan karena utama terjatuhnya warga kedalam
fitnah yang menyesatkan. saking hitam dan juga dahsyatnya fitnah itu sehingga
menjadikan orang yang amat pantas mengenali kebenaran juga menjadi
bimbang dalam mengurusi urusannya.

bila para ulama dan juga orang
jujur aja terbuat bimbang mengalami fenomena itu, kemudian gimana dengan
kita yang awam? mudah - mudahan allah menyelamatkan kita dari fitnahmereka.
wallahua’lam bishshawab. *

penulis buku - buku akhir zaman

[1]al - mausu’ahfilfitanwalmalahimwaasyratussaah.

rep: admin hidcom




(http: //www. muslimhebat. com/akhir - zaman - ditandai - dengan - banyaknya - yang - memburu - dunia - dan - menjual - akhirat. html? utm_source=dlvr. it )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman