TUTUP!!! Klik 2x...

Begini Cara Nabi Muhammad Memuliakan Perempuan

Sesuatu kala, seorang melukai kepala seseorang budak wanita dengan batu hingga terluka. setelah itu salah seseorang teman nabi saw menanyai budak perempuan tersebut, siapa yang berbuat demikian kejam terhadapnya. kala disebutkan nama seorang yang memukulinya. perempuan tersebut menganggukkan kepalanya.

setelah itu, orang yang melukai budak perempuan tersebut dihadapkan kepada rasulullah, namun dia tidak mengakui perbuatannya hingga waktu yang cukup lama. namun pada kesimpulannya, dia mengakui perbuatannya dan juga rasulullah saw memerintahkan teman buat menghukum orang tersebut.

riwayat dari anas ra di atas menampilkan, betapa ajaran islam amat memuliakan perempuan dengan menjadikannya manusia yang sama perannya dengan pria dalam tiap lini kehidupan, kecuali yang berhubungan dengan tugas, kewajiban, tanggung jawab, dan juga karier yang tidak setimpal dengan fitrahnya bagaikan perempuan.

sebagaimana allah swt berfirman dalam alquran, “dan orang - orang yang beriman, pria dan juga wanita, sebagian mereka (merupakan) jadi penolong untuk sebagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, menghindari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan juga mereka taat kepada allah dan juga rasul - nya. mereka itu hendak diberi rahmat oleh allah. sebetulnya allah mahaperkasa lagi mahabijaksana, ” (qs. at - taubah [91]: 71)

islam membagikan kemuliaan dan juga penghargaan yang besar kepada kalangan perempuan. bagaikan contoh, ummul mukminin aisyah ra banyak sekali meriwayatkan hadis yang diiringi dengan penjelasannya. aisyah kerap berdiskusi dengan para teman nabi saw. dia pula tercantum yang jadi salah satu sumber referensi buat mengerti wahyu dan juga sunah nabi.

oleh karenanya, dalam islam perempuan pula mempunyai kewajiban yang sama dengan pria buat menuntut ilmu sejauh hayat dikandung tubuh. sebagaimana rasulullah saw bersabda, “mencari ilmu itu merupakan harus untuk tiap muslim pria ataupun muslim wanita. ” (hr ibnu abdil barr)

terpaut permasalahan ekonomi, seseorang perempuan berhak mempunyai harta barang dan juga menafkahkannya setimpal dengan keinginannya. tidak seseorang juga berhak memaksanya buat menafkahkan hartanya. tercantum saudara dekat dan juga suaminya sekalipun.

tercantum memilah pasangan hidup, seseorang perempuan berhak menolak kala hendak dinikahkan oleh walinya apabila dicoba tanpa seizinnya. rasulullah saw bersabda, “seorang janda lebih berhak atas pribadinya daripada walinya. seseorang perawan dimintakan izin darinya (kala bakal dinikahkan) , sebaliknya tanda - tanda izinnya merupakan diamnya. ”

begitulah islam memposisikan wujud perempuan, bagaikan manusia yang sama perannya dengan laki - laki. ia merupakan wujud bunda, kerabat wanita, anak wanita, dan juga istri yang wajib dihormati dan juga dihargai keberadaannya.





(sumber: fimadani. com)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman