TUTUP!!! Klik 2x...

Ini Penjelasannya Kenapa Kabah Dibangun Berbentuk Kubus

Kiblat yang jadi arah segala umat islam kala melakukan shalat merupakan menghadap ka’bah. bangunan suci ini mempunyai wujud serupa kubus dan juga seluruh umat manusia telah mengenali kalau wujud ka’bah benar serupa kubus.

tetapi mengerti kah kalau sesungguhnya pembangunan ka’bah dulu tidak direncanakan berupa kubus? mengerti kah pula gimana latar balik ka’bah sampai - sampai berupa kubus?

sesungguhnya ka’bah pada awal mulanya mempunyai ukuran yang salah satu sisinya semi melingkar dan juga bangunan ka’bah bergabung dengan hijr ismail.

hendak namun sebagian tahun saat sebelum rasulullah memperoleh wahyu yang kesatu, kalangan quraisy setuju buat membangun ka’bah yang dikala itu benar wajib menemukan revisi disebabkan kerap jadi target pasukan berkuda. tidak cuma itu aja, wilayah dekat baitul haram juga acapkali terjalin luapan air dan juga menyebabkan bangunan ka’bah kira - kira ambruk. karna perihal tersebut mereka juga setuju buat memakai duit yang halal dalam pembangunannya buat melindungi kesucian bangunan tersebut.

dengan kata lain, kalangan quraisy tidak memakai duit dari kerutinan mereka serupa serupa berjudi, menjarah, hasil riba ataupun masalah yang haram buat dicoba.

pada awal mulanya seluruh kalangan quraisy terasa cemas buat memecahkan bangunan suci tersebut. hendak namun kesimpulannya (AL) walid bin (AL) mughirah (AL) makhzumi mengakibatkan pembangunan berulang wujud ka’bah yang lebih kuat. sehabis memandang (AL) walid yang tidak hadapi suatu pada pribadinya, barulah warga quraisy yang lain menjajaki.

dalam prakteknya tiap kabilah menemukan penggalan buat membangun satu sisi ka’bah dan juga mengumpulkan material yang dibutuhkan setimpal dengan jatah tiap - tiap. pembangunan itu juga diarsiteki oleh seseorang bangsa romawi bernama baqum.

hendak namun nyatanya dana yang terkumpul tidak sanggup membangun ka’bah sebagaimana aslinya sampai - sampai kalangan quraisy juga membikin ka’bah dalam tipe yang lebih kecil. sedangkan buat letak hijr ismail, mereka menandainya dengan bebatuan seadanya berupa melengkung.

denah - kabah - dibangun - berbentuk - kubus

kala hendak meletakkan batu hajar aswad, tiap kabilah bertikai buat memastikan siapa yang amat berhak bawa dan juga meletakkannya ke semula. salah seseorang yang dituakan dalam kalangan tersebut yang bernama abu umayyah bin (AL) mughirah (AL) makhzumi setelah itu menawarkan penyelesaian dengan trik kalau siapa yang masuk kesatu kali ke wilayah ini, dialah yang berhak meletakkan hajar aswad tersebut.

sebagian dikala muncullah seseorang pemuda bernama muhammad yang diketahui bagaikan orang yang jujur, pintar, santun dan juga mampu dipercaya. kalangan quraisy juga setuju buat meletakkan hajar aswad melalui tangan muhammad. hingga muhammad yang dikala itu belum jadi nabi setelah itu menyetujuinya dan juga memiiliki trik yang unik buat membawanya.

dia meletakkan hajar aswad tersebut dalam selembar kain dan juga tiap kepala kabilah memegang tiap ujung selendang dan membawanya ke depan ka’bah. muhammad juga setelah itu mengambil hajar aswad tersebut dan juga meletakkannya pada tempat semula. dengan demikian tiap orang memperoleh penggalan atas peletakan tersebut dan juga tidak menyebabkan pertikaian.

sehabis sebagian tahun kenabian dan juga hadapi masa kejayaan, rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga mempunyai rencana buat membangun ka’bah setimpal wujud aslinya sebagaimana pada masa nabi ibrahim ‘alaihi salam. hendak namun rasulullah lebih dahulu meninggal saat sebelum rencana tersebut terealisasi.

pada jaman kekhalifahan abdullah bin zubair, bangunan ka’bah menemukan beberapa renovasi dan juga mengembalikannya pada pondasi sebagaimana masa nabi ibrahim ‘alaihi salam. pembangunan ka’bah yang dicoba pada kekhalifahan abdullah bin zubair ini juga jadi perwujudan dari cita - cita rasulullah dulu.

tidak cuma mengembalikan pondasi ka’bah, zubair pula memperluas ka’bah dimana sebelumnya telah dikurangi oleh kalangan quraisy dengan panjang 6 hasta. dia juga meningkatkan 2 buah pintu ka’bah yang terletak di arah barat dan juga di arah timur. tidak hanya itu zubair juga menaikkan ketinggian ka’bah jadi 27 hasta.

demikianlah uraian kenapa ka’bah berupa kubus. mudah - mudahan perihal tersebut menaikkan pengetahuan kita tentang kiblat yang jadi arah ibadah shalat yang umat muslim jalani tiap harinya.

wallahu alam





(sumber: kabarmakkah. com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman