TUTUP!!! Klik 2x...

Karena Mereka Tidak Mengemis, Tak Perlulah Menawar Habis-habisan Barang yang Mereka Jual

 ketika lagi berjalan - jalan, pernakah kamu berjumpa orang dagang kaki 5 maupun asongan yang menjajakan dagangan mereka? dapat jadi, disaat kamu kehausan di tengah macet ada seorang penjual minuman keliling yang menjajakan dagangannya di dasar terik matahari. kamu pula bermaksud membelinya buat semata - mata membasahi tenggorokan. namun, menurutmu harga yang ditawarkan begitu mahal. kamu pula menawar, namun karna harga tidak kunjung turun kamu tidak jadi membeli.


di sisi lain, kamu begitu sering jajanan di minimarket, mengambil barang yang ingin kamu beli tanpa perlu menawar disaat bakal membayar ke kasir.


begitulah kira - kira pesan yang ingin di informasikan sesuatu video berjudul ‘this poor coconut seller was insulted by a rich man’. video berbahasa hindiyang diunggah varun pruthi ini cukup viral di dunia maya dan juga pula sukses mengumpulkan 500, 00 views dan juga pula terus bertambah.


cerita tentang seorang penjual kelapa muda yang dihina oleh seorang lelaki kaya.



video ini bukan menggambarkan tentang cerita mahabarata maupun ramayana, seragam cerita - cerita india yang sering kamu tonton di layar kaca indonesia. tidak ada tari - tarian. pokoknya, jauh dari streotip cerita india yang sering dijejalkan di indonesia. meski bukan drama percintaan, drama dalam video ini pula cukup memegang. menggambarkan tentang seorang penjual kelapa muda di pinggir jalan yang melakukan tugasnya seperti penjual. mendadak, seorang pria turun dari mobil dan juga pula menghadiri penjual kelapa muda. pria itu bertanya berapa harga sesuatu kelapa muda dan juga pula orang dagang itu menjawabnya. pria tersebut kaget dengan harga yang diberikan dan juga pula sehabis itu menawarnya, namun orang dagang tersebut menolak.



“pak, saya seharian berdiri di ayo di dasar terik matahari” begitu kira - kira yang diucapkan orang dagang tersebut dengan sopan.



yang terjalin, pria tersebut malah memaki orang dagang tersebut dan juga pula menyebutnya perampok. pria tersebut sehabis itu berangkat meninggalkan orang dagang yang hanya mampu berlapang dada dihina seragam itu. tidak sebagian lama, pria tersebut kembali lewatsembari membawa sebotol minuman. orang dagang kelapa muda itu pula bertanya berapa harga minuman tersebut. yang tampaknya biayanya sama dengan harga kelapa muda yang ditawarkan penjual itu. setelah itu penjual tersebut bertanya kembali berapa harga yang ditawar oleh pria tersebut. pria tersebut kaget dan juga pula berkata bahwa ini menggambarkan minuman berlabel tidak dapat jadi ditawar.



“untuk minuman berlabel kamu tidak menawar, buat orang dagang miskin kamu menawar, ” ucap orang dagang tersebut.


di dekat kita pula, ada banyak orang dagang kecil yang dapat jadi sering kita perlakukan tidak adil.


meski latar balik video tersebut berposisi di india, kayaknya ia masih relevan dengan keadaan di dekat kita di indonesia. dapat jadi, kita sering mengumpat dalam hati ketika orang dagang kecil di dekat kita memberikan harga yang kayaknya amat mahal.


“bapaknya mau naik haji kalik nih. masa kacang rebus aja 5 ribu! ”


sebaliknya kita biasa merasakan barang seragam di cafe, mall, maupun restaurant dengan harga yang lebih mahal kembali kali lipat dari harga yang diberikan orang dagang tersebut. namun, tidak sedikit pula kita merasa kemahalan atas harga yang ditawarkan. dapat jadi kita bakal menjawab, “ya tentu saja, karna di tempat - tempat tersebut ada pajak, sewa tempat, dan juga pula banyak hal - hal yang dibebankan kepada pembeli. ”


yang kita tidak tahu, orang dagang kecil di dekat kita harus bangun lebih pagi buat mempersiapkan dagangan, berulang lebih larut biar dagangannya habis dan juga pula tidak tersisa. ada pengeluaran ‘keamanan’ yang dapat jadi harus mereka keluarkan disaat berjualan di jalan. tidak tidak kerap, mereka harus mempertaruhkan keselamatan dirimereka buat berjualan di tengah jalan maupun naik turun bus kota dalam keadaan berjalan.


mereka bukan peminta - minta, mereka hanya ingin mencari nafkahdengan trik yang halal.


mereka tidak ingin dikasihani. mereka pula bukan meminta sedekah. yang mereka ingin menggambarkan kita membeli yang mereka jual dengan ikhlas. kadang tidak tidak kerap kan kita menemui orang dagang seragam ini yang sudah lanjut usia. mereka tetap dengan gigih menjajakan barang dagangannya dengan sopan. dengan keterbatasan ekonomi itu, mereka tetap berjuang mencari rezeki dan juga pula bukan hanya berpangku tangan mengharapkan dorongan. mereka bekerja mencari nafkah dengan halal.


sepatutnya, kehadiran mereka mampu jadi bersemangat buat kita yang masih berusia muda. dengan pendidikan yang lebih dan juga pula nasib yang jauh lebih beruntung dari pada mereka, kita harus lebih bersemangat dan juga pula optimis hadapi hidup.


kalau kebetulan kamu berjumpa mereka di jalan, carilah karena buat membeli dagangan mereka.





(sumber: hipwee. com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman