TUTUP!!! Klik 2x...

Kedudukan Ibu dalam Islam

Tiap bertepatan pada 22 desember senantiasa diperingati bagaikan “hari ibu“. bukan tanpa sebab penetapan bertepatan pada yang menampilkan peringatan bagaikan hari bunda, mengapa bukan hari orang tua. apakah wujud seseorang bunda/perempuan lebih mulia dibanding wujud ayah/pria? sementara itu dalam kehidupan tiap hari istilah bunda tidak hendak terlepas dari wujud seseorang ayah/pria, perempuan diucap bunda karna memiliki suami pria ataupun terpanggil “bapak”, terlebih lagi panggilan seseorang bunda dalam pergaulan kerap dilekatkan dengan nama suaminya, bukan nama sesungguhnya dari bunda/perempuan itu seorang diri namun, contohnya suami namanya “amir” si istri namanya”ida”, dipanggilnya “bu amir” bukan “bu ida”.

peringatan hari bunda pastinya bertujuan tidak sekadar seremonial aja, ataupun cuma sekadar hura - hura/ramai - ramai yang tidak substansial, namun itu wajib dimaknai dengan serius yang mampu menggugah dan juga menegaskan kita seluruh betapa mulia istilah dan juga peran seseorang “ibu” dalam kehidupan umat manusia, yang pastinya perihal itu bukan berarti mengabaikan kedudukan “bapak”.

kemuliaan seseorang bunda terlebih lagi sempat jadi sesuatu legenda yang amat populer dari wilayah sumatera barat, yang jadi cerita menarik penuh pesan yang baik untuk kanak - kanak dalam menghormati orang tuannya, yang diketahui “legenda malim kundang”. dalam legenda tersebut diceritakan terdapat seseorang anak yang mau sukses, setelah itu merantau ataupun keluar dari kampung tamannya dengan meninggalkan ibunya sendirian, dan juga ibunya dengan berat hati, penuh tangis dan juga do’a kesimpulannya membebaskan kemauan anaknya tersbut. setelah itu anak yang bernama malim tersebut mencapai sukses jadi saudagar kaya dengan istri yang menawan rupawan, dan juga kesuksesannya menjadikan pribadinya kurang ingat asal - muasal sebelumnya serupa apa, terlebih lagi kala ibunya yang mendengar anaknya yang sudah sukses, memiliki kemauan buat menemuinya karna sudah lama tidak ketemu dan juga tidak ketahui laporan beritanya, sampai - sampai si bunda amat merindukannya. kala dia berjumpa si saudagar dengan baju kemegahannya yang didampingi seseorang perempuan menawan jelita, dengan naluri seseorang bunda yang sempat melahirkannya, dan juga identitas yang menempel dalam badan si anak, iapun percaya kalau saudagar itu merupakan anaknya yang lama telah berangkat bernama malim. nyatanya sang malim dengan kemewahan yang dipunyai telah melupakan seseorang bunda yang pakaiannya dekil dan juga kotor yang sempat memiliki, melahirkannya dan juga merawatnya semenjak kecil. malim terasa tidak sempat tahu dengan perempuan itu yang sebetulnya merupakan bunda kandungnya terlebih lagi berani mengusirnya. keangkuhan malim membikin si bunda marah, dan juga tidak terkontrol, sampai - sampai si bunda mengucapkan perkata buat tujuannya berikan pelajaran kepada anaknya, pendek cerita; apa yang dikatakan bunda malim kundang didengar dan juga dikabulkan oleh tuhan sampai - sampai malim kundang jadi sebongkah batu.

di masa rasulululloh saw pula ada cerita seseorang teman yang namanya alqomah, dia giat sholat, giat puasa dan juga banyak bersedekah, setelah itu sakit keras yang hadapi kesulitan menjelang meninggalnya dan juga kala para teman yang lain yang mengunjunginya dan juga mentalqin dengan kalimah laa ilaha illallah pada dikala naza’, dia tidak dapat mengucapkannya, sehabis dicari penyebabnya nyatanya bunda al - qomah sempat marah kepadanya, karna ibunya terasa tersinggung tidak dipedulikan oleh al - qomah, yang bagi ibunya alqomah lebih mendahulukan istrinya daripada ibunya. setelah itu rasululloh saw memohon ibunya buat memaaafkan al - qomah, supaya kematiannya gampang, namun si bunda tidak ingin memaafkan. karna si bunda tidak ingin memaafkan anaknya, hingga rasululloh saw mengecam hendak membakar al - qomah buat memesatkan kematian dan juga menyirnakan penderitaannya. cerita ini di sebutkan dalam hadits yang amat masyhur dan juga kerap jadi kisah - kisah teladan buat mengajari kanak - kanak supaya berbakti pada orang tuannya, tetapi dalam informasi ustadz ahmad sabiq bin abdul latif abu yusuf hafidzahullah (http: //alqiyamah. wordpress. co) dibahas kalau hadits tersebut tercantum dhoif/lemah, karna ada perawi bernama abul warqo’ fa’id bin abdirrahman yang menggambarkan salah seseorang yang ditinggalkan haditsnya dan juga seseorang yang tertuduh berdusta….. meski bisa jadi dhoif/lemah derajat haditsnya, aku kira cerita ini senantiasa dapat jadi cerita yang mampu jadi ibroh/pelajaran untuk kita seluruh, sebagaimana legenda malim kundang, kalau seseorang seseorang anak wajib memuliakan orangtua, paling utama ibunya.

terlepas dari kisah - kisah tersebut di atas, sebetulnya alloh swt lewat firman - nya dalam al - qur’an dan juga raslulloh saw dalam haditsnya telah memerintahkan kepada kita seluruh bagaikan orang muslim, supaya menghormati, memuliakan, mentaati perintahnya yang tidak buat bermaksiat kepada alloh swt, menyayanginya hingga akhir hayatnya, dan juga senantiasa mendo’akannya kala sudah meninggal. dalam sebagian ayat al - qur’an dan juga al - hadits lebih ditekankan lagi terhadap orang tua wanita ataupun bunda, sebagaimana dalam hadits berikut ini:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟

قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

dari abu hurairah r. a, rasululloh saw bersabda, “seseorang tiba kepada rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan juga mengatakan, ‘wahai rasulullah, kepada siapakah saya wajib berbakti kesatu kali? ’ nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menanggapi, ‘ibumu! ’ dan juga orang tersebut berulang bertanya, ‘kemudian siapa lagi? ’ nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menanggapi, ‘ibumu! ’ orang tersebut bertanya berulang, ‘kemudian siapa lagi? ’ dia menanggapi, ‘ibumu. ’ orang tersebut bertanya berulang, ‘kemudian siapa lagi, ’ nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menanggapi, ‘kemudian ayahmu. ’” (hr. bukhari nomor. 5971 dan juga muslim nomor. 2548)

komentar imam al - qurthubi dalam menarangkan hadits tersebut merupakan; “hadits tersebut menampilkan kalau kecintaan dan juga kasih sayang terhadap seseorang bunda, wajib 3 kali lipat besarnya dibanding terhadap seseorang bapak. nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam mengatakan kata bunda sebanyak 3 kali, sedangkan kata bapak cuma satu kali. apabila perihal itu sudah kita paham, kenyataan lain dapat memantapkan penafsiran tersebut. karna kesusahan dalammenghadapi masa berbadan dua, kesusahan ketikamelahirkan, dan juga kesusahan pada dikala menyusui dan juga mengasuh anak, cuma dirasakan oleh seseorang bunda. ketiga wujud kehormatan itu cuma dipunyai oleh seseorang bunda, seseorang bapak tidak memilikinya. (tafsir al - qurthubi x : 239)

sebaliknya imam adz - dzahabi rahimahullaah dalam kitabnya al - kabaair membagikan uraian lebih luas tentang wujud bunda dalam hadits tersebut:

ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya sepanjang 9 bulan, seolah - olah 9 tahun.

ia bersusah payah kala melahirkanmu yang kira - kira aja menyirnakan nyawanya.

ia telah menyusuimu dari putingnya, dan juga dia hilangkan kerasa kantuknya karna menjagamu.

ia mencuci kotoranmu dengan tangan kirinya, ia lebih utamakan dirimu dari padadirinya dan makanannya.

ia peruntukan pangkuannya bagaikan ayunan bagimu.

ia telah memberikanmu seluruh kebaikan dan juga apabila kalian sakit ataupun meringik nampak darinya kesulitan yang luar biasa dan juga panjang sekali kesedihannya dan juga ia keluarkan harta buat membayar dokter yang mengobatimu.

seandainya diseleksi antara hidup kamu dan juga kematiannya, hingga ia hendak memohon biar kalian hidup dengan suaranya yang amat keras.

betapa banyak kebaikan bunda, sebaliknya engkau balas dengan akhlak yang tidak baik.

ia senantiasa mendo’akanmu dengan taufik, baik secara sembunyi ataupun terang - terangan.

tatkala ibumu membutuhkanmu di dikala ia sudah tua renta, engkau peruntukan ia bagaikan benda yang tidak berharga di sisimu.

engkau kenyang dalam kondisi ia lapar.

engkau puas minum dalam kondisi ia kehausan.

engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan juga anakmu dari pada ibumu.

engkau lupakan seluruh kebaikan yang sempat ia perbuat.

berat kerasanya atasmu memeliharanya sementara itu itu merupakan urusan yang gampang.

engkau kira ibumu terdapat di sisimu usianya panjang sementara itu usianya pendek.

engkau tinggalkan sementara itu ia tidak memiliki penolong selainmu.

sementara itu allah telah melarangmu mengatakan ‘ah’ dan juga allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut.

engkau hendak disiksa di dunia dengan durhakanya anak - anakmu kepadamu.

allah hendak membalas di akhirat dengan dijauhkan dari allah rabbul ‘aalamin.

(hendak dikatakan kepadanya) ,

kenapa rasululloh saw memerintahkan buat menghormati seseorang “ibu” dalam 3 kali dari seseorang “ayah”? apabila kita coba cermati secara seksama, hingga hendak kita temukan sebagian sebab yang mendasarinya, yang mana sebab itu pula disebutkan dalam ayat al - qur’an ataupun al - hadits.

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“kami perintahkan kepada manusia biar berbuat baik kepada 2 orang bunda ayahnya, ibunya mengandungnya dengan sulit payah, dan juga melahirkannya dengan sulit payah (pula). mengandungnya hingga menyapihnya merupakan 3 puluh bulan, sampai - sampai apabila ia telah berusia dan juga usianya hingga 4 puluh tahun dia berdo’a: “ya tuhanku, tunjukilah saya buat mensyukuri ni’mat engkau yang telah engkau bagikan kepadaku dan juga kepada bunda bapakku dan juga biar saya mampu berbuat amal yang saleh yang engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (berikan kebaikan) kepada anak cucuku. sebetulnya saya bertaubat kepada engkau dan juga sebetulnya saya tercantum orang - orang yang berserah diri. ” (qs. al - ahqaaf : 15)

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada 2 orang ibu - bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam kondisi lemah yang bertambah - tambah, dan juga menyapihnya dalam 2 tahun. bersyukurlah kepadaku dan juga kepada 2 orang bunda bapakmu, cuma kepada - kulah kembalimu. ” (qs. luqman : 14)

kedua ayat tersebut bahwa kita cermati, ada 3 pekerjaan yang dicoba seseorang bunda, yang tidak bisa jadi dicoba oleh seseorang bapak, dan juga pekerjaan ketiganya menggambarkan pekerjaan yang berat. tetapi demikian bila itu dicoba dengan bahagia, tabah, dan juga dalam rangka mencari ridlo alloh swt, hingga pekerjaan itu menggambarkan penggalan dari jihad seseorang bunda, yang pahalanya begitu luar biasa dikasih oleh alloh swt.

1. bunda “mengandung” bayi

pekerjaan “mengandung” benar cuma dikasih oleh alloh swt kepada seseorang perempuan, makanya “rahim” bagaikan tempat memiliki pula cuma dimiliki dan juga menempel dalam badan seseorang perempuan, yang posisinya pada penggalan perut, sebaliknya seseorang pria, meski bersama memiliki perut, namun tidak diciptakan rahim di dalamnya.

oleh karenanya, kala sejoli suami istri mau memiliki anak, setelah itu alloh swt mengabulkan dan juga mentakdirkannya, hingga sehabis terjalin pertemuan antara sel mani yang dipunyai pria dengan sel telur yang dipunyai wanita, yang hasil pertemuan itu dinamakan “pembuahan” setelah itu menciptakan “janin”, hingga secara automatically bakal anak tersebut tersimpan dalam rahim si istri. di dalam rahim seperti itu bakal anak hendak berkembang terus dengan memperoleh konsumsi santapan dan juga oksigen dari bunda yang mengandungnya lewat saluran plasenta yang posisinya di dalam rahim itu pula.

dan juga sebetulnya kami telah menghasilkan manusia dari sesuatu saripati (berasal) dari tanah. setelah itu kami peruntukan saripati itu air sperma (yang ditaruh) dalam tempat yang kuat (rahim) (23: 12 - 13).

bersamaan dengan ekspedisi waktu dengan izin alloh swt bakal anak hendak berkembang terus menjadi besar mengarah wujud yang sempurna (balita/manusia kecil) dengan dilengkapi bermacam fitur yang menempel pada badannya, persis serupa yang dipunyai oleh bapak dan juga ibunya, dan juga dikala itu pula berat tubuh balita terus menjadi meningkat berat, hingga disitulah beban yang wajib dibawa seseorang bunda terus menjadi berat pula.

setelah itu air sperma itu kami peruntukan segumpal darah, kemudian segumpal darah itu kami peruntukan segumpal daging, dan juga segumpal daging itu kami peruntukan tulang belulang, kemudian tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. setelah itu kami peruntukan ia makhluk yang (berupa) lain. hingga maha sucilah allah, pencipta yang amat baik.

seseorang bunda wajib memiliki balita tersebut dan juga terus membawanya kemanapun ia berangkat, yang tidak bisa jadi dititipkan pada teman ataupun ditaruh /diletakkan di tempat tertentu buat sedangkan waktu supaya tidak letih membawanya kesana kemari. pekerjaan itu wajib bunda jalani seorang diri, tidak terdapat teman ataupun terlebih lagi suaminya seorang diri yang dapat menolong bawa si balita yang terdapat dalam kandungannya, itu wajib ia alamiah sepanjang kurang labih 9 bulan 10 hari, dan juga terus menjadi mendekati hari kelahiran, hendak terus menjadi lemah dan juga meningkat kepayahan.

begitu luar biasa perjuangan seseorang bunda yang memiliki anaknya, hingga ingatlah kepada alloh swt dan juga jangan lupakan orang tua paling utama ibumu

2. bunda “melahirkan” bayi

kala balita yang terdapat dalam isi sudah sempurna wujudnya, dan juga sudah saatnya memandang dunia luar, hingga si bunda wajib berjuang dengan taruhan nyawa buat keluarkan balita tersebut, yang proses itu disebut”melahirkan“. proses melahirkan menggambarkan pekerjaan yang cuma dipunyai dan juga wajib ditanggung oleh seseorang perempuan/bunda, bagaikan konsekuensi dari memiliki balita.

prosesnya melahirkan amat luar biasa sakitnya, paling utama disaat - saat balita membuka pintu keluar untuk pribadinya sedikit - demi sedikit ataupun yang kerap diucap “kontraksi” hingga dikala balita memperoleh pintu yang lebar buat keluar dengan gampang. dikala seperti itu si bunda menahan dan juga melepas napas, menahan sakit, terlebih lagi terdapat yang hingga tidak siuman menggigit orang yang terdapat didekatnya sampai berdarah, karna saking sakitnya.

hingga bagaikan seseorang muslim/muslimah pada dikala melahirkan wajib banyak berdzikir, menyebut nama alloh swt, dan juga si suami beserta keluarganya berdo’a memohon kemudahan dan juga keselamatan bunda dan juga anaknya supaya dapat lahir dengan bisa dengan mudah.

begitu beratnya perjuangan dikala melahirkan, bila atas takdir alloh swt setelah itu si bunda muslim wafat, hingga tercantum dalam jenis mati syahid, subhanalloh.

الشُّهَدَاءُ سَبْعَةٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ : الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ ، وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ ، وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ، وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ ، وَالْحَرِقُ شَهِيدٌ ، وَالَّذِي يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ ، وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيد.

“syuhada’ (orang - orang mati syahid) yang tidak hanya terbunuh di jalur allah itu terdapat 7: korban wabah tha’un merupakan syahid, mati tenggelam merupakan syahid, pengidap penyakit lambung (semacam liver) merupakan syahid, mati karna penyakit perut merupakan syahid, korban kebakaran merupakan syahid, yang mati tertimpa reruntuhan merupakan syahid, dan juga seseorang perempuan yang wafat karna melahirkan merupakan syahid. ” (hr. malik, ahmad, abu dawud, dan juga al - nasai, pula ibnu majah. mengatakan syu’aib angkatan laut (AL) arnauth: hadits shahih).

meski pada era saat ini, bersamaan dengan pertumbuhan teknologi medis, seseorang perempuan yang hendak melahirkan tidak wajib lewat jalur keluar yang wajar, dengan sebab keadaan si bunda dan juga bayinya ataupun sebab kedokteran yang lain, keluarkan balita dari isi si bunda dapat lewat trik operasi perut, yang benda kali dapat dibilang jadi trend melahirkan jaman saat ini, karna pada dikala dicoba pembedahan bedah, si bunda hendak dibius, sampai - sampai tidak merasakan sakit, sebaliknya dalam melahirkan secara wajar, si bunda tidak bisa jadi dibius, karna ia wajib aktif buat mendesak balita keluar dengan tekanan pernafasannya. namun bagaimanapun pula dalam proses pembedahan operasi yang jadi taruhan nyawa pula si bunda. seperti itu perjuangan seseorang perempuan/bunda dalam melahirkan balita.

begitu luar biasa perjuangan seseorang bunda yang melahirkan anaknya, hingga ingatlah kepada alloh swt dan juga jangan lupakan orang tua paling utama ibumu.

3. ibu”menyusui dan juga mengurus ” bayi

setalah balita keluar dari isi, si bunda pula tidak istirahat begitu aja, namun ia wajib menyusuinya tiap dikala dan juga tiap waktu balita itu kelaparan, karna pada dikala usia masih dibawah 3 (3) bulan lambung si balita belum begitu kokoh menerima santapan, tidak hanya dalam wujud susu, dan juga air susu bunda (asi) memiliki isi yang luar biasa, tidak hanya mengenyangkan pula berikan antibody untuk si anak dari gempuran penyakit. islam memerintahkan si bunda menyusui anak dalam waktu 2 (2) tahun, dan juga kala asi itu tidak dikeluarkan, pula berpanguruh pada si bunda, sering - kali hadapi demam dan juga sakit.

belum lagi bahwa malam hari wajib terpelihara, karna balita lazimnya kerap bangun malam - malam, menangis dan juga rewel… hingga si bunda yang masih dalam keadaan keletihan pada dikala melahirkan ataupun kurang tidur wajib bangun menyusuinya buat menenangkan, apabila masih senantiasa menangis wajib menggendongnya, menghiburnya, mengayun - ayunnya sembari mata si bunda menahan kantuk dan juga itupun dikerjakannya dengan ikhlash dan juga kasih sayang…disaat yang sama sering - kali si bapak masih terlelap tidur.. seakan tidak hirau.

bahwa si balita buang kotoran ataupun buang air kecil (ngompol) …. …sang bunda pula hendak dengan tabah membersihkannya dalam tiap dikala dan juga tiap waktu.. tanpa terasa jijik dan juga menyesal, namun dicoba dengan bahagia hati.

dikala si bunda wajib melaksanakan pekerjaan lain serupa memasak, menyapu, cuci piring, wajib sembari mengendong balita yang tidak ingin ditidurkan ditempat tidur.

tetapi terdapat pula seseorang bunda yang membuang bayinya karna malu ataupun tega menyakiti bayinya karna memiliki perkara kemisikinan, bertengkar dengan suaminya, ataupun terlebih lagi terdapat yang tega membunuhnya, namun perbuatan itu seluruh menggambarkan perbuatan yang diluar kenormalan manusia ataupun ketidakwajaran pada lazimnya bagaikan seseorang bunda. terdapat pepatah “sebuas - buas harimau tidak hendak memakan anaknya”.

4. bunda “mendidik” anak

tarbiyah umur dini sangat berarti untuk pertumbuhan seseorang anak, dan juga keakraban seseorang anak pastinya lebih kepada ibunya dibandingkan pada bapaknya, karna bila ibunya tidak bekerja diluar rumah, hingga kira - kira tiap dikala dan juga tiap waktu hendak memperoleh belaian si bunda, sebaliknya si bapak yang mencari nafkah diluar rumah sering - kali tidak sering berjumpa. keakraban bunda terhadap anaknya inilah yang lebih gampang berikan pengajaran kepada anak, dan juga tarbiyah seseorang bunda kepada anaknya teruji lebih sukses.

banyak kejadian yang terjalin diamana seseorang bunda yang berpisah dengan suaminya, entah karna suami wafat ataupun perceraian, namun si bunda senantiasa tegar, mandiri dan juga sukses membawakan anak - anaknya berusia dan mencapai kesuksesan, meski wajib merangkap bagaikan kepala keluarga yang wajib mencari nafkah buat diri dan juga anak - anaknya, yang perihal itu amat berubah dengan seseorang suami yang berpisah dengan istrinya. makanya terdapat guyonan” bila istri berpisah dengan suami lebih banyak memikirkan tarbiyah anak - anaknya, namun bila suami berpisah dengan istri lebih berfikir gimana dan juga kapan mencari pengganti ibunya anak - anak”

dengan 4 sebab seperti itu kita wajib senantiasa menghormati orang tua kita dan juga senantiasa mendoakannya dan memeliharanya kala sudah berusia senja serupa mereka memelihara kita diwaktu kecil.



(sumber: dream. co. id)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman