TUTUP!!! Klik 2x...

Mengharukan! Demi Sesuap Nasi, Pria Tua Ini Tiap Hari Angkut 100 Kg Tepung di Punggungnya

Tiap pria mempunyai kewajiban buat menafkahi istri dan juga anak - anaknya. buat itu, pekerjaan whatever hendak dia jalani demi mampu penuhi kewajibannya bagaikan seseorang suami dan juga pula bapak untuk anak - anaknya.

tiap - tiap orang tentu mempunyai perjuangan seorang diri dalam kehidupan, tercantum kakek syed abdul ghani ini. perjuangan dan juga antusias hidup laki - laki tua ini pantas diacungi jempol. ramainya orang yang berlalu - lalang di pasar tidak menyurutkan semangatnya buat mampu mengais rezeki di umurnya yang saat ini tidak muda lagi.

kakek asal peshawar, pakistan ini tiap harinya bawa sekarung tepung seberat 100 kg. dikutip dari elitereaders, dia menggambarkan salah satunya pencari nafkah untuk keluarganya, hingga tidak heran tiap hari dia rela bawa sekarung tepung di punggungnya. walaupun dia cuma dapat bawa dekat 3 dolar ataupun setara dengan rp 40 ribu satu hari, yang terutama dia mampu menyimpan santapan di meja rumahnya.

" sehabis menuntaskan pekerjaan aku di mari, aku berangkat ke pasar sayur - mayur buat membeli bawang dan juga kentang buat berikan makan kanak - kanak aku, " ucap ghani.

ghani benar telah melaksanakan pekerjaan bagaikan tukang angkut olahan santapan sepanjang 25 tahun terakhir. tiap harinya dia wajib berjalan sejauh 1 kilometer buat dapat hingga ke toko roti di peshawar. sepanjang perjalanannya, dia kerap sekali menyempatkan buat mengistirahatkan badan dan juga kakinya.

seperti itu suatu motivasi yang dicontohkan oleh kakek syed abdul ghani yang pantang menyerah dan juga berputus asa dengan keadaannya walaupun umurnya telah senja. begitu menggambarkan kondisi yang amat berputar dengan para anak muda yang malah lebih banyak meringik dan juga bermalas - malasan dalam menempuh pekerjaan dan juga kehidupannya. mudah - mudahan dengan membaca cerita kakek ghani ini, mampu menularkan semangatnya kepada kita seluruh supaya tidak gampang menyerah dan juga senantiasa bergairah dalam menempuh kehidupan ini, walaupun jalur yang ditempuh amat susah dan juga berbatu.





(sumber : cerminan. com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman