TUTUP!!! Klik 2x...

Menyia-nyiakan Orangtua Sama Saja Mengabaikan Tiket ke Surga Anda

Terdapatkah penyanyi religi yang kamu gemari? misalkan kamu penggemar dari lagu - lagu wali band, setelah itu sesuatu hari menemukan tiket free menyaksikan wali band sekalian makan dan juga photo berbarengan, terlebih lagi tiket transportasi kembali berangkat dan juga pengeluaran penginapan di hotel pula dikasih, gimana perasaan kamu? tentu senangkan? hendak digunakankah tiket tersebut? bukankah sangat sayang bila tiket free tersebut disia - siakan dan juga tidak digunakan?

begitulah hampir cerminan orang - orang yang melalaikan dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya , sementara itu mengaku mau masuk ke surga dan juga senantiasa mengatakan cinta pada surga dan juga mengharapkan seluruh kenikmatan yang allah janjikan di dalamnya, tetapi kok tiket ke surganya malah disia - siakan! sudahkah kita menyadari kalau orangtua kita, terlebih yang sudah berumur lanjut, merupakan tiket ke surga untuk diri kita?

“dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kalian jangan menyembah tidak hanya ia dan juga hendaklah berbuat baik kepada bunda ayah. bila salah seseorang di antara keduanya ataupun kedua - duanya hingga berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, hingga sekali - kali janganlah engkau berkata kepada keduanya perkataan “ah” dan juga janganlah engkau membentak keduanya, dan juga ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. ” (qs al - israa’: 23)

islam mengendalikan kehidupan manusia, tercantum di dalamnya menimpa kewajiban anak kepada orangtua, dan juga apa - apa aja hak orangtua yang wajib dipadati oleh anak - anaknya.

dari ayat di atas, apabila disimak betul - betul, jelas tergambar betapa tingginya nilai dari perbuatan baik yang dicoba seseorang anak kepada kedua dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya . kenapa? pada kalimat kesatu ayat tersebut, uraiustadz abdul hasib hasan, lc, tersandingkan 2 perintah allah swt, ialah perintah buat kita tidak beribadah kecuali cuma kepada allah swt, dan juga perintah buat berbuat baik kepada kedua orangtua.

“kita tentu ketahui kewajiban utama manusia sejauh hidupnya merupakan buat beribadah kepada allah swt. itu kewajiban yang utama, yang amat mendasar, sekalian pula tugas yang amat mulia. nah, bahwa kewajiban berbuat baik kepada kedua orangtua itu disandingkan langsung, tanpa penghalang, dengan kewajiban beribadah kepada allah, ini menampilkan kalau berbuat baik kepada kedua orangtua itu menggambarkan kewajiban yang pula mendasar dan juga sekalian pula perbuatan yang amat mulia, seusai kewajiban beribadah kepada allah swt, ” papar lulusan universitas imam, saudi arabia ini.

ringkasnya, tambah ustadz hasib, bentuk kesempurnaan ibadah kita kepada allah merupakan dengan tunduk seluruhnya kepada allah dalam beribadah kepada - nya, tercantum di dalamnya kita tunduk kepada allah yang memerintahkan kita supaya berbuat baik dengan semaksimal bisa jadi kepada kedua orangtua.

seperti itu kenapa nilai berbuat baik kepada kedua orangtua ataupun birrul walidain ini amat besar dan juga amat mulia di sisi allah. terlebih lagi allah juga tidak tanggung - tanggung dalam berikan reward kepada mereka yang berbuat baik kepada kedua dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya .

menyia - nyiakan tiket ke surga
sebagian hadits menguraikan keutamaan dari birrul walidain ini, di antara lain hadits yang mengisahkan gimana doa orang yang birrul walidain itu mustajab, dikabulkan allah. alkisah terdapat 3 orang yang berangkat ke hutan buat mencari kayu. kala bakal kembali, hujan turun dengan rimbun, sampai - sampai mereka berteduh dalam suatu goa. kemudian, seketika suatu batu besar menutup lubang goa tersebut. ketiga orang ini terperangkap dalam goa. walaupun sudah didorong sedemikian rupa, batu itu tidak jua beralih. kemudian, kata mereka, kita tidak hendak dapat keluar dari mari kecuali tiap - tiap kita berdoa dengan mengatakan amal shalih kita (bertawasul pada amal shalih).

seluruh berdoa. salah seseorang di antara mereka berdoa dengan menguraikan gimana pribadinya senantiasa mendahulukan dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya . dia tidak hendak makan, terlebih lagi tidak pula istri dan juga anak - anaknya, saat sebelum dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya makan. dia juga berdoa, “ya allah, sekiranya yang saya jalani itu karna perintah engkau, ikhlas karna engkau, hingga keluarkanlah kami dari perangkap ini. ” kesimpulannya, batu itu juga beralih, dan juga mereka dapat keluar dari goa.

balasan yang allah bagikan kepada orang - orang yang berbuat baik kepada kedua dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya tidak cuma berbentuk dikabulkan doa - doanya, namun nanti allah pula hendak menghadiahkannya surga.

serupa yang terungkap dalam hadits berikut. sesuatu waktu rasulullah saw lagi duduk berbarengan para teman - temannya. seketika, rasulullah mengucapkan “amin” - “amin” - “amin”. sahabat - sahabat yang terdapat di sekitar dia lalu kaget. “ya rasulullah, kenapa engkau seketika mengucapkan amin hingga 3 kali? ” telisik para teman.

rasulullah juga menggambarkan kalau pribadinya kehadiran malaikat jibril yang mengantarkan 3 perihal dan juga menyuruh dia mengucap amin tiap jibril menuntaskan perkataannya. salah satu perihal yang di informasikan jibril terpaut dengan orangtua. kata jibril, celakalah, hinalah, orang yang menjumpai kedua dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya —maksudnya; hadapi hidup berbarengan dengan kedua orangtuanya—tapi perihal itu tidak membikin pribadinya masuk surga.

mengapa rasul hingga mengatakan demikian? jawabannya satu. karna ini menampilkan ruginya orang yang tidak berbuat baik kepada kedua dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya . sementara itu dengan hidup berbarengan dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya , ia mempunyai peluang yang amat besar buat berbuat baik kepada mereka. peluang yang berganjar tiket untukmemasuki surga allah. hingga abai pada mengurus dan juga mengasuh orangtua sama dengan menyia - nyiakansebuah tiket ke surga.

bahwa sedemikian besar balasan yang allah bagikan, kemudian kenapa kita dengan mudahnya melalaikan kewajiban berbuat baik kepada kedua orangtua ini?

bisa jadi terdapat sebagian keadaan yang menimbulkan seorang tidak melangsungkan kewajiban tersebut. semisal, semasa kecil si anak tidak menemukan perlakuan yang baik dari dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya , ataupun anak enggan mengasuh orangtua dengan sebab cuma hendak merepotkan, ataupun secara ekonomi anak berkekurangan sampai - sampai takut tidak sanggup penuhi kebutuhan orangtua, dan juga sederet sebab yang lain.

tetapi bagaimanapun, tegas ustadz hasib, hambatan - hambatan tersebut sebaiknya tidak diperuntukan dalih buat tidak berbuat baik ataupun mengasuh kedua orangtua kita. dengan memiliki, melahirkan, mengasuh kita, dan juga membesarkan, itu aja sudah jadi fakta betapa besarnya jasa orangtua kepada anak. jasa yang tidak hendak sempat dapat terbayarkan!

terlebih bila si anak melontarkan perkata ‘toh aku tidak memohon dilahirkan’ karna menolak mengasuh orangtua, jelas perihal ini amat tidak dibenarkan. “kita terdapat karna takdir allah, dan juga kedudukan orangtua amat besar dalam perihal ini. bayangkan seandainya kamu ditakdirkan jadi kera, semisal. hingga sudah sepatutnya kita bersyukur ditakdirkan allah bagaikan manusia yang mulia, setelah itu bersyukur pula berkat orangtua kita dirawat sampai besar. maksudnya di sana terdapat kesempatan buat kita dapat masuk surga, ialah dengan berbuat baik kepada kedua orangtua kita, ” urai pendiri dan juga pengurus yayasan al - hikmah, jakarta ini.

ruang lingkup berbuat baik kepada orangtua sangat besar. antara lain serupa yang tercantum dalam ayat 23 qs al - israa, ialah dengan mengucapkan perkataan yang baik, perkataan yang tidak menyakiti perasaannya, sertamemperlakukan keduanya dengan perbuatan yang baik. dapat pula dengan penuhi hak - hak orangtua, baikhak modul, hak safety, hak ruhiyah, sampai melindungi perasaan dan juga ketenteraman.

bicara tentang modul juga sesungguhnya tidak sangat berarti untuk orangtua, karena terus menjadi lanjut umur terus menjadi sensitif pula mereka. membahagiakan batinnya, perasaannya, dengan trik membagikan hati kita kepada mereka, berikan atensi yang besar buat mereka, sebetulnya jauh lebih diperlukan orangtua dibanding modul. sepanjang kita sanggup, usahakan penuhi kebutuhan modul orangtua. tetapi, apabila di luaritu juga, ingatlah, allah bukanlah membebani seorang di luar kesanggupannya.

hingga kapan?
acapkali terjalin salah penafsiran ataupun kekurangtepatan dalam mengerti birrul walidain. sebagian mengerti, kewajiban berbuat baik dan juga mengasuh kedua orangtua cumalah sebatas sang anak ini belum menikah. sampai - sampai, kala ia sudah berkeluarga, terlebih sudah mempunyai anak, seolah - olah sudah tidak lagi berkewajiban buat berbuat baik kepada kedua dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya .

sementara itu tidak serupa itu. “kewajiban berbuat baik kepada kedua orangtua itu sejauh kehidupan kita, bukan sejauh kehidupan orangtua kita. jadi sekalipun kedua orangtua sudah wafat, kita masih berkewajiban buat berbuat baik kepada mereka. karena, kita masih hidup, ” ucap suami dari aan rohana, lc, ini dengan tegas.

dalam suatu hadits dikisahkan, seseorang pemuda anshar menanyakan kepada rasulullah saw, karna kedua dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya sudah wafat, apakah ia masih berkewajiban buat berbuat baik kepada mereka? sementara itu sepanjang dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya hidup pemuda ini senantiasa berbuat baik kepada mereka. lalu jawab rasulullah, kalian senantiasa berkewajiban buat berbuat baik kepada kedua orangtuamu sekalipun mereka sudah wafat.

ustadz hasib menguraikan gimana kita dapat berbuat baik di dikala orangtua telah tiada. kesatu, mendoakan kedua orangtua, ialah doa yang sifatnya universal, serupa “ya allah limpahkanlah rahmat kepada mereka, luaskan kubur mereka, peruntukan kuburan mereka serupa halaman surga, mudahkanlah hisabnya, masukkanlah mereka ke dalam surga - mu. ” kedua, meminta ampunan buat kedua orangtua, ialah doa yang lebih tertentu memohonkan ampunan atas dosa dan juga kesalahan orangtua. ketiga, melakukan janji - janji kedua orangtua yang tidak pernah mereka laksanakan. keempat, menghormati dan juga memuliakan sahabat - sahabat orangtua. terakhir, menyambung silaturrahim dengan keluarga besar kedua orangtua kita.

dengan begitu, bahwa terhadap kedua orangtua yang sudah wafat aja kita masih diwajibkan buat berbuat baik, terlebih di dikala kedua orangtua kita masih hidup? seperti itu karena, kewajiban berbuat baik kepada kedua orangtua ini dituntut sepanjang kita hidup, entah itu ketika orangtua masih gagah, dikala mereka lanjut umur, terlebih lagi sampai mereka meninggalkan dunia ini. (rahmi rizal)

ayo kita miliki tiket surge itu





(sumber: tolongshareya. blogspot. co. id)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman