TUTUP!!! Klik 2x...

Perjalanan Rasulullah SAW ke Surga Bersama Dua Tamunya

Di sesuatu pagi hari, rasulullah saw menceritakan kepada para teman - temannya, kalau tadi malam dia dikunjungi 2 orang tamu. 2 tamu itu mengajak rasulullah buat berangkat ke sesuatu negara, dan juga rasul menerima ajakan mereka. kesimpulannya mereka juga berangkat bertiga.

kala dalam ekspedisi, mereka menghadiri seorang yang tengah tiduran. seketika di dekat kepala orang itu terdapat teman yang berdiri dengan bawa sebongkah batu besar. orang yang bawa batu besar itu dengan dan merta melemparkan batu tadi ke atas kepala orang yang lagi tiduran, hingga remuklah kepalanya dan juga menggelindinglah batu yang dilempar tadi. setelah itu orang yang melontarkan batu itu berupaya memungut berulang batu tersebut. tetapi ia tidak dapat meraihnya sampai kepala yang remuk tadi berulang utuh serupa semula. sehabis batu mampu diraihnya, orang itu berulang melemparkan batu tersebut ke orang yang lagi tiduran tadi, begitu seterusnya dia melaksanakan perihal yang seragam serupa semula.

memandang peristiwa itu, rasulullah bertanya kepada 2 orang tamu yang mengajaknya, “maha suci allah, apa ini? ”

“sudahlah, lanjutkan ekspedisi! ” jawab keduanya.

hingga mereka juga berangkat melanjutkan ekspedisi. dalam ekspedisi, mereka menghadiri seorang lagi. orang tersebut lagi terlentang dan juga di sebelahnya terdapat teman yang berdiri dengan bawa gergaji dari besi. seketika digergajinya salah satu sisi muka orang yang lagi terlentang itu sampai mulut, kerongkongan, mata, hingga tengkuknya. setelah itu sang penggergaji pindah ke sisi yang lain dan juga melaksanakan perihal yang sama pada sisi wajah yang kesatu. orang yang menggergaji ini tidak hendak pindah ke sisi muka yang lain sampai sisi muka sang terlentang tersebut sudah berulang serupa sediakala. bila ia pindah ke sisi muka yang lain, ia hendak menggergaji muka sang terletang itu serupa semula. begitu seterusnya ia melaksanakan perihal tersebut berulang - ulang.

rasulullah juga bertanya, “subhanallah, apa pula ini? ”

kedua tamunya menanggapi, “sudah, menjauhlah! ”

hingga mereka juga berulang melanjutkan ekspedisi. berikutnya mereka menghadiri suatu serupa suatu tungku api, atasnya kecil sebaliknya penggalan bawahnya besar, dan juga menyala - nyala api dari bawahnya. di dalamnya penuh dengan jeritan dan juga suara - suara hiruk pikuk. mereka juga melongoknya, nyatanya di dalamnya ada para lelaki dan juga perempuan dalam kondisi telanjang. dan juga dari dasar terdapat luapan api yang melalap badan mereka. bila api membumbung besar mereka juga naik ke atas, dan juga bila api meredup mereka berulang ke dasar. bila api tiba melalap, hingga mereka juga terpanggang.

rasulullah berulang bertanya, “siapa mereka? ”

kedua tamunya menanggapi, “menjauhlah, menjauhlah! ”

kesimpulannya mereka berulang melanjutkan ekspedisi. kali ini mereka menghadiri suatu sungai, sungai yang merah bagai darah. nyatanya di dalam sungai tadi terdapat seorang yang lagi berenang, sebaliknya di tepi sungainya telah berdiri seorang yang telah mengumpulkan bebatuan banyak sekali. tiap kali orang yang berenang itu bakal menyudahi dan juga mau keluar dari sungai, hingga orang yang ditepi sungai menghadiri orang yang berenang itu dan juga menjejali mulutnya hingga dia juga berenang berulang. tiap kali sang perenang berulang ingin menyudahi, orang yang di tepi sungai berulang menjejali mulut sang perenang dengan bebatuan sampai ia berulang ke tengah sungai.

rasulullah juga bertanya, “apa yang dicoba orang ini? ! ”

“menjauhlah, menjauhlah! ” jawab kedua tamunya.

hingga mereka juga melanjutkan ekspedisi. dalam ekspedisi kali ini, mereka memperoleh seorang yang sangat kurang baik penampilannya, sejelek - jeleknya orang yang sempat kita amati penampilannya, dan juga di dekatnya ada api. orang tersebut mengobarkan api itu dan juga mengelilinginya.

“apa ini? ! ” tanya rasulullah

“menjauhlah, menjauhlah! ” jawab kedua tamunya.

kemudian mereka melanjutkan ekspedisi lagi. dalam ekspedisi mereka menciptakan suatu halaman yang indah, dipadati dengan bunga - bunga masa semi. di tengah halaman itu terdapat seseorang lelaki yang amat besar, sampai rasulullah kira - kira tidak dapat memandang kepala orang itu karna tingginya. di sekitar orang besar itu banyak sekali kanak - kanak yang tidak sempat rasul amati sebegitu banyaknya.

memandang itu, rasulullah berulang bertanya, “apa ini? dan juga siapa mereka? ”

kedua tamunya menanggapi, “menjauhlah, menjauhlah! ”

hingga mereka juga berangkat lalu. kemudian mereka melihat suatu tumbuhan yang sangat besar, yang tidak sempat rasul amati tumbuhan yang lebih besar dari ini. tumbuhan ini pula indah. kedua tamu rasul mengatakan, “naiklah ke tumbuhan itu! ”

kemudian mereka juga memanjatnya. rasul dituntun menaiki tumbuhan dan juga dimasukkannya ke dalam suatu rumah yang amat indah yang tidak sempat rasul amati seumpamanya. di dalamnya ada lelaki tua dan juga muda. kemudian mereka hingga pada suatu kota yang dibentuk dengan batu bata dari emas dan juga perak. mereka menghadiri pintu gerbang kota itu. seketika pintu terbuka dan juga mereka memasukinya. mereka disambut oleh sebagian orang, sebagian mereka merupakan sebaik - baik wujud dan juga rupa yang sempat kita amati, dan juga sebagiannya lagi merupakan orang yang seburuk - buruk rupa yang sempat kita amati. kedua tamu yang berbarengan rasulullah mengatakan kepada orang - orang itu, “pergilah, dan juga terjunlah ke sungai itu! ”

nyatanya terdapat sungai terbentang yang airnya amat putih jernih. mereka juga lekas berangkat dan juga menceburkan pribadinya tiap - tiap ke dalam sungai itu. setelah itu mereka berulang kepada rasululullah dan juga 2 tamunya. kejelekan dan keburukan rupa mereka nampak telah lenyap, terlebih lagi mereka dalam kondisi sebaik - baik rupa!

kemudian kedua orang tamu rasulullah mengatakan, “ini merupakan surga ‘adn, dan juga inilah tempat tinggalmu! ”

“rumah kesatu yang kau amati merupakan rumah orang - orang mukmin mayoritas, ada juga rumah ini merupakan rumah para syuhada’, sebaliknya saya merupakan jibril dan juga ini mika’il. hingga angkatlah mukamu (pandanganmu). ”

hingga mata rasulullah langsung memandang ke atas, nyatanya suatu istana bagai awan yang amat putih. kedua tamu rasulullah mengatakan lagi, “inilah tempat tinggalmu! ”

rasulullah mengatakan kepada mereka, “semoga allah memberkati kamu. ”

kedua tamu itu kemudian bakal meninggalkan rasulullah. hingga rasulullah juga lekas mau masuk ke dalamnya, namun kedua tamu itu lekas mengatakan, “tidak saat ini engkau memasukinya! ” [1]

“aku telah memandang banyak keajaiban semenjak tadi malam, apakah yang kulihat itu? ” tanya rasulullah kepada mereka.

keduanya menanggapi, “kami hendak memberitakan kepadamu. ada juga orang yang kesatu kau datangi, yang remuk kepalanya ditimpa batu, ia itu merupakan orang yang membaca angkatan laut (AL) qur’an namun dia berpaling darinya, tidur di ketika waktu shalat fardhu (melalaikannya). ada juga orang yang digergaji wajahnya sampai - sampai mulut, kerongkongan, dan juga matanya tembus ke tengkuknya, merupakan orang yang keluar dari rumahnya dan juga berdusta dengan sekali - kali dusta yang menyebar ke segala penjuru. ada juga orang pria dan juga wanita yang berposisi dalam semacam bangunan tungku, hingga mereka merupakan para pezina. ada juga orang yang kalian datangi lagi berenang di sungai dan juga dijejali batu, hingga dia merupakan pemakan riba. ada juga orang yang amat kurang baik penampilannya dan juga di sampingnya terdapat api yang dia kobarkan dan juga dia mengitarinya, itu merupakan malaikat penjaga neraka jahannam.

ada juga orang yang besar sekali, yang terdapat di tengah - tengah halaman, itu merupakan ibrahim as. sebaliknya kanak - kanak di sekelilingnya merupakan tiap balita yang mati dalam kondisi fitrah. ”



kemudian di sela - sela penyampaian cerita ini, para teman bertanya kepada rasulullah, “wahai rasulullah, gimana dengan anak orang - orang musyrik? ”

rasulullah menanggapi, “dan anak orang - orang musyrik. ”

kemudian rasulullah saw melanjutkan ceritanya.

ada juga orang - orang yang sebagian wajahnya bagus, dan juga sebagian yang lain wajahnya kurang baik, mereka itu merupakan orang - orang yang mencampuradukan antara amalan shalih dan juga amalan kurang baik, hingga allah mengampuni kejelekan mereka. []

maraji’: riyadhush shalihin

_______________
catatan kaki:
[1] dalam hadits riwayat bukhari yang lain, diceritakan kalau kedua tamu rasulullah itu berkata kepada rasulullah saw, “kamu masih mempunyai sisa usia yang belum kalian jalani, bila kau telah melaluinya hingga kau hendak masuk rumahmu. ” (hr. bukhari)

(sumber: dakwatuna. com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman