TUTUP!!! Klik 2x...

8 Lafadz Sholawat yang Diajarkan Nabi Muhammad, Ini Keutamaannya

Inilah lafadz shalawat yang dianjurkan oleh rasulullah

عن أنس بن مالك قال: قال رسول الله : «مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ» رواه النسائي وأحمد وغيرهما وهو حديث صحيح.

dari anas bin malik radhiallahu ‘anhu, dia mengatakan kalau rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali hingga allah hendak bershalawat menurutnya 10 kali, dan juga digugurkan 10 kesalahan (dosa) nya, dan ditinggikan menurutnya 10 derajat/tingkatan (di surga nanti) ”

[shahih. hadits riwayat an - nasa’i (nomor. 1297) , ahmad (3/102 dan juga 261) , ibnu hibban (nomor. 904) dan juga al - hakim (nomor. 2018) , dishahihkan oleh ibnu hibban rahimahullah, al - hakim rahimahullah dan juga disepakati oleh adz - dzahabi, rahimahullah pula oleh ibnu hajar rahimahullah dalam “fathul baari” (11/167) dan juga al - albani rahimahullah dalam “shahihul adabil mufrad” (nomor. 643). ].

hadits yang agung ini menampilkan keutamaan bershalawat kepada nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga anjuran perbanyak shalawat tersebut

[lihat “sunan an - nasa’i” (3/50) dan juga “shahiihut targiib wat tarhiib” (2/134) ], karna ini menggambarkan karena turunnya rahmat, pengampunan dan juga pahala yang berlipatganda dari allah ta’ala [lihat kitab “faidhul qadiir” (6/169) ].

sebagian faidah berarti yang tercantunm dalam hadits ini:

banyak bershalawat kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan ciri cinta seseorang muslim kepada dia shallallahu ‘alaihi wa sallam [lihat kitab “mahabbatur rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, bainal ittibaa’ walibtidaa’” (perihal. 77). ], karna para ulama berkata: “barangsiapa yang menyayangi suatu hingga ia hendak kerap menyebutnya” [lihat kitab “minhaajus sunnatin nabawiyyah” (5/393) dan juga “raudhatul muhibbiin” (perihal. 264). ].
yang diartikan dengan shalawat di mari merupakan shalawat yang dianjurkan oleh nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits - hadits dia shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih (yang biasa dibaca oleh kalangan muslimin dalam shalat mereka kala tasyahhud) , bukan shalawat - shalawat bid’ah yang diada - adakan oleh orang - orang yang tiba baru - baru, serupa shalawat nariyah, badriyah, barzanji dan juga shalawat - shalawat bid’ah yang lain. karna shalawat merupakan ibadah, hingga ketentuan diterimanya wajib ikhlas karna allah ta’ala semata dan juga setimpal dengan tuntunan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam



[lihat kitab “fadha - ilush shalaati wassalaam” (perihal. 3 - 4) , tulisan syaikh muhammad bin jamil zainu. ]. pula karna kala para teman radhiyallahu ‘anhuma bertanya kepada dia shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“ (ya rasulullah) , begitu kami telah mengenali trik mengucapkan salam kepadamu, hingga gimana trik kami mengucapkan shalawat kepadamu? ”

rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menanggapi:

“ucapkanlah: ya allah, bershalawatlah kepada (nabi) muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga keluarga beliau…dst serupa shalawat dalam tasyahhud

[shahih. riwayat bukhari (nomor. 5996) dan juga muslim (nomor. 406) ].

arti shalawat kepada nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan memohon kepada allah ta’ala supaya ia menyanjung dan juga mengagungkan dia shallallahu ‘alaihi wa sallam di dunia dan juga akhirat, di dunia dengan memuliakan peneyebutan (nama) dia shallallahu ‘alaihi wa sallam, memenangkan agama dan juga mengokohkan syariat islam yang dia membawa. dan juga di akhirat dengan melipatgandakan pahala kebaikan dia shallallahu ‘alaihi wa sallam, mempermudah syafa’at dia kepada umatnya dan juga menampakkan keutamaan dia pada hari kiamat di hadapan segala makhluk

[lihat kitab “fathul baari” (11/156) ].

arti shalawat dari allah ta’ala kepada hamba - nya merupakan limpahan rahmat, pengampunan, pujian, kemualian dan juga keberkahan dari - nya [lihat kitab “zaadul masiir” (6/398). ]. terdapat pula yang mengartikannya dengan taufik dari allah ta’ala buat keluarkan hamba - nya dari kegelapan (kesesatan) mengarah sinar (petunjuk - nya) , sebagaimana dalam firman - nya:
هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

“dialah yang bershalawat kepadamu (wahai manusia) dan juga malaikat - nya (dengan memohonkan ampunan untukmu) , biar ia keluarkan kalian dari kegelapan kepada sinar (yang cerah). dan juga merupakan ia maha penyayang kepada orang - orang yang beriman” (qs al - ahzaab: 43).

lafazh teks sholawat yang amat ringkas yang setimpal dalil2 yang shahih merupakan:

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

allahumma shallii wa sallim ‘alaa nabiyyinaa muhammad.

“ya allah, limpahkanlah shalawat dan juga salam kepada nabi kami muhammad).

[shahih. hr. at - thabrani lewat 2 isnad, keduanya baik. amati majma’ az - zawaid 10/120 dan juga shahih at - targhib wat tarhib 1/273].

setelah itu ada riwayat - riwayat yang shahih dalam 8 riwayat, ialah:

1. dari jalur ka’ab bin ‘ujrah

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد

“allaahumma shalli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa shallaita ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid, allaahumma baarik ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid”.

“ya allah berilah shalawat kepada muhammad dan juga kepada keluarga muhammad sebagaimana engkau telah bershalawat kepada ibrahim dan juga keluarga ibrahim, sebetulnya engkau maha terpuji (lagi) maha mulia. ya allah, berkahilah muhammad dan juga keluarga muhammad sebagaimana engkau telah memberkahi ibrahim dan juga keluarga ibrahim, sebetulnya engkau maha terpuji (lagi) maha mulia”

[shahih, hr. bukhari 4/118, 6/27, dan juga 7/156, muslim 2/16, abu dawud nomor. 976, 977, 978, at tirmidzi 1/301 - 302, an nasa - i dalam “sunan” 3/47 - 58 dan juga “amalul yaum wal lailah” nomor 54, ibnu majah nomor. 904, ahmad 4/243 - 244, ibnu hibban dalam “shahih” nya nomor. 900, 1948, 1955, (AL) baihaqi dalam “sunanul kubra” 2/148 dan juga yang lainnya]

2. dari jalur abu humaid as saa’diy

اللهم صل على محمد وعلى أزواجه وذريته كما صليت على إبراهيم ، وبارك على محمد وعلى أزواجه وذريته كما باركت على إبراهيم ، إنك حميد مجيد

allaahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi kamaa shol laita ‘alaa ibraahiim, wa baarik ‘alaa muhammadin wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi kamaa baarokta ‘alaa ibraahiim innaka hamiidum majiid.

“ya allah, berilah shalawat kepada muhammad dan juga kepada isteri - isteri dia dan juga keturunannya, sebagaimana engkau telah bershalawat kepada ibrahim. ya allah, berkahilah muhammad dan juga isteri - isteri dia dan juga keturunannya, sebagaimana engkau telah memberkahi ibrahim, sebetulnya engkau maha terpuji (lagi) maha mulia”

[shahih, hr. bukhari 4/118, 7/157, muslim 2/17, abu dawud nomor. 979, an nasa - i dalam “sunan” nya 3/49, ibnu majah nomor. 905, ahmad dalam “musnad” nya 5/424, baihaqi dalam “sunanul kubra” 2/150 - 151, imam malik dalam “al muwaththo’ 1/179 dan juga yang lainnya].

3. dari jalur abi mas’ud (AL) anshariy

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على آل إبراهيم وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على آل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد

allaahumma shalli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa shol laita ‘alaa aali ibraahiim , wa baarik ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa baarokta ‘alaa aali ibraahiim fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.

“ya allah berilah shalawat kepada muhammad dan juga kepada keluarga muhammad sebagaimana engkau telah bershalawat kepada ibrahim, dan juga berkahilah muhammad dan juga keluarga muhammad sebagaimana engkau telah memberkahi keluarga ibrahim atas sekaligus alam, sebetulnya engkau maha terpuji (lagi) maha mulia”

[shahih, hr muslim 2/16, abu dawud nomor. 980, at tirmidzi 5/37 - 38, an nasa - i dalam “sunan” nya 3/45, ahmad 4/118, 5/273 - 274, ibnu hibban dalam “shahih” nya nomor. 1949, 1956, baihaqi dalam “sunanul kubra” 2/146, dan juga imam malik dalam “al muwaththo’ (1/179 - 180 tanwirul hawalik syarah muwaththo’”]

4. dari jalur abi mas’ud, ‘uqbah bin ‘amr (AL) anshariy (jalur kedua)

للهم صل على محمد النبي الأمي وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم وبارك على محمد النبي الأمي وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد

allaahumma shalli ‘alaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aali muhammad kamaa shol laita ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim, wa baarik ‘alaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aali muhammadkamaa baarokta ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid.

“ya allah berilah shalawat kepada muhammad yang ummi dan juga kepada keluarga muhammad, sebagaimana engkau telah berikan bershalawat kepada ibrahim dan juga keluarga ibrahim. dan juga berkahilah muhammad nabi yang ummi dan juga keluarga muhammad sebagaimana engkau telah memberkahi keluarga ibrahim dan juga keluarga ibrahim, sebetulnya engkau maha terpuji (lagi) maha mulia”

[shahih, hr. abu dawud nomor. 981, an nasa - i dalam “amalul yaum wal lailah” nomor. 94, ahmad dalam “musnad” nya 4/119, ibnu hibban dalam “shahih” nya nomor. 1950, baihaqi dalam “sunan” nya nomor 2/146 - 147, ibnu khuzaimah dalam “shahih” nya no711, daruquthni dalam “sunan” nya nomor 1/354 - 355, (AL) hakim dalam “al mustadrak” 1/268, dan juga ath thabrany dalam “mu’jam (AL) kabir” 17/251 - 252]

5. dari jalur abi sa’id (AL) khudriy

اللهم صل على محمد عبدك ورسولك كما صليت على آل إبراهيم وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم

allaahumma shalli ‘alaa muhammadin ‘abdika wa rosuulika kamaa shol laita ‘alaa aali ibraahiim, wa baarik ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibraahiim.

“ya allah berilah shalawat kepada muhammad hambamu dan juga rasulmu, sebagaimana engkau telah bershalawat kepada ibrahim. dan juga berkahilah muhammad dan juga keluarga muhammad, sebagaimana engkau telah memberkahi ibrahim”

[shahih, hr bukhari 6/27, 7/157, an nasa - i 3/49, ibnu majah nomor. 903, baihaqi 2/147, dan juga ath thahawiy dalam “musykilul atsaar” 3/73]

6. dari jalur seseorang pria shabat nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

اللهم صل على محمد وعلى أهل بيته وعلى أزواجه وذريته كما صليت على آل إبراهيم إنك حميد مجيد وبارك على محمد وعلى أهل بيته وعلى أزواجه وذريته كما باركت على آل إبراهيم إنك حميد مجيد

allaahumma shalli ‘alaa muhammad wa ‘alaa pakar baitihi wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi kamaa shallaita ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid , wa baarik ‘alaa muhammad wa ‘alaa pakar baitihi wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi kamaa baarokta ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid.

“ya allah berilah shalawat kepada muhammad dan juga kepada pakar baitnya dan juga istri - istrinya dan juga keturunannya, sebagaimana engkau telah bershalawat kepada ibrahim, sebetulnya engkau maha terpuji (lagi) maha mulia. dan juga berkahilah muhammad dan juga kepada pakar baitnya dan juga istri - istrinya dan juga keturunannya, sebagimana engkau telah memberkahi ibrahim, sebetulnya engkau maha terpuji (lagi) maha mulia”

[shahih, hr. ahmad 5/347, ini merupakan lafazhnya, ath thowawiy dalam “musykilul atsaar” 3/74], dishahihkan oleh (AL) albani dalam “sifaat sahalat nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam”, perihal 178 - 179].

7. dari jalur abu hurairah

اللهم صل على محمد و على آل محمد وبارك على محمد و على آل محمد كما صليت وباركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد

allaahumma shalli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad wa baarik ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad, kamaa shallaita wa baarokta ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid.

“ya allah berilah shalawat kepada muhammad dan juga keluarga muhammad, dan juga berkahilah muhammad dan juga keluarga muhammad, sebagaimana engkau telah bershalawat dan juga memberkahi ibrahim dan juga keluarga ibrahim, sebetulnya engkau maha terpuji (lagi) maha mulia”

[shahih, hr ath thowawiy dalam “musykilul atsaar” 3/75, an nasa - i dalam “amalul yaum wal lailah” nomor 47 dari jalur dawud bin qais dari nu’aim bin abdullah (AL) mujmir dari abu hurairah , ibnul qayyim dalam “jalaa’ul afhaam fish shalati was salaami ‘alaa khairil anaam (perihal 13) mengatakan, “isnad hadist ini shahih atas ketentuan syaikhaini (bukhari dan juga muslim) , dan juga dishahihkan oleh (AL) albani dalam “sifaat sahalat nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam”, perihal 181]

8. dari jalur thalhah bin ‘ubaidullah

اللهم صل على محمد و على آل محمد كما صليت على إبراهيم و على آل إبراهيم إنك حميد مجيد وبارك على محمد و على آل محمد كما باركت على إبراهيم و آل إبراهيم إنك حميد مجيد

allaahumma shalli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa shol laita ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid, wa baarik ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibraahiim wa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid.

“ya allah berilah shalawat kepada muhammad dan juga keluarga muhammad, sebagaimana engkau telah bershalawat kepada ibrahim dan juga keluarga ibrahim, sebetulnya engkau maha terpuji (lagi) maha mulia. dan juga berkahilah muhammad dan juga keluarga muhammad, sebagaimana engkau telah telah memberkahi ibrahim dan juga keluarga ibrahim, sebetulnya engkau maha terpuji (lagi) maha mulia”.

[shahih, hr. ahmad 1/162, an nasa - i dalam “sunan: nya 3/48 dan juga “amalul yaum wal lailah” nomor 48, abu nu’aim dalam “al hilyah” 4/373, seluruhnya dari jalur ‘utsman bin mauhab dari musa bin thalhah, dari ayahnya (thalhah bin ‘ubaidullah) , dishahihkan oleh (AL) albani].

► tentang perkataan صلى ا لله عليه وسلم

di sunnahkan (sebagian ulama mewajibkannya) mengucapkan shalawat dan juga salam kepada nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiap kali menyebut ataupun diucap nama dia, ialah dengan perkataan:

صلى ا لله عليه وسلم

“shallallahu ‘alaihi wa sallam”

riwayat2 yang tiba tentang ini banyak sekali, antara lain dari 2 hadits shahih di dasar ini:

1. dari jalur husain bin ‘ali bin abi thalib, dia mengatakan,

“bahwasanya nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “orang yang bakhil (kikir/pelit) itu yakni orang yang apabila namaku diucap disisinya, setelah itu dia tidak bershalawat kepadaku (dengan ucapan - red) صلى ا لله عليه وسلم (“shallallahu ‘alaihi wa sallam””).

[shahih. dikeluarkan oleh at tirmidzi 5/211, ahmad 1/201 nomor 1736, an nasa - i nomor 55, 56 dan juga 57, ibnu hibban 2388, (AL) hakim 1/549, dan juga ath thabraniy 3/137 nomor 2885.

2. dari abu hurairah, dia mengatakan,

“telah bersabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : ” hina dan juga rugi dan kecewalah seseorang yang diucap namaku disisinya, kemudian dia tidak bershalawat kepadaku””.

[shahih. dikeluarkan oleh imam at tirmidzi 5/210, dan juga (AL) hakim 1/549. dan juga at tirmidzi telah melaporkan kalau hadits ini hasan].

hadits ke 2 ini, banyak syawaahidnya dari jama’ah para shahabat, sebagaimana disebutkan dalam kitab - kiatb : at targhib wat tarhib” (2/506 - 510) imam (AL) mundzir, “jalaa - ul afhaam (perihal 229 - 240) ibnu qayyim, (AL) bukhari dalam “adabul mufrad” (nomor 644, 645) , ibnu khuzaimah (nomor 1888) , ibnu hibban (nomor 2386 dan juga 2387 – mawaarid).





(sumber: aslibumiayu. net)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman