TUTUP!!! Klik 2x...

Ini Ancaman Allah kepada Pemimpin yang Zalim

Jadi pemimpin menggambarkan amanah yang besar. kala seseorang pemimpin berbuat zalim kepada rakyatnya, hingga allah swt menebar ancaman kepada pemimpin tersebut. merujuk pada penjelasan alquran, orang yang melaksanakan perbuatan zalim itu hendak disiksa dengan siksaan yang pedih.

sebetulnya, dosa itu atas orang - orang yang berbuat zalim kepada manusia dan juga melampaui batasan di wajah bumi tanpa hak. mereka itu menemukan azab yang pedih. (qs asysyura [42]: 42). benda siapa yang menipu kami, tidaklah ia dari kalangan kami. (hr muslim).

rasulullah saw berkata, tiap orang merupakan pemimpin dan juga mereka hendak bertanggung jawab atas kepemimpinannya itu. dalam hadis lain, disebutkan, " benda siapa yang dinaikan oleh allah jadi pemimpin untuk kalangan muslim, kemudian dia menutupi pribadinya tanpa penuhi kebutuhan mereka, (menutup) atensi terhadap mereka, dan juga kemiskinan mereka. allah hendak menutupi (diri - nya) , tanpa penuhi kebutuhannya, atensi kepadanya, dan juga kemiskinannya. " (diriwayatkan dari abu dawud dan juga tirmidzi dari abu maryam).
seseorang pemimpin merupakan abdi ataupun pelayan untuk anggota kelompoknya (rakyatnya) , baik pemimpin industri, warga, keluarga, ataupun negeri. dalam suatu ungkapan, dikatakan, sayyid al - qawm khaadimuhu. (pemimpin suatu kalangan merupakan pelayan untuk kaumnya). karna itu, mereka tidak boleh melaksanakan kezaliman pada orang - orang yang dipimpinnya. seluruh kebijakan yang dibuatnya wajib mengacu pada kepentingan yang dipimpinnya.


apabila dia mengkhianati amanah yang telah dikasih (rakyat) itu, dosa besar dan juga azab yang pedih hendak ditimpakan kepadanya.

dalam kitab al - kaba`ir ini, adz - dzahabi pula mengatakan dosa besar untuk hakim yang zalim. ialah, memutuskan sesuatu masalah tanpa penuhi kerasa keadilan sebagaimana diresmikan (alquran). allah tidak hendak menerima shalat seseorang pemimpin yang tidak berhukum dengan apa yang telah diturunkan allah.

hakim itu terdiri atas 3 berbagai, satu orang di surga dan juga 2 yang lain di neraka. seseorang hakim yang ketahui kebenaran dan juga dia memutuskannya dengan kebenaran itu, dia berposisi di surga. sebaliknya, hakim lain yang mengenali kebenaran, tetapi dia menyimpang dengan terencana, dia berposisi di neraka. dan juga, seseorang hakim yang memutuskan masalah tanpa didasari dengan ilmu, dia berposisi di neraka. (hr abu dawud, tirmidzi, dan juga ibnu majah).

begitu pula mereka yang tetap melaksanakan sogok (suap - menyuap) dan juga korupsi. allah melaknat orang yang berikan suap dan juga menerimanya dalam memutuskan (sesuatu masalah). (hr tirmidzi, ibnu hibban, dan juga hakim).




(sumber: http:// www. beritaislam24h. net/2016/11/ini-ancaman-allah-kepada-pemimpin-yang. html)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman