TUTUP!!! Klik 2x...

Keutamaan Orang yang Membantu Para Mujahid Untuk Jihad Di Jalan Allah

Kkeutamaan orang yang menolong para mujahid yang berjihad di jalur allah

allah subhanahu wa taala berfirman:

لَّا يَسْتَوِى ٱلْقَٰعِدُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُو۟لِى ٱلضَّرَرِ وَٱلْمُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ فَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلْمُجَٰهِدِينَ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى ٱلْقَٰعِدِينَ دَرَجَةًۭ ۚ وَكُلًّۭا وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ وَفَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلْمُجَٰهِدِينَ عَلَى ٱلْقَٰعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًۭا

" bukanlah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak memiliki uzur dengan orang - orang yang berjihad di jalur allah dengan harta mereka dan juga jiwanya. allah melebihkan orang - orang yang berjihad dengan harta dan juga jiwanya atas orang - orang yang duduk satu derajat. kepada tiap - tiap mereka allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan juga allah melebihkan orang - orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar. " (an nisaa: 95)

walaupun allah subhanahu wa taala telah menegaskan kalau pahala untuk orang yang berjihad di jalur allah lebih besar dan juga lebih mulia daripada orang - orang yang tidak turut dan dalam jihad , tetapi terdapat sebagian kedudukan yang dapat diambil oleh orang - orang yang tidak turut berjihad dalam menolong para mujahid. di antaranya

di antara lain:

1. memadai kebutuhan para mujahid.

dari shahabat zaid bin khalid radhiyallahu anhu, bahwasanya rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

" barangsiapa mempersiapkan keberangkatan seseorang tentara islam dalam jihad di jalur allah, berarti dia turut berjihad. dan juga barangsiapa menolong kebutuhan keluarga yang ditinggalkannya, berarti dia turut berjihad. "
[hr. bukhari (nomor. 2843) , muslim (nomor. 1895/135, 136) , abu dawud (nomor. 2509) , at - tirmidzi (nomor. 1628) , dan juga an - nasai (vi/46) ].

2. penuhi (memadai) kebutuhan keluarga para mujahid.

dari shahabat zaid bin khalid al - juhani radhiyallahu anhu, dari rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dia bersabda:

" barangsiapa mempersiapkan keberangkatan seseorang tentara islam dalam jihad di jalur allah, berarti dia turut berjihad. dan juga barangsiapa menjamin kebutuhan keluarga yang ditinggalkannya dengan baik, berarti dia turut berjihad. "
[hr. muslim (nomor. 1895) dan juga lainnya]

imam an - nawawi rahimahullah menarangkan:

" artinya, dia hendak menemukan pahala dengan karena jihadnya orang tadi, dan juga pahala ini hendak didapatkan pada tiap jihad, baik sedikit ataupun banyak. pahala tersebut pula dikasih untuk tiap orang yang menjamin kebutuhan keluarga seseorang mujahid dengan baik; serupa menafkahi mereka ataupun menolong urusan mereka. dan juga besar kecilnya pahala tersebut bergantung dari sedikit ataupun banyaknya dorongan. di dalam hadits ini tercantunm anjuran buat membalas kebaikan orang yang berjasa untuk islam dan juga kalangan muslimin, ataupun (membalas kebaikan) orang yang mengemban sesuatu tugas berarti demi mereka. " [syarah shahih muslim (xiii/40) ]

al - hafizh ibnu hajar rahimahullah mengatakan:

" sabda nabi " berarti dia turut berperang " , bagi ibnu hibban maknanya kalau orang itu menemukan pahala yang sama, walaupun tidak terjun langsung ke medan jihad.

setelah itu dia (ibnu hibban) meriwayatkan hadits ini, dari busr bin said, dengan lafazh:

" diresmikan menurutnya pahala serupa pahala mujahid itu tadi, tanpa kurangi pahala mujahid itu sedikit juga. "
[shahih. hr. ibnu hibban (nomor. 4614 - at - taliiqaatul hisaan) ]

ibnu majah meriwayatkan hadits semakna, dari umar bin al - khaththab radhiyallahu anhu, " saya mendengar rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

" barangsiapa mempersiapkan seluruh keperluan seseorang mujahid sampai dia dapat menutup segala kebutuhannya, hingga menurutnya pahala serupa pahala mujahid tersebut hingga dia gugur ataupun dia kembali (dengan selamat). "
[shahih. hr. ibnu majah (nomor. 2758) ]

dan juga hadits ini memiliki 2 faedah:

kesatu, janji yang disebutkan (dalam hadits ini) menggambarkan imbalan atas persiapan tersadu yang diberikannya, dan juga inilah yang diartikan dengan sabda dia shallallahu alaihi wa sallam " sampai dia dapat menutup segala kebutuhannya ".

" kedua, kalau pahala mereka berdua sama besarnya sampai usai peperangan tersebut. " [fathhul baari (vi/50, cet. darul fikr) ]

3. orang yang menolong membagikan nafkah untuk orang yang berjihad hendak dibalas (diberi ganjaran) berlipat ganda.

allah taala berfirman:

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍۢ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍۢ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

" perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang - orang yang menafkahkan hartanya di jalur allah merupakan seragam dengan sebutir benih yang meningkatkan 7 bulir, pada masing - masing bulir: seratus biji. allah melipat gandakan (ganjaran) untuk siapa yang ia kehendaki. dan juga allah maha luas (karunia - nya) lagi maha mengenali. " (al - baqarah: 261)

dari abu masud al - anshari radhiyallahu anhu, dia mengatakan: " seseorang pria tiba dengan seekor unta yang telah diikat, kemudian dia mengatakan, ini (buat sedekah) di jalur allah. hingga rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
" karna unta ini, engkau hendak memperoleh 700 unta pada hari kiamat, seluruh unta itu telah diikat. " [hr. muslim (nomor. 1892) ]

rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pula bersabda:

" barangsiapa membagikan nafkah (infaq) kepada orang yang berjihad fii sabilillah, hingga hendak ditulis pahalanya hingga 700 kali lipat. " [shahih. hr. an - nasai (vi/49) dan juga at - tirmidzi (nomor. 1625) , dari shahabat khuraim bin fatik radhiyallahu anhu]
4. orang yang bersedekah menolong jihad hendak masuk surga.

dari abu hurairah radhiyallahu anhu, bahwasanya rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
" barangsiapa menyedekahkan 2 pasang kuda fii sabilillah, tentu hendak terpanggil di surga nanti, wahai hamba allah, inilah kebaikan. bila dia tercantum pakar shalat, tentu dia hendak terpanggil dari pintu shalat, bila dia tercantum pakar jihad, hingga dia hendak terpanggil dari pintu jihad, dan juga bila dia tercantum pakar sedekah, tentu dia hendak terpanggil dari pintu sedekah, dan juga bila dia tercantum pakar puasa, tentu dia hendak terpanggil dari pintu ar - rayyan. "

abu bakar radhiyallahu anhu mengatakan:
" wahai rasulullah! tidak hendak terdapat bahaya yang mengenai seorang yang di panggil dari seluruh pintu itu, terdapatkah orang yang terpanggil dari seluruh pintu? "
dia menanggapi:
" ya, terdapat, saya berharap engkau tercantum dari mereka. "
[hr. bukhari (nomor. 1897) dan juga muslim (nomor. 1027) ]

5. mengurus keluarga mujahidin yang gugur.

para mujahid merupakan orang yang mempertaruhkan diri dan juga jiwanya demi kepentingan kalangan muslimin. karna itu, kalangan muslmin wajib membalas kebaikannya. apabila terdapat mujahid yang gugur, hingga hormatilah keluarganya, dilayani kebutuhannya dan juga dibantu (buat meringankan) kesusahannya.

perihal ini bersumber pada perintah rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada para istri dia, kala shahabat jafar bin abi thalib radhiyallahu anhu gugur dalam perang mutah. rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda pada istri - istri dia:
" siapkanlah santapan buat keluarga jafar, karna begitu telah tiba kepada mereka suatu yang menyibukkan mereka. "
[hasan. hr. ahmad (i/205) , abu dawud (nomor. 3132) , at - tirmidzi (nomor. 998) , ibnu majah (nomor. 1610) , dan juga yang lain. at - tirmidzi mengatakan: " hadits ini hasan " ]

6. ancaman untuk orang yang tidak menolong para mujahid.

rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

" siapa aja yang tidak berangkat berjihad, tidak mendanai seseorang mujahid ataupun mengurus keluarga seseorang mujahid, hendak hadapi musibah saat sebelum dia wafat. "
[hasan. hr. abu dawud (nomor. 2503) , al - baihaqi (ix/48) , ad - darimi (ii/209) , ibnu majah (nomor. 2762) , dan juga yang lain, dari shahabat abu umamah radhiyallahu anhu. hadits ini dihasankan oleh syaikh al - albani dalam silsilah al - ahaadits ash - shahiihah (vi/128, nomor. 2561) ]

(dilansir dari novel " jihad dalam syariat islam " (karya al - ustadz yazid bin abdul qadir jawas hafizhahullah).

rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ، وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ، مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ.

" barangsiapa wafat dunia lagi dia tidak sempat turut berperang dan juga pula tidak terbetik dalam benaknya (hasrat) buat berperang, hingga matinya tercantum dalam satu cabang kemunafikan. "
[hr. muslim (nomor. 1910) , abu dawud (nomor. 2502) , an - nasa - i (vi/8) , ahmad (ii/374) , dari teman abu hurairah radhiyallahu anhu]
mudah - mudahan berguna.





(sumber: http:// www. postmetro. co/2016/11/keutamaan-orang-yang-membantu-para. html)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman