TUTUP!!! Klik 2x...

Pasca Aksi 212, Habib Rizieq De Facto Pimpinan Gerakan Islam di Indonesia

Sudah semenjak aksi bela islam 2 aku katakan kalau allah swt mem - baypass ormas - ormas, parpol - parpol, dan juga tokoh - tokoh mainstream islam yang menutup kebangkitan islam dengan melahirkan fenomena baru aksi bela islam.

apa yang dipikirkan as hikam (tulisan terdapat di dasar) sama dengan yang aku pikirkan.

sore tadi aku ditanya, apakah sehabis aksi damai bela islam 212, ahoq hendak ditangkap? tegas aku menanggapi: tidak.

namun jangan kecewa dahulu. bisa jadi allah swt memiliki rencana pergantian besar di indonesia. hingga, aksi bela islam hendak dicoba lagi dan juga lagi sampai pemahaman massif terbangun di tengah rakyat. dikala itu bukan ahoq aja yang hendak dihempaskan tsunami politik persatuan umat islam, namun pula seluruh kekokohan politik dan juga kekokohan ekonomi di belakangnya. (hafidin achmad luthfie)

berikut tulisan as hikam yang diposting di account fbnya:

pasca - aksi 212: habib rizieq bagaikan pemimpin islam politik indonesia?

gelar aksi demo yang diberi nama “super damai” di wilayah monas pada jum’at 2 desember 2016 barangkali layak diucap bagaikan suatu babak baru dalam konstelasi perpolitikan indonesia pasca - reformasi. ialah timbulnya habib rizieq syihab (hrs) bagaikan representasi kekokohan islam politik yg fenomenal dan juga wajib diperhitungkan secara sungguh - sungguh oleh pemerintah presiden jokowi (pj) dan juga warga indonesia dan pihak - pihak di luar negara ini.

kedatangan pj dalam kegiatan tersebut, menjajaki sholat jum’at, mencermati khotbah hrs yg amat jelas mengantarkan tausiah/ pesan - pesan politik kepada pj, pidato pendek si presiden di panggung berbarengan hrs dan juga para petinggi kabinet, dan juga, last but not the least, konsistensi tuntutan supaya ahox ditangkap, dan juga kesuksesan kegiatan hingga tuntas tanpa terdapat kericuhan sedikitpun, seluruhnya menggambarkan fakta - fakta yg mampu ditafsirkan kalau hrs lah yang jadi tokoh utama alias “man of the hour” dalam event tsb.

presiden jokowi dan juga jajaran kabinet dikala menyimak khutbah jumat habib rizieq

bukan cuma itu aja. pasca - 212, suka ataupun tidak suka, hrs merupakan pemimpin yang tidak mampu diragukan lagi (undisputed leader) dari kekokohan islam politik indonesia, dan juga pj merupakan salah satu pihak yg turut mengukuhkan posisi tsb! para perjabat negeri boleh dan juga legal legal aja berkata kalau pj sudah menampilkan kepemimpinannya dengan tampak di dalam kegiatan tsb; terlebih lagi terdapat yg bilang pj telah menang tanpa wajib mengalahkan (menang tanpo ngasorake) lawan, dll pujian serupa itu. tetapi secara politis, hemat aku, pj menang cuma secara taktis, namun hrs lah yang menemukan keuntungan secara strategis. bila pj dapat diucap mencapai keuntungan politik dalam jangka pendek, namun pengaruh hrs dan juga islam politik di negara dapat aja hendak meluas dalam jangka panjang.
implikasi politik jangka pendek yg amat nyata merupakan thd permasalahan ahox hendak bergulir. prediksi aku, tekanan dari kelompok anti - ahox hendak kian besar bukan aja supaya gubernur dki non - aktif tsb ditahan, namun pula hingga ujung proses dengan putusan dinyatakan bagaikan pihak yg bersalah. kedatangan pj di monas hendak dikapitalisasi secara politik oleh kubu ini buat terus tingkatkan tekanan supaya “hukum ditegakkan” dan juga “keadilan dijunjung tinggi” dalam proses peradilan yag hendak tiba. pengaruhnya thd kampanye pilkada pendamping ahox - djarot (badja) , tampaknya hendak terus menjadi negatif dan juga merugikan pemulihan elektabilitasnya. bila survei - 2 yg dicoba saat sebelum 212 aja hasilnya sudah condong “sepakat” kalau elektabilitas badja hadapi penyusutan akibat status terdakwa ahox, terlebih sehabis ini. pihak anti ahox hendak terus menjadi agressif dalam kampanye mereka utk memarginalisasi si petahana. paslon badja mesti kerja “super keras” supaya tidak hadapi penyusutan tajam lebih lanjut!

diamnya parpol - parpol pendukung badja pasca kedatangan pj ke monas, untuk aku, merupakan pula tanda - tanda kurang baik untuk paslon ini. elite pdip, nasdem, dan juga hanura serupa lagi “kebingungan” dan juga kesimpulannya memilah “diam” dengan keputusan pj yang konon terbuat tiba - tiba utk bergabung dalam kegiatan di monas tsb. demikian pula reaksi senyap dari regu sukses badja terpaut dengan dinamika politik serupa itu menampilkan kalau mereka juga hadapi semacam kekagetan yg sungguh - sungguh. ini berbanding terbalik desigram persistensi kelompok anti - ahox dalam kampanye mereka amat nyata, serupa kita amati dalam bermunculannya meme - meme baru di sosmed yg berjudul desakan supaya ahox ditahan. upaya pemulihan elektabilitas paslon badja jelas terus menjadi dipersulit oleh keputusan pj muncul di monas tsb. paling tidak peluru baru untuk kampanye lawan meningkat lagi, sedangkan paslon badja tidak siap dengan counternya..

bukan cuma pihak paslon badja aja yg terimbas implikasi politik dari langkah pj kemarin. hemat aku, ormas - ormas besar islam yang sepanjang ini berupaya menolong pj supaya eskalasi demo mampu dibatasi, dapat jadi pula sama kagetnya. hingga satu hari sehabis demo 212 berakhir, aku belum menciptakan respon formal dari nu dan juga muhammadiyah, ataupun tokoh - tokoh islam terkemuka yang sebelumnya turut mengerem ummat supaya tidak berpartisipasi di dalam gelar aksi tsb. ini tentu amat menarik utk diperhatikan. dapat jadi merekapun lagi berupaya mengerti dan juga mendengarkan dinamika ini. paling tidak mereka mesti mengevaluasi utk apa anjuran - 2 mereka kepada ummat supaya tidak turut muncul dalam aksi 212 bila setelah itu pj seorang diri malah muncul di situ? bukankah ini menggambarkan suatu pengakuan dan juga endorsement politik terhadap keberadaan hrs dan juga para pendukungnya bagaikan suatu kekokohan nyata dalam konstelasi perpolitikan nasional? wallahua’lam..

suatu fenomena politik baru pasca - reformasi di indonesia lagi bergulir, ialah timbul dan juga berkembangnya kekokohan islam politik dalam panggung demokrasi, bukan lewat pintu politik elektoral (electoral politics) , namun lewat pintu politik massa (mass politics). apakah pj menyadari seluruhnya kalau saat ini kepemimpinan hrs dan juga islam politik makin mantap kedatangan dan juga pengaruhnya dalam panggung perpolitikan negara ini? silakan para teman utk memperbincangkannya. [eramuslim]






(sumber: http:// www. postmetro. co/2016/12/pasca-aksi-212-habib-rizieq-de-facto.html)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman