TUTUP!!! Klik 2x...

Ini Kisah Ketika Nabi Isa AS Menolak Disebut Tuhan

Nabi isa as menggambarkan salah seseorang utusan allah swt yang mempunyai banyak keistimewaan. dia dilahirkan dari rahim seseorang perempuan suci yang masih perawan. kala balita, dia dikasih mukjizat sampai - sampai mampu berdialog membela si bunda dari tuduhan zina.

bersamaan pertumbuhannya, nabi isa as mempunyai banyak mukjizat. antara lain sanggup menghidupkan orang mati, membikin burung dari tanah, merendahkan santapan dari langit, dan juga mengobati penyakit kusta.

sampai - sampai karna begitu banyak perihal luar biasa yang dicoba oleh nabi isa as, hingga bani israil juga menganggapnya bagaikan tuhan. hendak namun nabi isa as menolak mengakui pribadinya merupakan tuhan. terlebih lagi dalam al - quran, secara tegas dia melaporkan kalau pribadinya cumalah hamba allah swt. sedangkan yang harus disembah cuma allah taala.

dalam al - quran surah al - maidah ayat 116 - 117, diterangkan secara rinci menimpa penolakan nabi isa as tentang penyebutan pribadinya bagaikan tuhan. sebagaimana dinyatakan dalam surah al - maidah ayat 116 kalau,

" dan juga (ingatlah) kala allah berfirman: " hai isa putera maryam, terdapatkah kalian berkata kepada manusia: " jadikanlah saya dan juga ibuku 2 orang tuhan tidak hanya allah? ". isa menanggapi: " maha suci engkau, bukanlah pantas bagiku berkata apa yang bukan hakku (mengatakannya). bila saya sempat berkata hingga tentulah engkau mengenali apa yang terdapat pada diriku dan juga saya tidak mengenali apa yang terdapat pada diri engkau. sebetulnya engkau maha mengenali masalah yang ghaib - ghaib ".

dalam ayat ini dipaparkan kalau allah swt bertanya kepada nabi isa as kalau terdapatkah dia berkata kepada manusia buat menjadikannya dan juga ibunya bagaikan 2 orang tuhan allah.

mengalami persoalan tersebut, hingga nabi isa as juga menanggapi kalau, maha suci allah, bukanlah pantas banginya buat berkata apa yang bukan haknya. bila dia sempat berkata perihal tersebut, hingga tentulah allah swt mengenali apa yang terdapat pada pribadinya dan juga dia tidak mengenali apa yang terdapat di diri allah. karena cuma allah - lah yang maha mengenali perkara - perkara ghaib.

setelah itu dalam ayat berikutnya ada penegasan dari nabi isa as. sebagaimana dinyatakan dalam ayat 117 surah al - maidah,

" saya tidak sempat berkata kepada mereka kecuali apa yang engkau perintahkan kepadaku (berkata) nya ialah, " sembahlah allah, tuhanku dan juga tuhanmu " , dan juga merupakan saya jadi saksi mata terhadap mereka, sepanjang saya berposisi di antara mereka. hingga sehabis engkau wafatkan saya, engkau - lah yang mengawasi mereka. dan juga engkau merupakan maha melihat atas seluruh suatu. "

dalam ayat ini nabi isa as melaporkan kalau dia tidak sempat berkata whatever kepada kaummnya kecuali apa yang allah swt perintahkan kepadanya ialah, " sembahlah allah, tuhanku dan juga tuhanmu. " dan juga dia jadi saksi mata terhadap kaumnya sepanjang dia berposisi diantara mereka. sampai - sampai sehabis allah taala mewafatkannya hingga allah - lah yang mengawasi mereka dan juga allah merupakan maha melihat atas seluruh suatu.

setelah itu dalam surah maryam ayat 30, nabi isa as melaporkan secara tegas kalau pribadinya merupakan hamba allah swt. sebagaimana disebutkan kalau,

“sesungguhnya saya ini hamba allah, ia memberiku al - kitab (injil) dan juga ia menjadikan saya seseorang nabi. "

berikutnya dalam surah maryam ayat 36,

“sesungguhnya allah merupakan tuhanku dan juga tuhan kamu, hingga sembahlah ia oleh kalian sekaligus. ini merupakan jalur yang lurus. “

dengan demikian sebagian ayat dalam al - quran ini mengatakan tentang penolakan nabi isa as menimpa penyebutan pribadinya bagaikan tuhan. terlebih lagi secara tegas dia melaporkan kalau allah swt menggambarkan salah satunya tuhan yang pantas disembah.

sampai - sampai untuk orang - orang yang melaporkan kalau nabi isa as menggambarkan tuhan, hingga allah swt mengharamkan menurutnya surga dan juga nanti mereka hendak memperoleh siksaan yang teramat pedih di dalam neraka.

sebagaimana firman allah swt dalam surah al - maidah ayat 72 - 73, kalau :

“sesungguhnya telah kafirlah orang - orang yang mengatakan: “sesungguhnya allah merupakan angkatan laut (AL) masih putra maryam”, sementara itu angkatan laut (AL) masih (seorang diri) mengatakan: “hai bani israel, sembahlah allah tuhanku dan juga tuhanmu” sebetulnya orang yang mempersekutukan (suatu dengan) allah, hingga tentu allah mengharamkan kepadanya surga, dan juga tempatnya yakni neraka, bukanlah terdapat untuk orang - orang lalim itu seseorang penolong juga. “ (qs. al - maidah: 72)

“sesungguhnya kafirlah orang - orang yang berkata: “bahwasanya allah salah satu dari yang tiga”, sementara itu sekali - kali tidak terdapat tuhan (yang berhak disembah) tidak hanya tuhan yang esa. bila mereka tidak menyudahi dari apa yang mereka katakan itu, tentu orang - orang yang kafir di antara mereka hendak ditimpa siksaan yang pedih. “ (qs. angkatan laut (AL) maidah: 73)

demikianlah pembahasan menimpa penolakan nabi isa as tentang penyebutan pribadinya bagaikan tuhan. terlebih lagi secara tegas dia melaporkan kalau pribadinya cumalah hamba allah swt. mudah - mudahan berguna.







(Sumber: http:// yesmuslim. blogspot. com/2016/06/ketika-nabi-isa-as-menolak-disebut-tuhan. html )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman