TUTUP!!! Klik 2x...

7 Fadhilah Sholat Dhuha Yang Harus Diketahui Seorang Muslim

Shalat menggambarkan kunci diterima ataupun ditolaknya totalitas ibadah yang telah dicoba seseorang mukmin. dalam suatu hadits diterangkan kalau yang kesatu dihisab oleh allah swt. dari amal seseorang hamba pada hari kiamat merupakan shalatnya. bila shalatnya baik, hingga baiklah segala amalnya. hendaknya, bila shalatnya rusak, hingga segala amalnya pula hendak ikut rusak. karenanya, shalat yang kita kerjakan wajib betul - betul terpelihara kesempurnaannya. salah satu trik menyempurnakan shalat harus merupakan dengan melakukan shalat sunat.
banyak sekali opsi shalat sunat yang mampu kita kerjakan buat menyempurnakan pahala shalat harus yang telah kita kerjakan. sebut aja shalat sunat rawatib yang biasa kita kerjakan saat sebelum dan juga sehabis mengerjakan shalat 5 waktu.

tidak hanya shalat sunat rawatib, kita pula kenali banyak sekali tipe shalat sunat di antara lain merupakan tahiyatul masjid, syukrul wudhu, tahajud, witir, dan dhuha. yang disebutkan terakhir sering terlupakan karna walaupun kita ketahui fadhilahnya tetapi karna waktu penerapannya berbarengan dengan dimulainya kegiatan setiap hari, hingga shalat dhuha kerap tidak dikerjakan.

ya, shalat dhuha yakni shalat sunat yang dikerjakan pada waktu matahari lagi naik, ialah hampir setinggi lebih kurang 7 (7) hasta ataupun dekat setinggi satu tombak, antara jam 08. 00 pagi hingga dengan masuk waktu dzuhur (dekat jam 11. 00 siang).

shalat dhuha hukumnya sunat muakad (amat diajarkan dan juga mendekati harus) karna rasulullah tetap mengerjakannya dan juga berpesan kepada para teman buat mengerjakannya pula. shalat dhuha pula menggambarkan wasiat rasul kepada umatnya sebagaimana disebutkan dalam suatu hadits. “abu hurairah r. a. menggambarkan, ‘kekasihku rasulullah saw. berikan wasiat kepadaku dengan 3 perihal yang tidak sempat kutinggalkan sampai wafat dunia: shaum 3 hari dalam sebulan, 2 rakaat shalat dhuha, dan juga cuma tidur sehabis melaksanakan shalat witir” (h. r. bukhari dan juga muslim)

tentu aja, rasulullah saw. tidak hendak mengistimewakan shalat dhuha tanpa sebab. berikut sebagian fadhilah ataupun keutamaan shalat dhuha yang menjadikannya begitu istimewa di mata rasullah saw.

kesatu, shalat dhuha menggambarkan ekspresi terima kasih kita kepada allah swt. atas nikmat sehat bugarnya tiap sendi dalam badan kita. bagi rasulullah saw. , tiap sendi dalam badan kita yang jumlahnya 360 ruas tiap harinya wajib diberi sedekah bagaikan makanannya.

“pada tiap manusia diciptakan 360 persendian dan juga sepatutnya orang yang bersangkutan (owner sendi) bersedekah buat tiap sendinya. ” kemudian, para teman bertanya, “ya rasulullah saw. , siapa yang mampu melaksanakannya? ” rasulullah saw. menarangkan, “membersihkan kotoran yang terdapat di masjid ataupun menghilangkan suatu (yang mampu mencelakakan orang) dari jalur raya, apabila dia tidak sanggup hingga shalat dhuha 2 rakaat mampu menggantikannya. ” (h. r. ahmad dan juga abu daud)

baca pula : jangan tersesat, banyak sedekah cuma buat memperlancar rizki

kedua, shalat dhuha menggambarkan wahana pengharapan kita hendak rahmat dan juga nikmat allah swt. sejauh hari yang hendak dilalui, entah berbentuk nikmat raga ataupun modul. rasulullah saw. bersabda, “allah berfirman, ‘wahai anak adam, jangan sekali - kali engkau malas melaksanakan shalat 4 rakaat pada pagi hari, ialah shalat dhuha, tentu nanti hendak kucukupi kebutuhanmu sampai sore harinya. ’” (h. r. al - hakim dan juga at - tabrani)

lebih dari itu, momen shalat dhuha menggambarkan dikala kita mengisi berulang antusias hidup baru. kita berharap mudah - mudahan hari yang hendak kita lalui jadi hari yang lebih baik dari hari kemarin. di sinilah ruang kita menanam optimisme hidup. kita tidak seorang diri menempuh hidup ini. terdapat si maharahman yang tetap hendak menemani kita dalam menempuh hidup tiap hari.

ketiga, shalat dhuha bagaikan pelindung buat mencegah siksa api neraka di hari pembalasan (kiamat) nanti. perihal ini ditegaskan nabi saw. dalam haditsnya, “barangsiapa melaksanakan shalat fajar, setelah itu dia senantiasa duduk di tempat shalatnya sembari berdzikir sampai matahari terbit dan juga setelah itu dia melakukan shalat dhuha sebanyak 2 rakaat, tentu allah swt. hendak mengharamkan api neraka buat memegang ataupun membakar badannya. ” (h. r. al - baihaqi)

keempat, untuk orang yang merutinkan shalat dhuha, tentu allah mengganjarnya dengan balasan surga. rasulullah saw. bersabda, “di dalam surga ada pintu yang bernama bab adh - dhuha (pintu dhuha) dan juga pada hari kiamat nanti terdapat yang hendak memanggil, ‘dimana orang yang tetap mengerjakan shalat dhuha? ini pintu kalian, masuklah dengan kasih sayang allah. ’” (h. r. at - tabrani)

kelima, pahala shalat dhuha setara dengan pahala ibadah haji dan juga umrah. “dari abu umamah r. a. kalau rasulullah saw. bersabda, ‘barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam kondisi bersuci buat melakukan shalat harus, hingga pahalanya serupa seseorang yang melakukan haji. barangsiapa yang keluar buat melakukan shalat dhuha, hingga pahalanya serupa orang yang melakukan umrah. ’” (shahih al - targhib: 673). dalam suatu hadits yang lain disebutkan kalau, “nabi saw. bersabda, ‘barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, setelah itu dia (sehabis usai) duduk mengingat allah sampai terbit matahari, kemudian dia shalat 2 rakaat (dhuha) , dia memperoleh pahala serupa pahala haji dan juga umrah; sempurna, sempurna, sempurna. ’” (shahih al - jami: 6346)

keenam, tercukupinya kebutuhan hidup. orang yang gemar melakukan shalat dhuha ikhlas karna allah hendak tercukupi rezekinya. perihal ini dipaparkan rasulullah saw. dalam hadits qudsi dari abu darda. firman - nya, “wahai anak adam, rukuklah (shalatlah) karna saya pada dini siang (shalat dhuha) 4 rakaat, hingga saya hendak memadai (kebutuhan) mu hingga sore hari. ” (h. r. tirmidzi)

ketujuh, mendapatkan ghanimah (keuntungan) yang besar. diceritakan, rasulullah mengutus pasukan muslim berperang melawan musuh allah. atas kehendak allah, peperangan juga dimenangkan dan juga pasukan tersebut menemukan harta rampasan yang berlimpah. orang - orang juga ramai membicarakan singkatnya peperangan yang dimenangkan dan juga banyaknya harta rampasan perang yang diperoleh. setelah itu rasulullah saw. menarangkan kalau terdapat yang lebih utama dan juga lebih baik dari mudahnya mendapatkan kemenangan dan juga harta rampasan yang banyak ialah shalat dhuha.

“dari abdullah bin amr bin ash dia mengatakan, rasulullah saw. mengirim pasukan perang. kemudian, pasukan itu menemukan harta rampasan perang yang banyak dan juga kilat berulang (dari medan perang). orang - orang juga (ramai) memperbincangkan kilat selesainya perang, banyaknya harta rampasan, dan juga kilat kembalinya mereka. hingga, rasulullah saw. bersabda, ‘maukah saya tunjukan kepada kamu suatu yang lebih kilat dari tuntas perangnya, lebih banyak (mendapatkan) harta rampasan, dan juga cepatnya berulang (dari medan perang) ? (ialah) orang yang berwudhu setelah itu mengarah masjid buat mengerjakan shalat sunat dhuha. dialah yang lebih kilat tuntas perangnya, lebih banyak (mendapatkan) harta rampasan, dan juga lebih kilat kembalinya. ’” (h. r. ahmad)

menilik banyaknya fadhilah di atas, cukup beralasan rasanya apabila nabi saw. menghimbau umatnya buat tetap menyesuikan diri melaksanakn shalat dhuha. dengan mengenali fadhilah - fadhilah tersebut, diharapkan kita lebih termotivasi buat beristiqamah melakukan shalat dhuha supaya tercapai tujuan senang dunia dan juga akhirat.





(sumber: wajibbaca. com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman