TUTUP!!! Klik 2x...

Bagikan Biar Sadar !! Jadi PNS Hasil Nyogok, Gajinya Haram Seumur Hidup !!

Didalam suatu hadits yang diriwayatkan dari abdullah bin amr mengatakan, ”rasulullah saw telah melaknat orang yang berikan dan juga menerima suap. ” (hr. abu daud dan juga tirmidzi)

ibnul arabi berkata kalau suap merupakan tiap harta yang dikasih kepada seorang yang mempunyai peran buat menolong ataupun meluluskan perkara yang tidak halal. (AL) murtasyi istilah buat orang yang menerima suap, ar rasyi istilah buat orang yang membagikan suap sebaliknya ar ra’isy merupakan perantaranya. (fathul bari juz v perihal 246)

(AL) qori berkata ar rasyi dan juga (AL) murtasyi merupakan orang yang berikan dan juga menerima suap, dia menggambarkan fasilitas buat menggapai tujuan dengan bujukan (rayuan). terdapat yang berkata kalau suap merupakan seluruh pemberian buat membatalkan hak seorang ataupun membagikan hak kepada orang yang salah. (aunul ma’bud juz ix perihal 357)

suap merupakan pemberian seorang yang tidak mempunyai hak kepada seorang yang mempunyai kewenangan (jabatan) , baik berbentuk duit, benda ataupun yang lain buat menolong sang pemberi memperoleh suatu yang bukan haknya ataupun menzhalimi hak orang yang lain, serupa pemberian hadiah yang dicoba seorang supaya pribadinya diterima bagaikan pegawai di sesuatu industri / lembaga, supaya anaknya diterima di sesuatu sekolah kesukaan / akademi besar, pemberian kepada seseorang guru supaya anaknya naik kelas, pemberian hadiah kepada seseorang hakim supaya ia terbebaskan dari hukuman dan juga yang lain, meski dalil yang terdapat sesungguhnya mereka seluruh tidak berhak ataupun tidak mempunyai persyaratan buat memperoleh apa yang mereka mau dari pemberiannya tersebut.

(AL) hafizh mengatakan sesuatu riawayat dari farrat bin muslim, ia mengatakan, ”suatu kala umar bin abdul aziz meninginginkan buah apel dan juga dia tidak mandapati suatu juga dirumahnya yang dapat dipakai buat membelinya hingga kami juga menungang kuda bersamanya. setelah itu ia disambut oleh para biarawan dengan piring - piring yang berisi apel. umar bin abdul aziz mengambil salah satu apel dan juga menciumnya tetapi mengembalikannya ke piring tersebut. saya juga bertanya kepadanya tentang perihal itu. hingga ia mengatakan, ”aku tidak membutuhkannya. ” saya bertanya, ”bukankah rasulullah saw, abu bakar dan juga umar menerima hadiah? ” ia menanggapi, ”sesungguhnya dia untuk mereka seluruh merupakan hadiah sebaliknya untuk para pejabat sehabis mereka merupakan suap. ” (fathul bari juz v perihal 245 – 246)

suap menggambarkan dosa besar sampai - sampai allah swt mengecam para pelakunya, baik yang membagikan ataupun yang menerimanya dengan laknat ataupun dijauhkan dari rahmat - nya terlebih lagi , sebagaimana diriwayatkan oleh an nasai dari masruq mengatakan, ”apabila seseorang hakim makan dari hadiah hingga sebetulnya ia telah memakan duit sogokan. apabila ia menerima suap hingga dia telah menghantarkannya kepada kekufuran. ” masruq berkata barangsiapa yang meminum khamr hingga begitu dia telah kufur dan juga kekufurannya merupakan tidak diterima shalatnya sepanjang 40 hari. tetapi apabila pemberian hadiah terpaksa dicoba oleh seorang kepada pejabat yang berwenang dalam permasalahannya buat memperoleh haknya ataupun menyirnakan kezhaliman atas pribadinya hingga perihal ini dibolehkan untuk sang pemberi dan juga diharamkan untuk sang penerima.

syeikhul islam ibnu taimiyah mengatakan kalau para ulama telah berkata, ”sesungguhnya pemberian hadiah kepada wali amri—orang yang dikasih tanggung jawab atas sesuatu urusan—untuk melaksanakan suatu yang tidak diperbolehkan atasnya merupakan haram, baik untuk yang membagikan ataupun menerima hadiah itu, dan juga ini merupakan suap yang dilarang nabi saw.

ada juga apabila orang itu membagikan hadiah kepadanya buat menghentikan kezaliman terhadapnya ataupun buat memperoleh haknya hingga hadiah ini haram untuk sang penerima dan juga boleh untuk sang pemberinya, sebagaimana sabda nabi saw, ”sesungguhnya saya membagikan sesuatu pemberian kepada salah seseorang dari mereka hingga ia hendak keluar dengan mengepit (diantara ketiaknya) api neraka. dia saw ditanya, ”wahai rasulullah saw kenapa engkau membagikan kepada mereka? dia saw menanggapi, ”mereka enggan kecuali dengan trik memohon kepadaku dan juga allah tidak menginginkan kau berlaku pelit. ” (majmu’ fatawa juz xxxi perihal 161)

perlakuan terhadap pemasukan dari suap

disebabkan suap menyuap (sogok) merupakan prilaku yang diharamkan hingga pemasukan yang didapat juga dapat dikategorikan bagaikan pemasukan yang haram. didalam suap ini tidak hanya melanggar rambu - rambu allah swt dalam mencari pemasukan, dia pula memiliki kezhaliman yang nyata terhadap orang - orang yang mempunyai hak.

وَلاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ
maksudnya ; “dan janganlah sebahagian kalian memakan harta sebahagian yang lain di antara kalian dengan jalur yang bathil. ” (qs. (AL) baqoroh : 188)

imam (AL) qurthubi berkata, ”makna ayat ini merupakan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang yang lain dengan trik yang tidak benar. ” ia meningkatkan kalau barangsiapa yang mengambil harta teman bukan dengan trik yang dibenarkan syariat hingga sebetulnya dia telah memakannya dengan trik yang batil. diantara wujud memakan dengan trik yang batil merupakan vonis seseorang hakim yang memenangkan kalian sedangkan kalian ketahui kalau kalian sesungguhnya salah. suatu yang haram bukanlah berbeda jadi halal dengan vonis hakim. ” ((AL) jami’ li ahkamil qur’an juz ii perihal 711)

buat itu untuk seseorang muslim hendaklah mencari nafkah dengan cara - cara yang dibenarkan syariat sampai - sampai tiap rupiah yang didapatnya memperoleh berkah dari allah swt.

keberkahan seorang bukanlah didefinisikan dari banyak ataupun sedikitnya harta yang dimilikinya tetapi dari halal ataupun tidaknya harta tersebut. seberapa juga harta yang dipunyai seorang kala benar itu seluruh didapat dengan cara - cara yang halal dan juga dibenarkan syariat hingga didalam harta itu ada keberkahan dari allah swt.

nah, bila saat ini kamu jadi pns dan juga itu karna hasil nyogok, suap, ataupun berikan beberapa duit kepada orang yang ‘memuluskan’ hasrat kamu itu hingga bertobatlah. keluarlah dan juga cari pekerjaan lain yang honor ataupun hasilnya halal supaya isteri dan juga kanak - kanak kamu hidup dari duit yang halal dan juga barokah, bukan dari suatu yang haram. (ts)



(sumber: dream. co. id)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman