TUTUP!!! Klik 2x...

Cak Nun Ajak Tinggalkan Shalat Jumat...?

Sesuatu kali emha ainun nadjib ditodong dengan persoalan beruntun.

“cak, ” kata si penanya, “misalnya pada waktu seiring seketika sampeyan mengalami 3 opsi, yang wajib diseleksi salah satu : 1. berangkat ke masjid buat shalat jumat. 2. mengantar pacar berenang. 3. ataupun mengantar tukang becak miskin ke rumah sakit akibat tabrak lari, mana yang sampeyan seleksi? ”

cak nun menanggapi lantang, “ya nolong orang kecelakaan…. ! ! ”

“tapi sampeyan kan dosa karna tidak sembahyang? ” kejar sang penanya.

“ah, mosok allah ndeso gitu, ” jawab cak nun.

“kalau aku memilah shalat jumat, itu namanya ingin masuk surga tidak ngajak - ngajak, ” katanya lagi. “dan lagi belum tentu tuhan memasukkan ke surga orang yang memperlakukan sembahyang bagaikan credit point individu. untuk kita yang menjumpai orang yang dikala itu pula wajib ditolong, tuhan tidak berposisi di mesjid, melainkan pada diri orang yang musibah itu.

kata tuhan : bahwa engkau membantu orang sakit, aku - lah yang sakit itu. bahwa engkau menegur orang yang kesepian, aku - lah yang kesepian itu. bahwa engkau berikan makan orang kelaparan, aku - lah yang kelaparan itu.

kriteria kesalehan seorang tidak cuma diukur melalui shalatnya. shalat benar harus, tetapi buat allah dan juga tidak dipamerkan kepada teman .

tolok ukur kesalehan hakikatnya merupakan output sosialnya : kasih sayang sosial, perilaku demokratis, cinta kasih, kemesraan dengan teman , berikan, menolong sesama.

idealnya, orang beragama itu sepatutnya benar mesti shalat, turut misa, ataupun turut kebaktian, namun pula tidak korupsi dan juga mempunyai sikap yang santun dan juga berkasih sayang.

agama merupakan akhlak. agama merupakan sikap. agama merupakan perilaku. agama mengarahkan pada kesantunan, belas kasih, dan juga cinta kasih sesama.

apabila kita hanya puasa, shalat, baca al - quran, berangkat ke kebaktian, turut misa, tiba ke pura. bagi aku, kita belum layak diucap orang yang beragama. namun, apabila dikala seiring kita tidak mencuri duit negeri, menyantuni fakir miskin, berikan makan kanak - kanak terlantar, hidup bersih, hingga seperti itu orang beragama. dimensi keberagamaan seorang sebetulnya bukan cuma dari kesalehan personalnya, melainkan pula kesalehan sosial.

orang beragama merupakan orang yang dapat menggembirakan tetangganya. orang beragama yakni orang yang menghormati teman , walaupun beda agama. orang yang memiliki solidaritas dan juga keprihatinan sosial pada kalangan mustadh’afin (kalangan tertindas). pula tidak korupsi dan juga tidak mengambil yang bukan haknya.

karna itu, orang beragama mestinya menimbulkan perilaku dan juga jiwa sosial besar. bukan orang - orang yang meratakan dahinya ke lantai masjid, sedangkan sebagian m darinya, orang - orang miskin meronta kelaparan…. ! ”






(sumber: http: //embunhikmah. com/kaca/cak - nun - tinggalkan - shalat - jumat. html )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman