TUTUP!!! Klik 2x...

Cak Nun: Anda itu SEDEKAH apa DAGANG?

Emha ainun nadjib (cak nun) populer dengan pola dakwah dan juga kata - katanya yang nyeleneh sekalian membuka benak. cak nun sempat mengantarkan kritiknya terhadap pola motivasi sedekah umat islam, karna sebagian tahun baru - baru gempar ‘sedekah ajaib’ yang kerap digiatkan oleh salah seseorang penceramah agama islam. cak nun cuma menegaskan bagaikan berikut:

“sedekah itu dalam rangka bersyukur, berbagi rejeki dan juga kebahagiaan, bukan dalam rangka mencari rejeki. ingat itu!

bahwa kamu mengharapkan kembalian berlipat - lipat dari sedekah, itu bukan sedekah, tetapi dagang! mengerti? ”

dia tidak mengancam pula, lha wong taraf imannya masih segitu kok.

bahwa menyedekahkan duit, sepeda motor, mobil, rumah, helikopter ataupun apa juga, ya wis, kasihkan aja, titik! sehabis itu jangan berharap apa - apa. walaupun kita percaya hendak dibalas dengan berlipat ganda, tetapi ketidaktepatan dalam hasrat menjadikan sedekah bukan lagi sedekah, melainkan sekadar jual beli. sedekahnya sudah bagus, tetapi janji tuhan jangan sempat dijanjikan oleh manusia, tidak boleh!

banyak orang beribadah yang masih salah hasrat gara - gara manut omongan sang motivator sedekah. naik haji/umroh supaya dagangannya lebih laris. sholat duha supaya diterima jadi pns, supaya uang banyak, supaya jadi milyarder supaya dihormati orang. ibadah itu dalam rangka bersyukur, titik! menangislah pada tuhan tetapi bukan berarti jadi cengeng. nabi dalam sholatnya menangis, tetapi sesungguhnya itu merupakan menangisi. beda antara menangis dan juga menangisi. bahwa menangis itu kecenderungan buat pribadinya seorang diri, tetapi bahwa menangisi itu buat tidak hanya pribadinya : orangtua, anak, istri, kakek, nenek, kerabat, teman dan juga seterusnya.

terdapat seseorang orang dagang miskin yang dagangannya tidak laku, ia tabah dan juga ikhlas : “kalau benar aku pantasnya miskin, dagangan aku tidak laku, aku ikhlas, manut ae, yang berarti tuhan ridho sama aku. ” malah keikhlasan serupa ini yang langsung dijawab oleh tuhan dengan rejeki berlimpah yang tidak disangka - sangka datangnya.

tetapi bahwa kita yang ditimpa sial, dagangan tidak laku, lazimnya langsung mewek : “ya tuhan mengapa aku kok mlarat, miskin, dagangan gak laku, gak dapat beli montor, gak dapat beli mobil, saya salah apa sih.. ! ? ? ? ” waaahh…, malaikat langsung gregeten, nampar mukamu : “oalaaaaah.. , cengeng byanget kalian ya…! ! ! ”

iman seorang benar tidak dapat distandarisasi. masing - masing orang memiliki kapasitas iman yang berubah.

makanya bahwa jadi imam wajib mengerti makmumnya. makmumnya koboi tetapi teks imamnya panjang - panjang disamakan dengan anak pesantren. akhire makmumnya di balik nggerundel, gak ihklas.

cak nun menegaskan, upayakan berbuat baik jangan hingga orang ketahui. bahwa dapat jangan hingga orang ketahui bahwa kita sholat. lebih ekstrim lagi, jangan hingga tuhan ketahui bahwa kita sholat (walaupun itu tidak bisa jadi). pokoknya jalani aja apa yang diperintahkan dan juga hindari yang dilarang - nya, titik! itu merupakan suatu wujud keikhlasan, tanpa pamrih yang luar biasa. sudah suwung, sudah tidak perduli dengan iming - iming imbalan pahala, yang berarti tuhan ridho, tidak marah pd kita.

motong rambut ataupun kuku tidak wajib nunggu hari jum’at. lha wong amat pingin ml saja kok ya wajib nunggu malam jum’at, ni gimana sih? seperti itu kita, tarafnya masih kemaruk (serakah) pahala. tidak terdapat pahala, tidak ibadah. ini jangan dimaksud menyepelehkan sunnah rosul. pikir seorang diri!

“surga itu tidak berarti.. ! ” kata cak nun sesuatu kali. tuhan berikan bias yang bernama surga dan juga neraka. tetapi mayoritas manusia cuma kepincut pada surga. kesimpulannya mereka beribadah tidak fokus kepada tuhan. mayoritas kita beribadah karna mau surga dan juga cemas pada neraka. nanti bahwa kita berposisi di surga, bakalan dicueki oleh tuhan. karna dahulu sewaktu di dunia hanya mencari surga, tidak sempat mencari tuhan. bahwa kita mencari surga belum tentu memperoleh tuhan. tetapi bahwa kita mencari tuhan spontan memperoleh surga. bahwa tidak diberikan surga, terus kita kost dimana? ? ?

“cukup sudah, jangan nambah file di kepalamu tentang surga dan juga neraka. fokuskan dirimu cuma pada tuhan. karna sesungguhnya orang yang berposisi di surga merupakan orang yang mencari tuhan. dzat yang amat layak dicintai di atas seluruh makhluk dan juga alam semesta…” kata cak nun.

wallahu alam bishawab..





(sumber: thayyiba. com; kepo. my. id )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman