TUTUP!!! Klik 2x...

Inilah 4 Rahasia Mengapa Sholat Sunnah Lebih Baik Dikerjakan di Rumah

Sebetulnya shalat sunat menggambarkan shalat yang rasulullah anjurkan buat dicoba di rumah. dalam hadist juga rasulullah melaporkan kalau rumah jadi tempat tersadu buat shalat sunat meski dibanding dengan masjid.

“wahai sekaligus manusia, shalatlah (sunat) di rumah - rumah kamu, karna shalat yang amat utama dikerjakan merupakan di rumah, kecuali shalat harus. ” (hr muslim)

sedangkan seseorang muslimah diajarkan buat senantiasa shalat di rumah, entah itu yang bertabiat harus maupun yang sunat. tetapi rasulullah tidak melarang seseorang wanita yang mau shalat di masjid asalkan penuhi sebagian ketentuan serupa tidak memakai make up maupun harum - haruman yang saat ini sudah banyak diabaikan oleh perempuan muslimah di jaman yang serba - serbi modern ini.

ada juga untuk seseorang muslim pria, shalat sunat di rumah merupakan lebih utama dibanding dengan shalat di masjid nabawi maupun masjidil haram. ini tidaklah suatu komentar yang asal - asalan karna rasulullah seorang diri melaporkan demikian dalam hadist yang telah shahih.

“shalatnya seorang di rumahnya lebih utama daripada shalat di masjidku ini (masjid nabawi) , kecuali shalat harus. ” (hr bukhari, muslim dan juga abu dawud)

tetapi tidak seluruh shalat sunat diwajibkan di rumah karna terdapat shalat yang mesti dicoba secara berjamaah dan juga mengumpulkan banyak orang serupa shalat iedul fitri, shalat iedul adha maupun shalat istisqa. shalat sunat yang berjamaah serupa ini lebih utama dikerjakan di masjid karna mengaitkan orang banyak.

lalu apa keutamaan dari shalat sunat yang dikerjakan di rumah, sebagaimana sabda rasulullah? berikut petikannya.

1. menggambarkan wujud ittiba kepada rasulullah
rasulullah membagikan petunjuk kepada manusia atas dasar wahyu dari allah. sudah sepatutnya untuk kita selaku muslim buat ittiba ataupun menjajaki anjuran rasulullah tersebut.

dari aisyah radhiallahu ‘anha mengatakan, “nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan 4 rakaat qabliyah zuhur di rumahku, setelah itu dia keluar ke masjid buat shalat mengimami orang - orang, setelahnya dia masuk berulang kemudian shalat sunat 2 rakaat ba’diyah. dia pula shalat magrib mengimami orang - orang kemudian masuk ke rumah dan juga shalat 2 rakaat ba’diyah. dia pula shalat mengimami orang - orang pada shalat isya, kemudian masuk ke rumah dan juga shalat 2 rakaat ba’diyah dan juga dulu apabila fajar telah terbit, dia shalat 2 rakaat qabliyah (di rumahku). ” (hr muslim)

tidak hanya itu ada dalil pula yang melaporkan kalau rasulullah shalat dhuha, tahajud dan juga yang yang lain di rumah. sementara itu dalam tarikh disebutkan kalau masjid nabawi terpisahkan bilik dengan rumah istrinya.

2. menjadikan rumah bagaikan tempat dengan aura ibadah
rumah yang penuh dengan aura ibadah hendak gampang buat dikunjungi oleh malaikat rahmat. rumah serupa itu juga hendak dijauhi oleh setan dan juga tidak jadi hening seperti kuburan. bila hening dari ibadah, hingga rumah hendak jadi tempat kesukaan untuk para setan dan juga jin sampai - sampai terhalanglah dari rahmat allah.

“dirikanlah di rumah - rumah kamu sebagian dari shalat - shalat kamu dan juga janganlah menjadikannya serupa kuburan (yang tidak terdapat kegiatan ibadah di dalamnya) ” (hr bukhari dan juga muslim)

dari abu musa angkatan laut (AL) asy’ari radhiallahu ‘anhu, rasulullah bersabda,

“perumpamaan rumah yang diucap di dalamnya nama allah (terdapat kegiatan ibadahnya) dengan rumah yang tidak diucap nama allah di dalamnya merupakan laksana orang hidup dan juga orang mati. ” (hr muslim)

3. menjauhkan dari watak riya
shalat sunat yang dikerjakan di rumah hendak bebas dari watak riya ataupun mau dipuji. dengan shalat di rumah sebanyak whatever, hingga sedikitnya watak riya tidak hendak berkembang produktif. amal ibadah juga tidak hendak gampang hangus karna cuma allah aja yang mengenali.

4. jadi didikan untuk keluarga
keutamaan yang lain merupakan sanggup jadi sumber didikan untuk istri dan juga kanak - kanak. keluarga juga hendak dapat membandingkan rukun shalat yang benar sampai - sampai terjalin interaksi positif satu dengan yang yang lain. bukankah aisyah lebih banyak meriwayatkan tentang trik rasulullah dalam shalat? ini karna rasulullah mempraktekkan shalat sunat di rumah.

“saya ketiadaan rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada sesuatu malam di tempat tidur, setelah itu aku mencari - cari dengan meraih - raih tanganku (karna hitam) sampai tanganku memegang kedua telapak kakinya, sebaliknya dia dalam sujud, kedua kakinya tersebut ditegakkan, sembari berdoa: “allahumma a’udu bi ridhaka min sakhatik, wa bi mu’affatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika min ka laa uhshii tsanaa - an alaik, anta kamaa atsnaita alaa nafsik. ” (hr muslim)

bersumber pada penjelasan tersebut kita dapat mengenali gimana rasulullah lagi shalat malam dan juga berdoa dalam sujudnya. dan juga ini tentu dilaksanakan di rumah karna dilihat oleh aisyah yang sebelumnya tengah tertidur.

mudah - mudahan kita dapat mempraktekkannya dalam kehidupan tiap hari buat mencapai derajat kekhusyukan. aamiin

wallahu a’lam




(sumber: kabarmakkah. com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman