TUTUP!!! Klik 2x...

Pemuda Sholeh Ini Tidak Bisa Dibunuh, Kecuali dengan Disebut Nama Allah

rasulullah telah keluarkan sebagian uraian tentang cerita ash - habul ukhdud (para pembuat parit) yang muat sebagian data ekstra yang berguna dan juga benar terhadap apa yang terdapat dalam al - qur’an.

sepanjang hadits ini sahih dari rasulullah hingga kita harus mengambilnya, mengatakannya, dan juga menggabungkannya pada apa yang terdapat dalam al - qur’an. kita pula wajib memandang 2 sumber ini bersama - sama dan juga keluarkan sebagian petunjuk darinya.

telah meriwayatkan muslim dalam kitab shahih - nya dari suhaib bin sunan ar - rumi r. a kalau rasulullah bersabda,

“dulu saat sebelum kalian, terdapat seseorang raja yang memiliki tukang sihir. kala tukang sihir itu sudah tua, berkatalah dia kepada raja, ‘aku sudah tua, utuslah kepadaku seseorang anak muda yang hendak saya ajarkan padanya ilmu sihirku. ’ hingga raja itu mengutus seseorang pemuda buat dianjurkan padanya sihir.

di jalur yang kerap ia lewatkan terdapat seseorang rahib. ia juga duduk dengannya, mencermati perkataannya dan juga mengaguminya. tiap hendak menghadiri tukang sihir, dia melewati rahib itu dan juga duduk dengannya. dan juga bila tukang sihir itu mengenali, ia dipukul oleh tukang sihir itu.

setelah itu ia mengadukan perihal itu pada rahib. mengatakan rahib, ‘apabila engkau cemas pada tukang sihir itu katakanlah, ‘keluargaku menahanku, ’ dan juga apabila kalian cemas pada keluargamu hingga katakanlah, ‘tukang sihir itu telah menahanku. ”

sehabis kondisi serupa ini berlangsung sebagian lama sesuatu kala terdapat fauna besar yang membikin cemas manusia. pemuda itu mengatakan, ‘hari ini saya hendak mengenali manakah yang lebih utama, tukang sihir ataukah rahib. ’ setelah itu ia mengambil batu dan juga mengatakan, ‘ya allah, seandainya rahib itu lebih engkau cintai daripada tukang sihir hingga bunuhlah fauna ini sampai - sampai manusia dapat melalui dan juga selamat. ’ setelah itu ia melontarkan fauna itu dan juga mati. lewatlah manusia dan juga selamat dari tempat itu.

kala tiba rahib, ia menggambarkan kejadian itu. rahib mengatakan, ‘hari ini engkau lebih utama daripadaku. saya memandang engkau telah menggapai ilmu yang besar, dan juga engkau hendak diuji hingga bila engkau diuji jangan engkau tunjukkan padaku. ’

merupakan pemuda itu mampu mengobati yang buta (buta semenjak lahir) , penyakit kusta dan juga bermacam penyakit yang lain. laporan keahliannya juga hingga pada menteri raja yang telah buta. setelah itu ia tiba pada pemuda itu sembari bawa hadiah yang banyak dan juga mengatakan, ‘ini seluruh untukmu bila kalian mampu menyembuhkanku! ’ mengatakan pemuda itu, ‘aku tidak mampu mengobati seorang. yang mengobati cumalah allah. bila kalian beriman pada allah dan juga berdoa pada - nya hingga ia hendak menyembuhkanmu. ’ berimanlah menteri itu dan juga allah menyembuhkannya,

serupa biasa menteri itu tiba pada raja dan juga duduk di sampingnya. raja mengatakan, ‘siapa yang telah mengembalikan penglihatanmu? ’ ia menanggapi, ‘tuhanku. ’ raja mengatakan lagi, ‘kamu memiliki tuhan tidak hanya saya? ’ ia menanggapi, ‘tuhanku dan juga tuhanmu merupakan allah. ’

sehabis itu raja menyiksanya sampai menteri itu menampilkan sang pemuda. dipanggillah sang pemuda dan juga raja mengatakan padanya, ‘hai anakku, begitu telah termahsyur sihirmu. engkau mampu mengobati yang buta, kusta dan juga sebagainya. ’ pemuda itu menanggapi, ‘aku tidak dapat mengobati siapapun, allahlah yang mengobati mereka. ’

setelah itu ia disiksa sampai menampilkan sang rahib. didatangkanlah rahib. setelah itu dikatakan padanya, ‘kembalilah engkau dari agamamu. ’ tetapi ia menolak. raja jadi marah. setelah itu ia memohon gergaji yang setelah itu langsung digunakan buat membelah kepalanya sampai mati.

setelah itu dihadirkan menteri raja, dikatakan padanya, ‘kembalilah dari agamamu. ’ tetapi ia menolak dan juga nasibnya juga sama serupa rahib itu.

pada kesimpulannya didatangkanlah sang pemuda dan juga dikatakan padanya, ‘kembalilah kalian dari agamamu. ’ namun ia menolak.

kemudian ia diserahkan sahabatnya dan juga raja mengatakan, ‘pergilah kamu dengan pemuda ini ke gunung anu, dan juga naiklah dengannya. apabila kamu telah hingga kepada puncaknya dan juga ia berulang dari agamanya kembalilah, apabila tidak lemparkanlah ia. ’ sang pemuda berdoa, ‘ya allah, peliharalah saya dari mereka dengan apa yang engkau kehendaki. ’ hingga berguncanglah gunung itu sampai mereka seluruh jatuh kecuali pemuda itu.

setelah itu pemuda ini berulang pada raja. mengatakan raja, ‘apa yang terjalin pada teman - temanmu? ia menanggapi, ‘allah telah memeliharaku dari mereka. ’

setelah itu raja menyerahkannya berulang pada sekelompok yang lain dan juga mengatakan, ‘pergilah kamu dengannya dan juga bawalah ia dalam perahu kecil setelah itu pergilah kamu ke tengah laut. apabila ia tidak ingin berulang dari agamanya, lemparkanlah ia. ’ setelah itu pergilah mereka dengannya. pemuda itu berdoa, ‘ya allah, peliharalah saya dari mereka dengan apa yang engkau kehendaki. ’ perahu itu kemudian terbalik dan juga mereka tenggelam.

sehabis itu sang pemuda berulang pada raja. raja mengatakan, ‘apa yang engkau jalani pada teman - temanmu? ’ ia menanggapi, ‘allah telah memeliharaku dari mereka. ’

setelah itu sang pemuda mengatakan lagi, ‘engkau tidak hendak dapat membunuhku kecuali bila menjajaki perintahku! ’ mengatakan raja, ‘perintah apakah itu? ’ pemuda itu mengatakan, ‘kumpulkanlah segala manusia di satu lapangan yang besar setelah itu saliblah saya di batang tumbuhan, kemudian ambillah panah dari tempatnya dan juga pasang busurnya dan katakanlah, ‘dengan nama allah tuhan pemuda ini! ’ setelah itu panahlah saya. cuma dengan itu engkau mampu membunuhku! ’

hingga dikumpulkanlah manusia di satu lapangan yang besar. pemuda itu disalib di suatu batang tumbuhan, setelah itu raja mempersiapkan anak panah beserta busurnya kemudian mengatakan, ‘dengan nama allah tuhan pemuda ini, ’ setelah itu memusatkan panah pada pemuda itu. anak panah itu menimpa pelipisnya, sang pemuda memegang pelipisnya kemudian dia juga mati.

sehabis itu, orang - orang mengatakan, ‘kami beriman pada tuhan pemuda ini, kami beriman pada tuhan pemuda ini, kami beriman pada tuhan pemuda ini! ’

datanglah seorang pada raja dan juga mengatakan, ‘tidakkah kau amati apa yang engkau takutkan? begitu, apa yang engkau takutkan telah terjalin, manusia telah beriman. ’

kemudian raja memerintahkan buat menggali parit di tepi jalur dan juga dinyalakan di dalamnya api yang besar, setelah itu dia mengatakan, ‘siapa yang tidak berulang dari agamanya, hendak dilemparkan pada lubang ini. ’ ataupun dikatakan, ‘hinakanlah! ’ hingga mereka mengerjakannya.

sampai tiba seseorang wanita bawa balita. ia menyudahi kala hingga di hadapan parit api hingga balita itu mengatakan, ‘wahai bunda, bersabarlah. sebetulnya engkau terdapat dalam kebenaran. ” (shahih muslim). [syahida. com/anw]



demi langit yang memiliki gugusan bintang,

dan juga hari yang dijanjikan,

dan juga yang melihat dan juga yang disaksikan.

binasa dan juga terlaknatlah orang - orang yang membikin parit

yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar,

kala mereka duduk di sekitarnya,

lagi mereka melihat apa yang mereka perbuat terhadap orang - orang yang beriman.

dan juga mereka tidak menyiksa orang - orang mu’min itu melainkan karna orang - orang mu’min itu beriman kepada allah yang maha perkasa lagi maha terpuji,

(qs. (AL) buruuj: 1 - 8)

====

sumber: novel kisah - kisah al’qur’an, pelajaran dari orang - orang terdahulu (jilid - 3) , dokter. shalah al - khalidy, penerbit: gema insani press.





(sumber: syahida. com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman