TUTUP!!! Klik 2x...

Subhanallah, Rajin Sisihkan Uang Nenek Pemulung Ini Berkurban Tiap Tahun

Miskin tidaklah sebab buat tidak dapat berbagi dengan sesama. prinsip seperti itu yang dipegang teguh mbah simpen, di umurnya yang sudah 70 tahun ini dia memilah jadi perempuan yang gemi (giat menabung) demin menunaikan ibadah kepada allah dengan trik berqurban.

suatu rumah simpel semi permanen berdiri di dasar tumbuhan yang cukup rindang. di samping rumah itu terikat seekor kambing berbulu gelap dan juga putih. kambing itu nampak lagi menikmati makan rumput, yang di sampingnya ada tumpukan sebagian rongsokan kertas dan juga plastik.

rumah dan juga kambing itu kepunyaan simpen. semenjak 5 tahun kemudian, simpen senantiasa berkurban seekor kambing masing - masing tahun. sementara itu pekerjaannya cuma seseorang pemulung ataupun mencari rongsokan.

simpen mengaku penghasilannya cuma rp20. 000 per hari. setengahnya digunakan membeli kebutuhan pokok buat santapan dan juga sisanya, ialah rp10. 000, disisihkan dan juga ditabung buat nanti dibelikan kambing bagaikan hewan kurban.

sementara itu, dengan duit itu, simpen tidak cuma menghidupi diri. ia pula wajib menanggung pengeluaran hidup cucunya, eka ayu fitri anggraeni usia 13 tahun, yang hadapi lumpuh semenjak lahir.

dikutip dari viva mbah simpen mengatakan “uang itu aku gunakan pula buat beli susu cucu aku, ” gresik, minggu 11 september 2016.

baca pula : jelang idul adha, orang dagang hewan kurban ini tembus omzet rp 400 juta 4 hari

simpen mengaku rela menabung buat berkurban karna mau berbagi dengan sesama. baginya, berbagi kepada sesama tidak wajib menunggu kaya. “saya mau berbagi dengan sesama semampu aku, walaupun juga aku bukan orang kaya, ” tuturnya.

ia pula berterus cerah tidak sedikit juga takut menimpa rezeki yang hendak diterimanya. tuhan, katanya, tidak hendak menelantarkannya walaupun hidup serba - serbi ketiadaan.

“rezeki aku tidak hendak tertukar. gusti allah tidak tidur. seluruh hamba tentu hendak dikasih rezeki yang cukup, ” ucap simpen.

simpen berharap, pada tahun - tahun selanjutnya ia dapat terus menunaikan niatnya buat berkurban. ia menyangka masih banyak masyarakat di sekitarnya yang ketiadaan dan juga butuh dorongan. ia mengaku bersyukur atas kehidupannya saat ini sampai - sampai diwujudkan dalam dengan berkurban.





(sumber: wajibbaca. com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman