TUTUP!!! Klik 2x...

Berquban Atas Nama Siapa Istri, Anak, Suami, Ibu atau Bapak

Persoalan ini timbul sebagian kali di layar kami. tidak cuma sekali, tetapi berulang kali. persoalan ini bisa jadi sudah normal dan juga hendak banyak timbul terlebih menjelang hari raya idul adha serupa saat ini ini.

saat sebelum menanggapi persoalan ini sebagaimana kami pula sudah menanyakannya ke ustadz suharsono selaku pembina syariah di pkpu, terdapat suatu hadits yang mau kami ketengahkan.

berasal dari sunan at - tirmidzi, pada bab menyembelih (udhhiyyah) , seorang bertanya kepada abu ayyub, tentang gimana penerapan qurban di jaman nabi muhammad saw.

dia menanggapi, di jaman itu seseorang pria menyembelih satu ekor kambing atas nama pribadinya dan juga keluarganya. dan juga mereka hendak makan dan juga berikan makan dari daging hewan qurban tersebut. lelet laun orang - orang bersaing (menyombongkan) buat menaikkan hewan qurbannya sampai saat ini.

jadi setelah itu kami tanyakan terpaut persoalan dan juga hadits ini kepada ustadz suharsono. dia menanggapi, benar satu keluarga cukup dengan satu kambing. karna pahala kurban satu kambing itu cukup buat satu keluarga.

jadi sesungguhnya tidak butuh dibingungkan atas nama siapa qurban kita tahun ini. karna dengan satu kambing cukup buat satu keluarga kita.

gimana dengan yang lebih dari satu kambing?

tentu aja amat baik apabila benar terdapat rizki yang berlimpah. tetapi wajib berwaspada supaya tidak timbul niatan buat menyombongkan banyaknya qurban yang dikasih di tahun ini.

mudah - mudahan allah membagikan kita anugerah supaya senantiasa dapat melindungi keikhlasan hasrat kita buat berqurban tahun ini.

dalil

”pada masa rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam seorang (suami) menyembelih seekor kambing bagaikan kurban untuk pribadinya dan juga keluarganya. ” (hr. tirmidzi, dia menilainya shahih, minhaajul muslim, perihal. 264 dan juga 266).

oleh karna itu, tidak selayaknya seorang mengkhususkan kurban buat salah satu anggota keluarganya tertentu. semisal, kurban tahun ini buat ayahnya, tahun depan buat ibunya, tahun selanjutnya buat anak kesatu, dan juga seterusnya. sebetulnya karunia dan juga kemurahan allah amat luas hingga tidak butuh dibatasi.

terlebih lagi nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkurban buat pribadinya dan juga segala umatnya.

ya allah ini –kurban– dariku dan juga dari umatku yang tidak berkurban. ” (hr. abu daud, nomor. 2810 dan juga al - hakim 4: 229 dan juga dishahihkan syekh al - albani dalam angkatan laut (AL) irwa’ 4: 349).

wallahu a’lam





(sumber: akhwatmuslimah. com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman