TUTUP!!! Klik 2x...

Ini Sebabnya Wanita Muslim Harus Banyak Bersedekah dan Istighfar

Rasulullah shalallaahu alaihi wassalam bersabda:

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ وَأَكْثِرْنَ الِاسْتِغْفَارَ فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ

dari rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kalau dia bersabda: wahai kalangan perempuan! bersedekahlah kalian dan juga perbanyakkanlah istighfar. karna, saya memandang kalangan wanitalah yang amat banyak jadi penunggu neraka. (h. r muslim).

rasulullah menghimbau kepada perempuan spesialnya buat gemar bersodaqoh, bagaikan keseimbangan atas dosa yang yang kita perbuat biar kita dapat selamat dari siksa neraka. sodaqoh hendak merasa berat bila tidak membekali diri dengan kepercayaan yang benar. ialah dengan meyakini kalau tiap apa yang kita miliki merupakan titipan alloh dan juga pula meyakini kalau suatu yang kita shodaqohkan dengan benar dan juga ikhlas seperti itu yang hendak dapat kita petik hasilnya diakherat nanti dan juga alloh hendak melipat gandakan sampai 7 ratus kali lipat, subhanallah …..

yakinlah, kalimat istighfar yang terucap dari bibir dengan menyertakan hati insyaalloh hendak sanggup menggugurkan dosa - dosa yang kita perbuat ataupun bagaikan penebus maghfiroh dari alloh swt sampai - sampai kita dapat nyaman dari siksa - nya.

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

dari abu dzar dia mengatakan; rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sempat bersabda kepadaku: bertakwalah kalian kepada allah dimana aja kalian berposisi dan juga ikutilah tiap keburukan dengan kebaikan yang mampu menghapuskannya, dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik. (h. r at tirmidzi).

bukanlah terdapat dari kita yang terbebas dari dosa, kecuali apabila kita memperoleh syahid. hingga patutlah kita wajib senantiasa berlomba buat berbuat kebaikan dan juga senantiasa perbanyak istigfar.

dan juga kepada pihak pria dan juga suami sebaiknya dapat faham agama, dan juga berpegang teguh melakukannya supaya mampu mendidik kalangan wanitanya. karna bagaikan pemimpin mereka hendak dimintakan pertanggung jawaban apabila yang dipimpinnya serupa istri dan juga anaknya durhaka akibat kelalaian suami mendidiknya.

abdullah bin umar radhiallahu anhuma mengatakan: saya mendengar rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا وَالْخَادِمُ رَاعٍ فِي مَالِ سَيِّدِهِ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“setiap kamu merupakan pemimpin, dan juga tiap pemimpin hendak dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. imam merupakan pemimpin yang hendak dimohon pertanggungjawaban atas rakyatnya. seseorang suami merupakan pemimpin dan juga hendak dimintai pertanggungjawaban atas keluarganya. seseorang istri merupakan pemimpin di dalam urusan rumah tangga suaminya, dan juga hendak dimintai pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga tersebut. seseorang pembantu merupakan pemimpin dalam urusan harta tuannya, dan juga hendak dimintai pertanggung jawaban atas urusan tanggung jawabnya tersebut. ” [hr. al - bukhari nomor. 844 dan juga muslim nomor. 1829]. [ ]






(sumber: akhwatmuslimah. com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman