TUTUP!!! Klik 2x...

JIKA TIDAK BOLEH DIBAWA, AGAMA DISIMPAN DI MANA?

Bila tidak boleh dibawa, agama ditaruh di mana?

by balya nur

buat membakar antusias arek - arek surabaya melawan tentara inggris, bung tomo menempatkan kata " merdeka! " sehabis kalimat takbir: " allahu akbar! allahu akbar! allahu akbar! merdeka! ".

hingga saat ini tidak terdapat yang berani berkata bung tomo membawa - bawa agama dalam perjuangannya melawan penjajah.

masa pilpres ataupun pilkada merupakan masa imbauan pelepasan sedangkan agama,

“jangan membawa - bawa agama dalam ranah politik. ”

“jangan membawa - bawa agama dalam memastikan opsi politik. ”

untuk sebagian umat islam imbauan itu membingungkan, karna umat islam senantiasa bawa agamanya pada tiap aktifitasnya. ingin tidur, berdoa. bangun tidur, berdoa. ingin masuk kamar mandi,
berdoa. mengenakan pakaian, berdoa. ingin berangkat kerja, berdoa. terlebih lagi dikala hendak berhubungan seksual dengan istri ataupun suami pula terdapat doanya.

kemudian gimana triknya membebaskan agama dikala memastikan opsi politik? apakah di tps terdapat tempat spesial penitipan agama? kemudian bahwa lenyap, gimana? ataupun bahwa tertukar dengan agama lain, gimana? kemudian apa arti langsung, leluasa, dan juga rahasia, bahwa kebebasan memilah diberi persyaratan tidak boleh bawa agama?

barangkali imbauannya lebih pas, jangan membawa - bawa dalil agama dalam berpolitik dan juga dalam penentuan opsi politik. tetapi imbauan itu pula dapat buat pak ustadz marah. bagi pak ustdaz, bahwa dalam beragama tidak gunakan dalil, mardudatun laa tuqbalu, seluruh amalanmu tentu ditolak tuhan.

kita dapat aja membantah pak ustadz, “maksudnya cuma dalam soal politik aja. ”

tetapi pak ustadz pula memiliki jawabannya, " ini aku kasih amati mushhaf al - qur’an tafsir tematik. silakan baca seorang diri. jelas pembagian temanya. terdapat tema taqwa, tema iman, tema ibadah, tema halal dan juga haram. berikutnya amati ini. terdapat tema kesehatan, tema ekonomi. langsung aja pada tema yang lagi kita bicarakan. nah, ini. tema politik. mari, kalian berani membebaskan tema ini dari al - qur’an? jangan memandang aku, tatap ke atas situ (tuhan). berani tidak? "

mari, siapa yang berani?










(Sumber: Portal Piyungan)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman