TUTUP!!! Klik 2x...

Meski Amalannya Terkesan Sederhana, Pemabuk dan Preman Ini Bertemu Nabi Dalam Mimpinya

Allah ta’ala maha pengampun. ia membagikan ampunan kepada siapa yang dikehendaki - nya. ia melimpahkan maaf kepada hamba - hamba - nya yang memohon, sepanjang hamba - hamba tersebut tidak melaksanakan perbuatan mensekutukan suatu juga kepada - nya.

pria ini bernama bishir a - hafi. al - hafi bermakna orang yang tidak mengenakan alas kaki. ia menggambarkan peminum khamr, suka berfoya - foya, dan juga menghabiskan waktu di tempat - tempat maksiat.

sesuatu hari, di tengah ketidaksadarannya karna khamr, ia memandang suatu kertas bertuliskan basmalah, bismillahirrahmanirrahiim. bishir juga memungutnya. sehabis itu, ia mengolesi kertas itu dengan wewangian dan juga ditaruh dengan amat baik. dengan penghormatan sepenuh hati.

pada malam harinya, sebagaimana diceritakan oleh ustadz saief alemdar, terdapat seseorang alim yang bermimpi. di dalam mimpinya, allah ta’ala memerintahkan kepadanya supaya mengantarkan kepada bishir. yakni kalimat, “”engkau telah mengharumkan nama - ku, hingga saya juga telah mengharumkan dirimu. engkau telah memuliakan nama - ku, hingga saya juga telah memuliakan dirimu. engkau telah mensucikan nama - ku, hingga saya juga telah mensucikan dirimu. demi kebesaran - ku, tentu ku - harumkan namamu, baik di dunia ataupun di akhirat nanti. ”

si alim juga terbangun. dia tidak yakin. mustahil mimpi itu benar, mengingat ia mengenali siapa sang bishir.

si alim lalu bergegas bangun. mengambil air wudhu. shalat 2 rakaat dan juga berulang membaringkan badannya. tidur.

tidak disangka, mimpi itu terulang. si alim berulang bangun, wudhu, shalat, kemudian tidur lagi. terus begitu. tetapi ia senantiasa memperoleh mimpi yang sama.

hingga di pagi hari, si alim bergegas mencari bishir. ia ditemui di suatu kafe. lagi menikmati khamr.

si shalih memohon waktu dan juga mengantarkan hal - hal mimpinya kepada bishir. dia mencermati dengan teliti, kemudian menghadiri sahabatnya seraya mengatakan, “aku sudah terpanggil. saya hendak meninggalkan tempat ini. kamu tidak hendak sempat berjumpa denganku lagi. ”

sehabis itu, bishir berbeda. ia memperoleh anugerah dan juga diketahui bagaikan orang shalih di masanya. tatkala hari wafatnya, kalangan muslimin berbondong - bondong buat menshalati. gelombang manusia berdatangan. tidak menyudahi dari subuh hingga maghrib. sepanjang berhari - hari.

dalam masa hidupnya, imam bishir sempat bermimpi berjumpa rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. si nabi bertanya, “mengapa engkau memperoleh peran yang lebih besar dari orang - orang yang semasa denganmu? ”

jawab bishir, “tidak ketahui, wahai rasulullah. ”

nabi menarangkan, “karena kalian menjajaki sunnahku, kalian berbakti pada orang - orang shalih, kalian berikan nasehat kepada sesama, dan juga karna cintamu kepadaku, keluargaku dan sahabatku”

cerita ini selayaknya jadi pelajaran sangat berharga. supaya kita tidak menyepelehkan amal shalih, walaupun nampak kecil dan juga tiada bergengsi sedikit juga. cerita ini jadi fakta, betapa cuma dengan amalan kecil bermodal minyak wangi dan juga perlakuannya kepada suatu kertas, ia diberi anugerah sampai jadi orang shalih dan juga bermimpi berjumpa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

wallahu a’lam.




(sumber: kisahikmah. com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman