TUTUP!!! Klik 2x...

Beginilah Perjuangan Anak-anak di Afrika untuk Belajar al-Quran

Bila umat muslim di tanah air amat gampang buat dapat beribadah, baik salat, mengaji ataupun juga menuntut ilmu keagamaan.

juga dengan tempat ibadah. masjid - masjid tersebar di bermacam tempat, madrasah, sekolah resmi ataupun pondok pesantren juga demikian.

tidak cuma itu, pesantren juga sudah mengaplikasikan bermacam fitur berteknologi serupa halnya di pondok pesantren modern.

kita juga dapat dengan gampang membaca al - quran terlebih lagi kala tidak bawa al - quran sekalipun. tinggal membuka fitur gadget, sudah ada al - quran tipe digital.

tetapi itu di mari, gimana dengan di negara - negara tertinggal yang didera konflik berkelanjutan?

salah satu contohnya di beberapa daerah di afrika misalnya di mali, somalia dan juga kenya. paling tidak panorama alam inilah yang sempat diabadikan lewat bidikan kamera.

umat muslim di somalia wajib memelajari agama di madrasah yang berdiri ala kadarnya. berlantai tanah, tanpa bilik tetapi cuma di kelilingi batang - batang kayu kering.

tidak tidak sering pula mereka mendatangi madrasah yang berposisi di luar rubrik, alias di hawa terbuka yang panas lantaran sering kali diterpa kekeringan parah.

ini pula yang dapat disaksikan di kamp pengungsian di luar daerah dadaab, daerah timur kenya, dekat 100 km dari perbatasan dengan somalia.

kanak - kanak pengungsi masyarakat somalia, bersekolah di madrasah yang diselenggarakan secara terbuka.

al - quran nya juga jangan dibayangkan serupa yang sering kita baca tiap hari.

tidak terdapat lembaran kertas ataupun sampul yang indah.

melainkan ayat - ayat al - quran ditulis tangan diatas batangan – batangan kayu.

ayat - ayat suci al - quran yang ditulis di papan kayu

bersumber pada kabar associated press pada tahun 2011 kemudian, masyarakat somalia benar banyak yang berangkat dari negaranya lantaran bencana kekeringan parah. masyarakat dihantui bermacam penyakit dengan penyakit yang amat universal ialah ketiadaan gizi.

sampai saat ini, somalia masih terus didera konflik. dari mulai perang kerabat, bermacam permasalahan kekerasan dan juga perompakan sampai isu terorisme.





(sumber: tribunnews. com)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman