TUTUP!!! Klik 2x...

SUNGGUH KEJAM! Gadis Ini Menyiksa Ibu Kandungnya dan Memaksa Memakan Kotoran Manusia!

Dikutip stomp, sabtu  , kekerasan ini seorang diri terbilang amat menyedihkan. tidak hanya disiksa raga dan juga mental. kamisah diberi makan kotoran manusia oleh anaknya itu.

permasalahan kekerasan ini terungkap sehabis seseorang laki - laki generasi india yang pula orang sebelah dari siti buka suara di majelis hukum.

laki - laki bernama darwinder singh (39) mengaku pribadinya dimohon oleh siti buat berikan makan kamisah kotoran manusia.

“saya masing - masing hari dimohon siti buat berikan makan ibunya tinja. tetapi, aku cuma satu kali menuruti permintaan siti. ”

lebih lanjut singh berkata, siti mulai kerap melaksanakan kekerasan terhadap ibunya sejak dia menyudahi dari pekerjaannya.

“dia telahmenanggur sepanjang 8 bulan. sepanjang menanggur. ia suka pinjam duit pada aku. kebetulan kami ini tetangga”tambahnya.

permasalahan penyiksaan ini seorang diri mulai terungkap sehabis suatu video rekaman yang meperlihatkan siti menyiksa ibunya tersebar ke media sosial.

sedangkan itu, terpaut hukuman, pihak majelis hukum masih hendak melaksanakan sidang sebagian hari setelah itu.

bila teruji bersalah, dia mengalami hukuman 7 tahun penjara, denda, dan juga hukuman cambuk.

permasalahan ini menemukan sorotan kala orang sebelah korban yang lain, mohammad juani (25) , memasang video di facebook yang menampilkan ny kamisah ditampar oleh siti di apartemennya.

juani kepada the straits times berkata “aku tidak tahan memandang kerasa sakit kalau bibi tua mengidap. ia pula wajib diperlakukan serupa manusia. ”

the new paper (tnp) pula menerbitkan suatu wawancara dengan darwinder, yang membagikan “rahasia” potret - potret ny kamisah yang dianiaya siti di flat (rumah susun) mereka di wilayah lower delta road, singapore..

potret - potret menampilkan kalau perempuan tua itu dipukul dengan sapu, ditarik rambutnya dan juga diinjak tubuhnya.

mudah - mudahan berguna dan juga jadi peringatan untuk kita seluruh buat memuliakan bunda kita.







(sumber: http:// yuksebar. in/archives/2004 )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman