TUTUP!!! Klik 2x...

Astaghfirullah.... Sekarang Sudah Beredar Al Quran Terjemahan Baru Al-Maidah 51, PEMIMPIN Sudah Berganti Arti Dengan TEMAN SETIA

Gerak cepat, saat ini sudah tersebar (AL) quran terjemahan baru (AL) maidah 51, " pemimpin " sudah berganti dengan " sahabat setia ". publik indonesia diguncang dengan timbulnya al - quran terjemahan bahasa indonesia yang berubah dengan terjemahan tipe kementerian agama.

salah satu ayat yang berubah merupakan pada tulisan al - maidah ayat 51, pada al - quran tersebut terjemahan kata " awliya " ditukar dengan makna " sahabat setia ". perihal ini berubah dengan terjemahan formal yang berlaku setimpal kementerian agama kalau " awliya " mempunyai makna pemimpin.

pada cover halama depan pada al - quran tersebut merupakan " al - haram : al - quran tranliterasi per kata dan juga tajwid bercorak ".

setimpal dengan tulisan keputusan menteri agama nomor. 20 th. 1967, hingga seluruh terjemahan al - quran yang tersebar di indonesia wajib mengacu pada hasil terjemahan kementerian agama yang sudah disusun oleh yayasan penyelenggara penerjemah tafsir (AL) quran.

sementara itu larangan memilah pemimpin kafir dalam tulisan al - maidah ayat 51 setimpal terjemahan formal depag ri dan juga pengertian pakar tafsir

allah ‘azza wa jalla berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
“hai orang - orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang - orang yahudi dan juga nasrani jadi pemimpin - pemimpin (mu) ; sebahagian mereka merupakan pemimpin untuk sebahagian yang lain. barangsiapa diantara kalian mengambil mereka jadi pemimpin, hingga sebetulnya orang itu tercantum kalangan mereka. sebetulnya allah tidak berikan petunjuk kepada orang - orang yang zalim. ” [al - maidah: 51]


terjemahan ayat yang mulia ini kami petik dari terjemahan al - qur’an departeman
agama republik indonesia, dan juga selaras dengan uraian para ulama pakar tafsir al - qur’an dan juga bahasa arab berikut ini.

al - imam abu bakr al - jashshosh al - hanafi rahimahullah (w. 370 h) mengatakan kitab tafsir dia,

وَفِي هَذِهِ الْآيَةِ دَلَالَةٌ عَلَى أَنَّ الْكَافِرَ لَا يَكُونُ وَلِيًّا لِلْمُسْلِمِ
“dalam ayat ini ada dalil yang menampilkan kalau orang kafir tidak boleh jadi wali untuk seseorang muslim. ” [ahkaamul qur’an, 4/99]


arti wali benar mempunyai cakupan arti yang luas, dan juga pemimpin ataupun penguasa tercantum dalam cakupan maknanya. disebutkan dalam kamus - kamus bahasa arab,

الوِلاية، بِالْكَسْرِ، السُّلْطَانُ
“perwalian dengan dikasrah huruf awal mulanya bermakna sultan (penguasa). ” [mukhtaarus shihah, perihal. 345, lisaanul arab, 15/407, tajul ‘arus, 40/242]


perwalian pula bermakna bertabiat loyal ataupun lawan dari permusuhan, arti ini pula disebutkan dalam kamus - kamus bahasa arab,

(الْوَلِيُّ) ضِدُّ الْعَدُوِّ
“wali merupakan lawan kata musuh. ” [mukhtaarus shihah, perihal. 345, tajul ‘arus, 40/242]


pakar tafsir mazhab syafi’i al - imam ibnu katsir asy - syafi’i rahimahullah (w. 774 h) mengatakan dalam kitab tafsir dia,

ينهى تعالى عباده المؤمنين عن موالاة اليهود والنصارى
“dalam ayat ini allah ta’ala melarang hamba - hamba - nya yang beriman buat berlagak loyal kepada yahudi dan juga nasrani. ” [tafsir ibnu katsir, 3/132]


dan juga tidak diragukan lagi kalau memilah pemimpin tercantum sebesar - besarnya perilaku loyal. oleh karna itu ulama islam seluruhnya setuju atas haramnya memilah pemimpin kafir.

imam besar mazhab syafi’i al - imam an - nawawi asy - syafi’i rahimahullah telah menukil ijma’ dari al - qodhi ‘iyadh,

قال القاضي عياض أجمع العلماء على أن الإمامة لا تنعقد لكافر وعلى أنه لو طرأ عليه الكفر انعزل
“berkata al - qodhi ‘iyadh, ulama telah setuju (ijma’) kalau kepemimpinan tidak legal untuk seseorang kafir, dan juga bila seseorang pemimpin muslim jadi kafir hingga wajib diselengserkan. ” [syarah muslim, 12/229]


al - imam ibnu hazm rahimahullah mengatakan,

وأن يكون مسلما لأن الله تعالى يقول ولن يجعل الله للكافرين على المؤمنين سبيلا والخلافة أعظم السبيل ولأمره تعالى بإصغار أهل الكتاب وأخذهم بأداء الجزية وقتل من لم يكن من أهل الكتاب حتى يسلموا
“syarat pemimpin haruslah seseorang muslim, karna allah ta’ala berfirman, ‘dan allah sekali - kali tidak berikan jalur kepada orang - orang kafir buat memahami orang - orang yang beriman. ’ (an - nisa: 141). dan juga kepemimpinan merupakan sebesar - besarnya jalur (buat memahami kalangan muslimin). ” [al - fishol, 4/128]


hingga jelaslah keharaman memilah pemimpin kafir bersumber pada al - qur’an dan juga konvensi ulama islam, sampai - sampai apabila para ulama menegaskan kalangan muslimin buat tidak memilah pemimpin kafir, dari sisi mana dikira memanipulasi ayat…? !






(sumber : https: //www. facebook. com/seuramoemekah/posts/961307864012636)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman