TUTUP!!! Klik 2x...

Surat Dari Kucing Liar: Jangan Sakiti Kami

Tulisan dari seekor kucing liar

“jika tidak dapat menyanyangi amat tidak jangan sakiti kami”

suatu tulisan dari seekor kucing

dilansir dari fb seseorang penyayang kucing

salam saudaraku….
maaf apabila tulisanku ini mengganggumu. tetapi saya tidak dapat menceritakan langsung kepada kamu. saya cuma dapat menuliskan di secarik kertas lusuh ini.

kemarin saya lagi berjalan dan juga memandang temanku berlindung di suatu barang besar. barang itu mempunyai 4 roda, dan juga kelihatannya dibuat dari besi yang amat berat. saya tidak ketahui nama dari barang itu. tetapi barang itu telah menewaskan temanku.
kala barang itu mundur, temanku tertindih barang itu.

barang itu berangkat, kemudian saya cepat - cepat lari mendatangi temanku. saya memanggilnya tetapi dia cuma terdiam. saya memandang darah keluar dari kepala dan juga lehernya. saya menjilati darah temanku sembari menangis hingga terdapat seseorang manusia yang mengubur temanku dan juga menyuruhku berangkat dari tempat itu. betapa baiknya manusia itu. saya tidak hendak sempat melupakannya yang telah membantu sahabatku.

saya berulang berjalan dan juga memandang tempat sampah di depanku. kamu menyebutnya tempat sampah. tetapi bagiku ini merupakan tempat mencari makan. paling tidak kami tidak butuh membayar buat memperoleh sebagian potong ayam basi. oh, nyatanya di tempat makan ini tidak terdapat santapan.

saya terus berjalan sembari menelusuri tiap tempat sampah yang terdapat. saya lapar, tetapi saya cuma dapat mengais tempat ini. andai aja sahabatku masih hidup. dia tentu hendak amat menghiburku.

kesimpulannya saya memperoleh sepotong ayam. walaupun tinggal tulang, saya amat bersyukur. tetapi seketika terdapat jantan lain yang mencakar punggungku dan juga merebut makananku. ya, kami benar wajib bertengkar buat memperoleh santapan dan juga seekor betina. saya cuma merelakannya dan juga mengais tempat makan yang lain.

saya menciptakan ayam lagi, dan juga yang ini lebih besar! saya amat bersyukur dan juga senang. tetapi terdapat seseorang manusia yang tiba dan juga menendang kepalaku. saya langsung lari bawa ayam itu dan juga menikmatinya di tempat yang nyaman.

kepalaku masih merasa sakit sekali karna tendangan manusia tadi. tetapi saya tidak dapat berbuat apa - apa. saya cumalah seekor kucing yang tidak disukai banyak manusia.
sering - kali saya berfikir kalau jadi manusia lezat sekali. kamu dapat mencari santapan yang layak dan juga bergizi. kamu pula dapat hidup berbarengan bagaikan keluarga.

saya kembali dengan menenteng sisa ayam di mulutku. ya, saya terencana menyisakan ayam tadi buat anak dan juga istriku tercinta.

begitu hingga, istriku bilang kalau anak kami dipisahkan dari kami oleh seseorang manusia. istriku tidak ketahui kemana kanak - kanak kami dibawa. kami cuma dapat menangis. seperti kamu, kami pula mau memandang anak kami berkembang besar dan juga sehat. tetapi itu cuma tinggal impian semata.

sering - kali saya terasa iri dengan kucing - kucing yang dipelihara oleh manusia. mereka memperoleh kasih sayang yang besar dan juga santapan yang layak. tetapi kucing - kucing itu merupakan bule yang bulunya panjang, rimbun, dan juga halus. ya saya bagaikan kucing kampung cuma dapat memandang mereka dari jauh.

dan juga mayoritas kucing ras lebih banyak disukai oleh manusia, dibanding kami kucing kampung, ya kami akui kungkin karna kami kotor dan juga tidak lucu, tidak serupa mereka kucing ras,

bila saya wajib menyudahi dan juga mengais pada tiap tempat sampah, kucing peliharaan cuma tinggal berteriak kelaparan dan juga majikannya hendak berikan santapan.

sempat sesuatu waktu saya berupaya mencicipi santapan mereka, tetapi saya ditimpuk dengan batu oleh majikan mereka.
kala memandang manusia makan ikan, saya menghampirinya. saya berharap mereka hendak membagikan kerasa iba terhadapku.

tetapi saya ditendang lagi. kerasanya amat sakit. saya langsung berangkat dan juga cuma dapat berdoa supaya manusia itu lekas berbeda.
kita bersama makhluk ciptaan tuhan, tetapi kenapa kamu begitu benci terhadap kami? ya, badan kami penuh cedera dan juga menjijikan. kami benar wajib berjuang demi kanak - kanak dan juga istri kami. benar bukan dengan berangkat ke kantor, tetapi dengan mencari santapan. kenapa kamu begitu angkuh terhadap kami? sementara itu kami tidak sempat menendang ataupun membalas seluruh perbuatan kamu.

saat ini, saya ingin menyebrang. ini bertaruh antara hidup dan juga mati. begitu banyak barang yang mirip dengan pembunuh temanku. bila saya tidak selamat dalam penyebrangan ini, saya cuma dapat berharap kanak - kanak dan juga cucu - cucuku menemukan perlakuan yang layak dari kamu.

supaya saya aja yang menerima perlakuan malang ini. tolong jaga dan juga kasihi keturunanku ya manusia. mudah - mudahan dengan tulisan ini kamu ketahui seberapa besar penderitaan kami.

selamat tinggal dan juga terimakasih karna sudah membaca suratku.





(sumber: okezone. com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman