TUTUP!!! Klik 2x...

Robert W Hefner Pengamat Amerika : Muslim di Indonesia Adalah Contoh Terbaik Demokrasi Di Dunia

Senantiasa terdapat yang menarik dari indonesia, di mata robert w hefner direktur institute on culture, religion, and world affairs in the pardee school of global studies boston university, usa.

untuk laki - laki yang sudah malang melintang mengkaji indonesia itu, bangsa indonesia telah membagikan contoh yang baik kepada dunia gimana islam dapat bersinergi dengan demokrasi.

“indonesia bagaikan contoh, tidak terdapat clash antara islam dan juga demokrasi, ” kata penulis novel gempar tengger ini kepada wartawan republika, nashih nashrullah.

bagi ahli antropologi ini, bangsa indonesia dituntut sanggup menanggulangi bermacam - macam fenomena termutakhir yang timbul bagaikan akibat globalisasi. pluralitas merupakan suatu keniscayaan yang mesti dikelola dengan baik.

tantangan besar untuk negeri di belahan bumi manapun dikala ini dalah mengalami populisme exclusive, motivasi ketegangan yang menyangka entitas lain yang berubah merupakan ancaman.

di temui di sela - sela dialog pra - simposium internasional kehidupan keagamaan (international symposium on religious life) , selasa (4/10) di jakarta, hefner mengatakan beberapa pemikirannya terhadap dinamika islam dan juga muslim indonesia dalam perspektif barat. berikut kutipan perbincangannya:

gimana kamu memotret secara universal islam dan juga muslim indonesia dikala ini?

umat islam di indonesia, telah menggapai keberhasilan di bermacam bidang yang cukup brilian dan juga mengesankan. di bidang tarbiyah, telah banyak berdiri akademi besar bermutu serupa uin dan juga universitas islam swasta, serupa perguruan - perguruan besar muhammadiyah.

akademi besar itu, tercantum tersadu di dunia. bahwa boleh aku bilang begitu. mereka unggul dari segi mutu dan juga menampakkan antusias menghidupkan geliat keilmuan islam pada abad pertengahan.

kala itu terjalin persinggungan antara sarjana muslim, persia, india, dan juga yunani.

mereka tidak cuma belajar dari yunani, namun pula di sebagian bidang, mengkaji kemudian melaksanakan inovas - inovasi lebih lanjut, supaya tradisi itu lebih kaya.

kita tinggal di sesuatu masa, dunia muslim hadapi periode yang sedemikian kaya dengan ilmu pengetahuan. dan juga aku mengapresiasi, akademi besar indonesia, tercantum deretan akademi besar yang mengambil jalur ke situ.

kedua, di bidang politik, kita dapat memandang, indonesia merupakan contoh keberhasilan negeri demokrasi dengan kebanyakan muslim bagaikan penduduknya.

terlebih lagi, tidak sangat kelewatan, tersadu di dunia, dalam konteks ini. bukan demokrasi palsu dan juga pura - pura.

indonesia merupakan demokrasi yang benar, dengan seluruh tantangan dan juga kekayaan. indonesia bagaikan contoh, tidak terdapat clash antara islam dan juga demokrasi.

bagi aku indonesia contoh tersadu di dunia dan juga wajib diterbitkan ke segala dunia, supaya benturan peradaban, yang sering dibicarakan baik oleh pengamat, di barat serupa samuel p huntington dia sudah meninggal dalam tesisnya the clash of civilizations, namun pula kelompok yang sedikit ekstrem di dunia muslim seorang diri yang memandang seolah - oleh terdapat kecurigaan dan juga benturan, itu terbantah dengan sendirinya.

indonesia bagaikan pilot project demokrasi yang riil, membagikan banyak pelajaran kepada segala dunia. 2 perihal ini yang aku tekankan. dan juga aku amat optimis masa depan indonesia.

bagi kamu gimana respons barat terhadap potret islam dan juga demokrasi di indonesia?

serupa yang aku sampaikan tadi, indonesia merupakan negeri demokratis yang sukses melangsungkan hak - hak kewarganegaraan dengan baik.

terlebih lagi dapat jadi contoh dan juga pelajaran untuk negara - negara barat yang kadang - kadang condong sombong. seolah - olah mereka tidak butuh belajar dari negara - negara lain. dalam perihal inilah aku kira indonesia banyak berikan pelajaran yang baik

di segala negeri demokrasi di dunia belum terdapat wujud ataupun resep spesial dalam pengelolaan kehidupan beragama. terlebih lagi baginya, di barat malah perilaku islamofobia masih terus menggelayuti sebagian orang dan juga kelompok.

bagi aku, kenyataan kehidupan beragama terjamin di dalam uud 1945, namun terpaut dengan definisi agama, perihal ini jadi perkara yang amat sensitif.

terlebih lagi isu yang amat mendasar merupakan gimana melindungi warga dan juga hak - hak mereka bagaikan masyarakat negeri supaya indonesia senantiasa bersatu dan juga melangsungkan demokrasi dengan baik

sekali lagi, indonesia membagikan banyak pelajaran yang baik tentang demokrasi dan juga gimana melindungi dan juga mengasuh kerukunan beragama. indonesia, jadi potret dan juga pelajaran untuk negeri lain gimana mengelola pluralitas agama mereka seorang diri.

sisi kelemahan apa yang kamu tangkap dikala ini dari keadaan umat beragama di indonesia?

titik lemah yang terdapat di indonesia, aku kerasa, kira - kira sama dengan di belahan dunia lain. kita hidup di sesuatu masa, yang memiliki sebagian karakteristik, di antara lain globalisasi, migrasi, dan juga revolusi media massa, mengadakan kultur global, di mana tidak terdapat yang dapat abaikan globalisasi dan juga kemajukan itu.

indonesia tidak berubah dengan negeri barat, as, semisal. kita amati fenomena pencalonan donald trump.

kalau ia, memainkan kartu di luar perkiraan, aku tidak sempat membayangkan, gimana ia dapat memainkan isu sensitif serupa antiimgran, islamofobia, namun bukan islam aja, namun meksiko, amerika latin.

terdapat semacam populisme exclusive dalam makna yang negatif yang dimainkan. ini perlihatkan fenomena ketegangan, kecemasan sosial di suatu warga yang terus menjadi majemuk, merupakan karakteristik universal di dunia kita saat ini ini, di mana - mana, eropa barat, amerika serikat, amerika latin. dan juga seperti itu sebabnya, aku mengapresiasi upaya departemen agama.

jalur tersadu obati kontrol tantangan pluralitas itu merupakan melalui upaya gali ke dalam etika dan juga agama yang dipunyai warga seorang diri buat menciptakan dan juga sempurnakan sumberdaya manusia dan juga moril.

aku terus cerah salut upaya dari departemen agama, bagaikan contoh keistimewaan komunitas muslim kesatu dan juga kedua bagaikan negeri yang sukses menyatukan demokrasi dengan kehidupan mereka. apa aspek pemicu populisme exclusive dalam sebutan kamu?

kita sebutkan tadi sesungguhnya populisme exclusive merupakan dorongan ataupun motivasi menanggap teman merupakan ancaman dan juga pemicu kerugian tertentu. ini penyebabnya tidak cuma murni agama aku kerasa.

amat rumit. dapat karna motif ekonomi karna memandang imigran yang berdatangan, dapat pula sosial, dan juga tidak kalah berarti merupakan motif politik.

kita ketahui berbarengan gimana seseorang donald trump memainkan isu islomofibia, imigran, dan juga sentimen etnis buat menunjang kepentingam politiknya.

sepanjang ini, apakah kamu memandang pluralitas tersebut kemampuan benturan antarperadaban?

aku setuju dengan cak nur (nurcholis madjid, red). kalau sesungguhnya tidak terdapat yang butuh diresahkan dengan perbandingan peradaban itu. bila dihayati dan juga disikapi secara bijak, tiap - tiap hendak silih memenuhi.

aku teringat dan juga tergelitik dengan peryataan profesor dawam rahardjo dikala berkunjung ke boston university. ia berkata kalau, islam merupakan agama barat. statment itu ia sampaikan dengan gayanya yang khas dengan sedikit nada dan juga selingan humor.

gimana dengan diskusi antarperadaban?

aku kerasa tidak butuh mendialogkan antarperadaban dalam wujud yang sah resmi. perkenankan seluruh mengalir apa terdapatnya. sepanjang abad ketiga hijriyah ataupun 800 - 1500 meter, telah terjalin terjalin transformasi keilmuan yang amat sginifikan.

kemajuan tersebut menegasikan batasan barat dan juga timur. kemajuan islam juga berposisi dalam puncaknya baik kala di baghdad ataupun di damaskus.

bagaimanapun sebetulnya kita sudah melaksanakan pembauran lama. richard w bulliet, guru besar colombia university, sempat menuliskan tentang persinggungan islam, kristen, dan juga filsafat yunani sepanjang lebih dari 1200 tahun.

sejarah pula mencatat, gimana kesultanan ottoman seorang diri bahwa dilihat mereka lebih mengklaim kalau mereka pemimpin orang eropa sepanjang kekuasaan mereka di balkan dan juga beberapa daerah eropa.

jadi, ‘dialog’ peradaban itu telah berjalan sepanjang berabad - abad. [rol]




(Sumber: citizenjurnalism. com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman