TUTUP!!! Klik 2x...

Semakin Rajin Berdzikir, Orang-orang Ini Malah Semakin Dekat Dengan Setan

Dzikir menggambarkan ibadah yang dapat menenangkan hati. dzikir dapat dicoba dimana aja dan juga kapan aja, tanpa batasan. terlebih lagi diajarkan buat dicoba sesering bisa jadi. terus menjadi banyak waktu yang dipakai dan juga jumlah bilangan dzikir, hingga seseorang hamba hendak terus menjadi dekat dengan allah subhanahu wa ta’ala.

tetapi, terdapat satu peristiwa yang dirasakan salah satu murid imam al - ghazali. pada gurunya, si murid mengaku. terus menjadi giat berdzikir, kenapa terdapat orang yang malah terus menjadi dekat dengan setan terlaknat?

“syaikh, ” tuturnya, “bukankah dzikir dapat membikin seseorang beriman lebih dekat dengan allah ta’ala dan juga setan hendak berlari darinya? ”

“benar, ” jawab imam al - ghazali.

“namun mengapa terdapat orang yang giat berdzikir malah malah terus menjadi dekat dengan setan? ” lanjut si murid.

pria yang diberi gelar hujjatul islam ini ini juga bertutur, “bagaimana pendapatmu, bila terdapat orang yang mengusir anjing, tetapi ia masih menaruh tulang dan juga bermacam santapan kesukaan anjing di sekitarnya? ”

“tentu, anjing itu hendak berulang tiba sehabis diusir. ” jawab si murid.

imam al - ghazali menarangkan, demikian pula dengan orang - orang yang giat berdzikir tetapi masih menaruh bermacam penyakit hati dalam pribadinya. setan hendak terus tiba dan juga mendekat terlebih lagi bersahabat dengannya.

yakni kesombongan, iri dengki, syirik, kesat, dan juga bermacam penyakit hati yang lain. kala penyakit - penyakit itu menghinggapi diri seseorang hamba, hingga setan terlaknat hendak tetap tiba, mengakrabkan diri, setelah itu jadi teman karibnya.

inilah esensi dari dzikir yang sering dibiarkan oleh kebanyakan kalangan muslimin. mereka cuma fokus pada dzikir jahr dan juga melupakan dzikir sirr. mereka lebih suka dzikir ritual dibandingkan dzikir dengan perbuatan. mereka cuma menyudahi pada dzikir berjumlah, tetapi melupakan akhlak yang sepatutnya jadi fakta kesatu dari bagusnya dzikir yang dicoba.

hingga kita kerap saksikan, banyak orang yang giat berdzikir, tetapi senantiasa padat jadwal dengan perihal yang percuma. banyak pula orang yang turut bermacam majelis dzikir, tetapi kelakuan dan juga kehidupannya malah terus menjadi jauh dari nilai - nilai ilahi.

walaupun, mereka masih lebih baik daripada orang kurang baik yang tidak berdzikir. sebagaimana dinasihatkan oleh imam ibnu athailah as - sakandari, “orang yang lalai dikala berdzikir lebih baik daripada orang lalai yang tidak berdzikir. ”





(sumber: kabarmakkah. com)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman