TUTUP!!! Klik 2x...

Untuk Para Istri, Inilah Mengapa Surgamu Ada Dalam Ridho Suamimu

Dalam islam benar begitulah aturannya. ketaatan seseorang wanita kala belum menikah benar nomer satu kepada orang tua. tetapi begitu menikah, ketaatan nomer satu merupakan pada suaminya.
buat meningkatkan suatu sebab yang dapat diperuntukan sebuah
renungan buat para istri tentang kenapa redha seseorang suami itu
merupakan surga buat kamu para istri.

jangan lewati : subhanallah, tanda - tanda apa ini? larangan berhaji, jutaan pemeluk syiah laksanakan wukuf di karbala

seseorang suami tidak pelak merupakan seseorang pemimpin dalam suatu rumah tangga. sampai, tidak heran, dalam islam, peran seseorang suami menempati sebagian keutamaan.

1. seseorang suami dibesarkan oleh bunda yang mencintainya seumur hidup. tetapi kala ia berusia, ia memilah menyayangi istrinya yang terlebih lagi belum tentu mencintainya seumur hidup, terlebih lagi kerap kali kerasa cinta kepada istrinya lebih besar daripada cintanya kepada ibunya seorang diri.

2. seseorang suami dibesarkan bagaikan lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh bapak dan juga ibunya sampai - sampai ia bertambah berusia. tetapi saat sebelum ia sanggup membalasnya, ia telah berniat menanggung nafkah istrinya, wanita asing yang baru sahaja dikenalinya dan juga cuma terikat dengan akad nikah tanpa jalinan rahim serupa bapak dan juga ibunya.

3. seseorang suami ridha menghabiskan waktunya buat memadai keperluan kanak - kanak seseorang istri dan juga istrinya. sementara itu ia ketahui, di sisi allah, seseorang istri lebih wajib dihormati 3 kali lebih besar oleh kanak - kanak dibanding pribadinya. tetapi tidak sempat sekalipun seseorang suami terasa iri hati, diakibatkan suami menyayangi istrinya dan juga berharap si istri benar memperoleh yang lebih baik daripadanya di sisi allah.

4. seseorang suami berupaya menutupi perkaranya di hadapan seseorang istri dan juga berupaya menyelesaikannya seorang diri. sebaliknya seseorang istri terbiasa mengadukan permasalahan pada suaminya dengan harapan ia sanggup berikan penyelesaian. sementara itu bisa jadi aja di dikala istri mengadu, suami pula lagi memiliki permasalahan yang lebih besar. tetapi senantiasa aja permasalahan istrinya diutamakan berbanding permasalahan yang dialami seorang diri.

5. seseorang suami berupaya mengerti bahasa diam istri, bahasa tangisan istri. sebaliknya seseorang istri kadangkala cuma sanggup mengerti bahasa lisannya aja. itupun apabila ia telah mengulanginya berulang kali.

6. apabila seseorang istri melaksanakan maksiat, hingga ia hendak turut terseret ke neraka, karna ia turut bertanggung jawab hendak maksiat seseorang istri. tetapi apabila ia bermaksiat, seseorang istri tidak hendak sempat dituntut ke neraka. karena apa yang dicoba olehnya merupakan perihal yang wajib dipertanggung jawabkannya seorang diri.

tidak butuh kerap mempertanyakan siapa yang lebih besar kewajiban dan
tanggungjawabnya karna tiap - tiap memiliki tangunggjawab yang telah dipertanggungjawabkan kepada diri tiap - tiap. kebalikannya tanya diri seorang diri apakah sudah melangsungkan kewajiban tersebut ataupun belum.
mudah - mudahan bermanfaat…



(sumber: wajibbaca. com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman